Tuesday, February 24, 2026
HomeData/AIAI Anthropic Hancurkan Rp4.500 Triliun Saham Global

AI Anthropic Hancurkan Rp4.500 Triliun Saham Global

Saham perusahaan software global mengalami kejatuhan dramatis setelah Anthropic, perusahaan pengembang chatbot Claude, meluncurkan tools AI terbaru yang mampu mengotomatisasi pekerjaan profesional. Dalam satu hari perdagangan saja, sekitar $285 miliar atau setara Rp4.500 triliun lenyap dari kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan teknologi.

Anthropic merilis 11 plugin open-source untuk produk Claude Cowork pada Jumat, 30 Januari 2026. Tools ini dirancang untuk mengotomatisasi berbagai pekerjaan mulai dari legal, sales, marketing, hingga analisis data. Namun, plugin untuk workflow legal-lah yang paling mengguncang pasar.

Kepanikan Investor di Seluruh Dunia

Dampak peluncuran ini terasa di seluruh bursa saham global. Di Amerika Serikat, saham Thomson Reuters anjlok lebih dari 15%, sementara saham ServiceNow turun hampir 7% dan Salesforce juga merosot sekitar 7%. Intuit, perusahaan induk TurboTax, bahkan jatuh hampir 11%.

Di Eropa, kehancuran serupa terjadi. Saham RELX, pemilik LexisNexis, terjun 14%. Pearson merosot hampir 8%, Wolters Kluwer kehilangan 13%, dan London Stock Exchange Group anjlok 13%. Indeks Stoxx Europe Software and Computer Services kehilangan lebih dari 5% dalam satu sesi perdagangan.

Bursa Asia tidak luput dari guncangan. Di Jepang, TIS, penyedia layanan teknologi informasi besar, anjlok hampir 16%. Trend Micro dan NS Solutions masing-masing turun lebih dari 7%. Di India, Infosys dan Tata Consultancy Services masing-masing kehilangan sekitar 7% nilai sahamnya.

Apa Itu Claude Cowork?

Claude Cowork adalah asisten AI agentic yang diluncurkan Anthropic pada awal Januari 2026. Berbeda dengan Claude Code yang ditujukan untuk developer, Cowork dirancang untuk profesional non-teknis. Asisten ini dapat membaca file, mengorganisir folder, menyusun dokumen, dan menjalankan tugas multi-langkah dengan persetujuan pengguna.

Plugin terbaru memperkuat kemampuan ini dengan memungkinkan perusahaan menyesuaikan Claude untuk fungsi pekerjaan spesifik. Untuk sektor legal, tools ini dapat mengotomatisasi review kontrak, triase NDA, pemeriksaan kepatuhan, dan briefing hukum. Meskipun Anthropic menegaskan bahwa tools ini tidak memberikan nasihat hukum dan output-nya harus ditinjau oleh pengacara berlisensi, disclaimer tersebut tidak mampu meredam kepanikan investor.

Dari Tailwind Menjadi Ancaman

Yang membuat banyak pengamat terkejut adalah fakta bahwa plugin legal ini pada dasarnya hanyalah sekumpulan prompt dan konfigurasi, tanpa model khusus yang dilatih dengan hukum kasus atau mesin penalaran legal. Namun, sinyal sebenarnya yang ditangkap pasar adalah bahwa Anthropic telah bergeser dari sekadar menjual model AI menjadi menguasai seluruh workflow.

Jefferies menjuluki kejatuhan ini sebagai “SaaSpocalypse” dan mencatat bahwa sentimen investor telah berubah drastis. Narasi yang dulu mengatakan bahwa AI membantu perusahaan software kini berganti menjadi AI menggantikan mereka. “Trading sangat mirip dengan penjualan panik get-me-out style,” ujar Jeffrey Favuzza dari meja perdagangan ekuitas Jefferies.

Suara Berbeda dari Petinggi Teknologi

Tidak semua pemimpin teknologi setuju dengan kepanikan pasar. CEO Nvidia Jensen Huang menyebut kejatuhan saham ini sebagai “hal paling tidak logis di dunia.” Menurutnya, AI akan menggunakan tools software yang sudah ada, bukan menggantikannya. “Apakah Anda akan menggunakan obeng atau menciptakan obeng baru?” tanyanya retoris dalam sebuah acara Cisco.

Sundar Pichai, CEO Google, juga menggemakan sentimen serupa dalam laporan pendapatan perusahaan. Ia menyatakan bahwa kepanikan ini berlebihan dan perusahaan yang “memanfaatkan momen” dengan AI justru akan menemukan peluang, bukan keusangan.

Dampak di Luar Sektor Legal

Kerusakan akibat kepanikan ini meluas jauh melampaui sektor legal tech. DocuSign anjlok 11%, Adobe merosot 7%, dan bahkan perusahaan pengembangan bisnis dengan eksposur terhadap pinjaman software ikut terkena dampak. Blue Owl Capital Corp turun 13%, menandai penurunan beruntun kesembilan yang memecahkan rekor.

Di sektor teknologi informasi India, Nifty IT Index turun 5,8%. Perusahaan IT besar seperti HCL kehilangan 4,3% nilainya. Saham perusahaan software China juga ikut terjual. Kingdee International Software anjlok lebih dari 12%, Tencent turun 4%, dan Baidu merosot 3%.

Pertumbuhan Pesat Anthropic

Kekhawatiran investor semakin beralasan melihat trajektori pertumbuhan Anthropic yang luar biasa cepat. Claude Code mencapai $1 miliar pendapatan berulang tahunan pada November, hanya beberapa bulan setelah peluncurannya di Mei. Anthropic dilaporkan sedang menggalang dana $20 miliar dengan valuasi $350 miliar, naik tajam dari $61,5 miliar pada Maret 2025.

Kecepatan iterasi juga mengejutkan. Cowork diluncurkan pada 12 Januari dan plugin-nya dirilis kurang dari tiga minggu kemudian, sementara perusahaan software enterprise biasanya menghabiskan berbulan-bulan untuk rilis serupa.

Masa Depan Industri Software

Bagi eksekutif software yang menyaksikan kehancuran ini, kesimpulannya jelas meski tidak nyaman: Anthropic tidak membutuhkan produk terobosan untuk mengguncang pasar. Mereka hanya perlu menunjukkan apa yang sudah bisa dilakukan Claude dan menekan tombol publish.

Para analis dari UBP menyarankan investor untuk lebih memilih infrastructure software di mana risiko disrupsi AI rendah, serta cybersecurity di mana ada pricing power dan AI berpotensi mendorong peluang upsell. Untuk sektor ini mengalami rerating, perusahaan harus menunjukkan bahwa AI dapat menjadi pendorong pertumbuhan, bukan sekadar ancaman kompetitif.

Kejadian ini menandai momen penting dalam evolusi industri teknologi, di mana AI tidak lagi hanya menjadi alat bantu tetapi mulai dilihat sebagai pengganti potensial untuk berbagai pekerjaan profesional yang selama ini dianggap aman dari otomatisasi.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments