AMSTERDAM – Lanskap infrastruktur kecerdasan buatan (AI) kembali berguncang. Nebius Group N.V. (NASDAQ: NBIS), perusahaan cloud AI yang tengah berkembang pesat, mengumumkan kesepakatan definitif untuk mengakuisisi Tavily, platform pencarian yang dirancang khusus untuk agen AI. Kesepakatan bernilai $275 juta (sekitar Rp4,3 triliun) ini menandai langkah agresif Nebius dalam memenangkan pasar Agentic AI.
Mengapa Tavily? Mesin Pencari untuk Robot
Di dunia manusia, kita memiliki Google dan Bing. Namun, bagi agen AI otonom—program yang dirancang untuk menyelesaikan tugas kompleks seperti coding, analisis pasar, atau riset akademis—mesin pencari tradisional seringkali tidak efisien. Iklan, pop-up, dan format HTML yang rumit memperlambat kinerja AI.
Di sinilah Tavily masuk. Tavily menyediakan API pencarian yang memberikan data mentah, terstruktur, dan faktual secara real-time, yang dioptimalkan agar mudah “dibaca” oleh Large Language Models (LLM). Dengan mengakuisisi Tavily, Nebius tidak hanya menjual daya komputasi (GPU), tetapi juga “mata dan telinga” bagi agen AI untuk memahami dunia terkini.
Membangun Ekosistem ‘Agentic AI’
Langkah ini sejalan dengan visi Nebius untuk menyediakan platform terpadu bagi pengembang AI. Setelah sebelumnya meluncurkan layanan inferensi, integrasi teknologi pencarian Tavily memungkinkan Nebius menawarkan solusi end-to-end: tempat untuk melatih model, menjalankannya, dan menghubungkannya ke internet secara aman.
“Akuisisi ini memajukan strategi Nebius untuk membangun platform terpadu di mana perusahaan AI vertikal dapat membangun, menyetel, dan menjalankan agen otonom,” ungkap pernyataan resmi perusahaan.
Apa Artinya bagi Industri?
Tahun 2026 diprediksi menjadi tahun kebangkitan agen otonom. Jika 2023-2025 adalah tentang chatbot (AI yang berbicara), maka 2026 adalah tentang agents (AI yang bertindak). Infrastruktur yang mendukung agen-agen ini menjadi komoditas paling berharga. Dengan mengamankan Tavily, Nebius memposisikan dirinya sebagai tulang punggung penting dalam ekonomi AI masa depan, bersaing langsung dengan pemain besar lainnya yang mulai melirik sektor ini.
Dilansir dari laporan Bloomberg dan Business Wire, transaksi ini diharapkan selesai pada paruh pertama tahun ini, tunduk pada persetujuan regulasi standar.

