Jakarta, 5 Februari 2026 – Sebuah platform baru bernama RentAHuman.ai mengklaim bisa membuat kecerdasan buatan mempekerjakan manusia untuk tugas-tugas fisik di dunia nyata. Lebih dari 109.000 orang sudah mendaftar untuk menawarkan jasanya.
Konsep ini terdengar seperti fiksi ilmiah, tapi menunjukkan betapa cepatnya AI bergerak melampaui chatbot dan masuk ke pekerjaan sehari-hari.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Platform yang dibuat oleh software engineer Alexander Liteplo ini baru saja diluncurkan. Menurut laporan dari Mashable, sistemnya sederhana: agen AI bisa mencari manusia, memberikan tugas, dan membayar mereka setelah tugas selesai.
Orang yang ingin bekerja lewat platform ini bisa membuat profil, mencantumkan keahlian, dan menentukan tarif per jam. Setelah dipekerjakan, mereka menerima instruksi dari agen AI, menyelesaikan pekerjaan, dan mengirim bukti seperti foto atau video.
Pembayaran dilakukan dalam cryptocurrency.
Jenis Tugas yang Tersedia
Untuk saat ini, jenis tugasnya masih cukup dasar:
- Mengambil paket
- Membeli belanjaan
- Menghadiri acara
- Menjalankan tugas kecil di kota
Beberapa tugas dibayar hanya $1 (sekitar Rp16.000), sementara tugas yang lebih kompleks bisa mencapai sekitar $100 (Rp1,6 juta).
Visi Masa Depan: AI Jadi Manajer
Ide besar di balik eksperimen ini adalah bahwa di masa depan, orang yang menjalankan agen AI bisa mengoutsource tugas dunia nyata mereka tanpa berinteraksi langsung dengan pekerja gig. Sebaliknya, AI yang akan bertindak sebagai manajer.
Ini bisa menciptakan jenis baru ekonomi gig di mana manusia bekerja di bawah instruksi yang dihasilkan oleh software—bukan oleh manusia lain.
Kontroversi dan Kekhawatiran
Model ini juga menimbulkan kekhawatiran serius. Para ahli mengatakan ini bisa mengarah pada eksploitasi jika pekerja dibayar dengan tarif sangat rendah, atau jika ada sedikit akuntabilitas untuk tugas yang diberikan oleh AI.
Pertanyaan seputar keamanan, hak pekerja, dan regulasi kemungkinan akan muncul jika platform semacam ini menjadi populer.
Ada juga keraguan tentang seberapa efektif sistem ini saat ini. Laporan menunjukkan bahwa beberapa tugas yang diposting di situs telah menerima banyak aplikasi tetapi tidak diselesaikan dengan cepat.
Sinyal Perubahan Besar
Terlepas dari kontroversinya, ide AI mempekerjakan manusia menunjukkan betapa cepatnya dunia kita berubah. Seiring alat AI menjadi lebih mampu, mereka mungkin tidak hanya membantu manusia—tapi juga mengelola mereka.
Buat kamu yang bekerja di gig economy atau freelance, ini mungkin jadi gambaran masa depan yang perlu diantisipasi. Siapkah kamu menerima instruksi dari bos AI?
Sumber: Times Now (5 Februari 2026)

