Tuesday, February 24, 2026
HomeSainsTerobosan Fisika 2026: Mengukur Gravitasi Kuantum dengan Massa Terkecil dalam Sejarah

Terobosan Fisika 2026: Mengukur Gravitasi Kuantum dengan Massa Terkecil dalam Sejarah

Southampton, Inggris — Fisikawan telah mencapai tonggak sejarah baru dalam upaya menyatukan dua teori besar fisika: mekanika kuantum dan relativitas umum. Sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin oleh University of Southampton berhasil mendeteksi tarikan gravitasi lemah pada partikel mikroskopis yang melayang, massa terkecil yang gravitasinya pernah diukur dalam sejarah.

Eksperimen yang Menentang Batas

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal *Science Advances*, para ilmuwan menggunakan teknik levitasi magnetik untuk mengisolasi partikel magnet kecil di dalam lingkungan yang sangat dingin (hampir nol mutlak). Dengan meminimalkan gangguan eksternal seperti getaran dan medan listrik, mereka mampu mengukur tarikan gravitasi partikel tersebut yang sangat lemah—hanya sebesar 30 atto-Newton.

“Kami berhasil mengukur sinyal gravitasi dari massa yang ribuan kali lebih kecil dari yang pernah diukur sebelumnya,” ujar Dr. Tim Fuchs dari University of Southampton. Temuan ini membawa kita selangkah lebih dekat untuk memahami bagaimana gravitasi bekerja pada skala kuantum.

Menuju Teori Segala Sesuatu (Theory of Everything)

Selama satu abad, fisikawan berjuang untuk mendamaikan teori gravitasi Einstein (yang mengatur benda-benda besar seperti bintang dan galaksi) dengan mekanika kuantum (yang mengatur partikel subatomik). Keduanya bekerja sangat baik di domain masing-masing, tetapi bertentangan ketika digabungkan.

Eksperimen ini membuka pintu untuk menguji apakah gravitasi itu sendiri memiliki sifat kuantum. Jika gravitasi terbukti berperilaku seperti partikel kuantum lainnya, ini akan menjadi kunci untuk membangun “Teori Segala Sesuatu” yang telah lama dicari.

Teknologi Masa Depan

Selain implikasi teoritis, teknik pengukuran presisi tinggi yang dikembangkan dalam eksperimen ini juga dapat memicu inovasi sensor baru. Teknologi ini berpotensi digunakan untuk navigasi presisi, eksplorasi mineral bawah tanah, dan pemantauan aktivitas seismik dengan akurasi yang belum pernah ada sebelumnya.

Sumber:
– University of Southampton
– Science Advances Journal
– Leiden University

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments