Jakarta, 6 Februari 2026 – Dunia astronomi sedang ramai memperbincangkan pendatang baru di tata surya kita. Sebuah komet yang baru saja ditemukan pada Januari 2026, yang diberi nama C/2026 A1 (MAPS), sedang dalam perjalanan nekat menuju Matahari.
Komet ini bukan sembarang komet. Ia diklasifikasikan sebagai Kreutz Sungrazer, sebuah keluarga komet yang terkenal sering menghasilkan pemandangan langit paling spektakuler dalam sejarah manusia—namun juga sering berakhir dengan kehancuran total.
Detik-Detik Penemuan
Komet ini ditemukan oleh tim astronom Maury, Attard, Parrott, dan Signoret (MAPS) menggunakan teleskop berdiameter 11 inci di San Pedro de Atacama, Chile. Penemuan ini diumumkan secara resmi pada akhir Januari dan langsung menarik perhatian para pengamat langit di seluruh dunia.
Menanti 4 April: Tanggal Penentuan
Berdasarkan perhitungan orbit terbaru, C/2026 A1 akan mencapai titik terdekatnya dengan Matahari (perihelion) pada 4 April 2026. Jaraknya diperkirakan sangat ekstrem: hanya sekitar 748.000 kilometer dari permukaan Matahari. Sebagai perbandingan, jarak Bumi ke Matahari adalah sekitar 150 juta kilometer.
Pada jarak sedekat itu, komet ini akan terpanggang oleh panas yang luar biasa dan gaya gravitasi yang masif. Ada dua skenario yang mungkin terjadi:
- Skenario Kehancuran: Inti komet yang rapuh tidak kuat menahan panas dan gravitasi, lalu hancur berkeping-keping dan menguap tanpa sisa sebelum sempat terlihat megah.
- Skenario Spektakuler: Komet bertahan (seperti Komet Lovejoy pada 2011 atau Ikeya-Seki pada 1965) dan muncul kembali dengan ekor yang sangat terang dan panjang, mungkin bisa dilihat dengan mata telanjang di siang hari atau saat senja.
Apa Itu Kreutz Sungrazer?
Kreutz Sungrazers adalah pecahan dari sebuah komet raksasa yang hancur berabad-abad lalu. Potongan-potongan ini mengorbit Matahari dengan lintasan yang sangat dekat. Beberapa komet paling terang dalam sejarah, seperti Great Comet of 1843 dan Great Comet of 1882, adalah anggota keluarga ini.
Apakah C/2026 A1 (MAPS) akan bergabung dengan jajaran komet legendaris tersebut? Atau ia hanya akan menjadi catatan kaki yang hilang ditelan Matahari? Kita akan segera mengetahuinya dalam dua bulan ke depan.
“Jika ia bertahan, kita mungkin akan melihat pertunjukan langit terbaik tahun ini. Jika tidak, itu adalah cara yang mulia untuk pergi bagi sebuah komet,” ujar komunitas astronomi.
Sumber: Sky & Telescope, Space.com, Minor Planet Center.

