Jakarta, 5 Februari 2026 – Rover Perseverance milik NASA berhasil menyelesaikan perjalanan pertama di Mars yang sepenuhnya direncanakan oleh kecerdasan buatan. Momen bersejarah ini menandai era baru eksplorasi luar angkasa.
Demonstrasi ini berlangsung pada 8 dan 10 Desember lalu, dipimpin oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di California Selatan. Selama pengujian, AI generatif digunakan untuk memilih titik-titik jalur rover—tugas kompleks yang biasanya ditangani oleh ahli manusia di Bumi.
Bagaimana AI Menavigasi Permukaan Mars?
Para insinyur menggunakan vision-language models—bentuk AI generatif—untuk menganalisis data yang sama dengan yang biasa digunakan perencana manusia. Sistem ini memeriksa gambar dan informasi, lalu mengidentifikasi lokasi waypoint agar Perseverance bisa melintasi medan Mars yang sulit dengan aman.
Proyek ini dikerjakan dari Rover Operations Center JPL bekerja sama dengan Anthropic, menggunakan model AI Claude.
Kenapa Merencanakan Rute di Mars Itu Sulit?
Mars berjarak rata-rata 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak ini menciptakan delay komunikasi yang panjang, membuat kontrol rover secara real-time mustahil. Selama hampir tiga dekade, navigasi rover bergantung pada pengemudi manusia yang mempelajari data medan dan merencanakan rute terlebih dahulu.
Para perencana merancang jalur dengan waypoint—biasanya berjarak tidak lebih dari 100 meter—untuk mengurangi risiko bertemu hambatan. Rencana yang sudah jadi dikirim melalui Deep Space Network NASA, dan rover menjalankan instruksi secara mandiri.
AI Mengambil Alih Perencanaan Rute
Selama perjalanan Perseverance di sol (hari Mars) ke-1.707 dan 1.709, tim misi menyerahkan tanggung jawab ini ke AI generatif. Sistem menganalisis gambar orbital resolusi tinggi dari kamera HiRISE di Mars Reconnaissance Orbiter NASA, beserta data kemiringan medan.
Dengan informasi ini, AI mengidentifikasi fitur permukaan penting seperti batuan dasar, singkapan, medan berbatu, dan riak pasir. Kemudian menghasilkan jalur berkendara lengkap dengan semua waypoint yang diperlukan.
Sebelum mengirim perintah ke Mars, insinyur menjalankan instruksi buatan AI melalui “digital twin” JPL—replika virtual rover—untuk memeriksa lebih dari 500.000 variabel telemetri.
Hasil Uji Coba
- 8 Desember: Perseverance menempuh 210 meter menggunakan rencana AI
- 10 Desember: Rover menempuh 246 meter lagi
Total hampir setengah kilometer perjalanan yang sepenuhnya direncanakan oleh AI—sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Implikasi untuk Masa Depan
“Elemen fundamental AI generatif menunjukkan potensi besar dalam menyederhanakan pilar navigasi otonom: persepsi, lokalisasi, serta perencanaan dan kontrol,” kata Vandi Verma, ahli robotika ruang angkasa di JPL.
“Kami bergerak menuju hari di mana AI generatif akan membantu rover menangani perjalanan skala kilometer sambil meminimalkan beban kerja operator, dan menandai fitur permukaan menarik bagi tim sains.”
Buat kamu yang tertarik dengan perkembangan AI dan ruang angkasa, ini bukti nyata bahwa teknologi yang tadinya cuma ada di film sci-fi kini sudah beroperasi di planet lain. Mungkin dalam beberapa dekade ke depan, eksplorasi ruang angkasa akan sepenuhnya dijalankan oleh sistem cerdas.
Sumber: Science Daily / NASA JPL (Januari 2026)

