Sinyal Kehidupan? James Webb Temukan Metana “Anomali” di Komet Antar Bintang 3I/ATLAS
Sebuah komet tamu dari sistem bintang lain, **3I/ATLAS**, kembali membuat astronom garuk-garuk kepala. Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) dan misi SPHEREx milik NASA baru saja mendeteksi “koktail” molekul organik yang mengejutkan, termasuk semburan metana yang muncul secara misterius dan terlambat. Temuan ini memicu spekulasi baru: apakah ini sekadar batu es biasa, atau sesuatu yang jauh lebih kompleks?
Pada 7 Februari 2026, laporan terbaru mengonfirmasi bahwa saat komet ini menjauh dari Matahari, ia justru melepaskan gas-gas yang menjadi “bahan dasar kehidupan”. Methanol, sianida, karbon dioksida, dan yang paling membingungkan—**metana**—terdeteksi menyembur dari permukaannya.
“Semakin banyak yang kita pelajari tentang 3I/ATLAS, semakin ‘anomali’ komet ini terlihat,” ujar **Avi Loeb**, astronom Harvard yang terkenal dengan teorinya tentang objek buatan alien. Pernyataan Loeb ini bukan tanpa dasar. Metana tersebut tidak terdeteksi pada pengamatan awal, dan baru muncul secara tiba-tiba setelah komet melewati titik terdekatnya dengan Matahari (perihelion) pada Oktober 2025 lalu.
Carey Lisse, pemimpin studi dari Johns Hopkins University, menjelaskan bahwa panas Matahari akhirnya menembus kerak komet, memicu ventilasi dramatis dari es di bawah permukaannya. “Kami melihat rentang material awal Tata Surya yang biasa, termasuk molekul organik, jelaga, dan debu batuan,” katanya. Namun, kehadiran metana yang tertunda ini adalah teka-teki. Biasanya, gas volatil seperti metana akan menguap lebih dulu.
**Raksasa Antar Bintang**
Data gabungan dari Hubble juga mengungkap ukuran fisik komet ini. Inti 3I/ATLAS diperkirakan berdiameter **2,6 kilometer**, jauh lebih besar dari pengunjung antar bintang sebelumnya, ‘Oumuamua dan 2I/Borisov. Ukuran raksasa ini memungkinkan 3I/ATLAS menyimpan cadangan material purba yang terlindungi selama miliaran tahun perjalanan antariksa.
Saat ini, 3I/ATLAS sedang dalam perjalanan keluar dari Tata Surya kita selamanya. Namun, jejak kimia yang ditinggalkannya memberikan petunjuk langka tentang komposisi sistem bintang lain—atau mungkin, sisa-sisa dari sesuatu yang lebih eksotis. Apakah metana ini tanda proses biologis di tempat asalnya, atau sekadar kimiawi aneh yang belum kita pahami? Waktu (dan data JWST berikutnya) yang akan menjawab.

