Kategori: Film
Tidak Ada Film yang Sempurna, Tapi Ini Mendekati
Mencari film fiksi ilmiah (sci-fi) yang benar-benar sempurna adalah tugas yang sulit. Judul-judul legendaris seperti 2001: A Space Odyssey atau Blade Runner mungkin tak tersentuh, tetapi bagaimana dengan film-film lain yang “hampir” sempurna? Collider baru saja merilis daftar 10 film sci-fi yang mungkin memiliki kekurangan kecil, namun eksekusinya begitu brilian hingga cacatnya tak lagi relevan.
Berikut adalah daftar 10 film sci-fi “nyaris sempurna” yang wajib masuk watchlist Anda:
10. Starman (1984)
Karya John Carpenter yang paling tidak biasa. Bukan horor atau aksi, melainkan kisah cinta antara wanita bumi dan alien (Jeff Bridges). Eksekusinya yang tulus membuat premis yang terdengar konyol menjadi sangat menyentuh.
9. Furiosa: A Mad Max Saga (2024)
Prekuel dari Fury Road ini mungkin tidak se-revolusioner pendahulunya, namun ia membangun dunia Mad Max dengan cara yang menarik. Aksinya tetap intens dan karakternya lebih bulat. Hampir sempurna sebagai sebuah saga epik.
8. Pacific Rim (2013)
Guillermo del Toro menghadirkan pertarungan robot raksasa (Jaeger) lawan monster (Kaiju) dengan skala yang masif. Ceritanya sederhana, bahkan mungkin agak konyol, tapi pesona dan hiburannya tak terbantahkan.
7. Until the End of the World (1991)
Film terpanjang dalam daftar ini. Sebuah “road movie” pamungkas yang melintasi berbagai negara, memadukan petualangan dengan renungan tentang dampak teknologi pada manusia. Soundtrack-nya pun legendaris.
6. Star Wars: The Last Jedi (2017)
Pilihan kontroversial. The Last Jedi sering memecah belah fans, namun secara teknis dan naratif, ia berani mengambil risiko besar dalam opera luar angkasa ini. Visualnya memukau dan temanya mendalam.
5. Avatar: The Way of Water (2022)
Sekuel yang datang 13 tahun setelah yang pertama. Lebih luas, lebih berantakan, namun secara teknis lebih superior. James Cameron kembali membuktikan dirinya sebagai raja tontonan sci-fi massal.
4. Woman in the Moon (1929)
Film bisu Fritz Lang yang mencoba menggambarkan perjalanan ke bulan beberapa dekade sebelum kejadian nyata. Meski sains-nya kini terlihat usang, ambisi dan pencapaian teknisnya di tahun 1929 sangatlah luar biasa.
3. Time After Time (1979)
H.G. Wells (penulis The Time Machine) mengejar Jack the Ripper ke masa depan (tahun 1970-an) menggunakan mesin waktu. Premis liar yang dieksekusi dengan campuran komedi gelap dan ketegangan yang pas.
2. A.I. Artificial Intelligence (2001)
Proyek yang dimulai Stanley Kubrick dan diselesaikan Steven Spielberg. Hasilnya adalah perpaduan unik antara dinginnya Kubrick dan sentuhan emosional Spielberg. Sebuah dongeng futuristik yang menghantui dan memilukan.
1. Godzilla: Final Wars (2004)
Perayaan 50 tahun Godzilla. Plotnya melibatkan alien yang menggunakan monster untuk menghancurkan bumi, dan hanya Godzilla yang bisa menghentikannya. Film ini adalah aksi non-stop yang terasa seperti menonton tiga film Kaiju sekaligus. Berantakan? Ya. Tapi ini adalah kekacauan yang paling mulia dan menghibur.
Sumber: Collider

