Jakarta, INDFIR.COM – Sebuah fenomena langka di kosmos baru saja terungkap. Para astronom yang dipimpin oleh Kishalay De dari Flatiron Institute berhasil mendokumentasikan momen yang sangat jarang terjadi: sebuah bintang masif di Galaksi Andromeda (M31) tiba-tiba menghilang dari pandangan, bukan karena tertutup awan debu, melainkan karena runtuh secara langsung menjadi lubang hitam (black hole) tanpa melalui ledakan supernova yang dahsyat.
Kejadian ini, yang sering disebut sebagai “failed supernova” atau supernova gagal, memberikan bukti observasional paling lengkap hingga saat ini tentang bagaimana beberapa bintang terbesar di alam semesta mengakhiri hidupnya dengan “bisikan”, bukan “dentuman”.
Kematian Bintang yang Sunyi
Secara umum, teori evolusi bintang mengajarkan bahwa bintang dengan massa jauh lebih besar dari Matahari akan mengakhiri hidupnya dalam ledakan spektakuler yang disebut supernova. Ledakan ini begitu terang hingga bisa mengalahkan cahaya seluruh galaksi tempatnya bernaung untuk sementara waktu, menyebarkan elemen-elemen berat ke ruang angkasa, dan meninggalkan inti padat berupa bintang neutron atau lubang hitam.
Namun, pengamatan terbaru ini menunjukkan skenario yang berbeda. Bintang di Andromeda tersebut terlihat meredup dengan cepat dan kemudian lenyap begitu saja dari teleskop optik. Tidak ada kilatan cahaya menyilaukan yang biasanya menjadi tanda kematian bintang.
“Ini adalah rekaman observasional paling lengkap yang pernah kita miliki tentang sebuah bintang masif yang menghilang dan runtuh menjadi lubang hitam,” ungkap para peneliti dalam laporan yang dipublikasikan baru-baru ini.
Runtuh ke Dalam Kegelapan
Alih-alih meledak keluar, gravitasi bintang tersebut begitu kuat sehingga menarik seluruh materinya ke dalam. Inti bintang runtuh seketika, dan lapisan luarnya ikut terseret masuk ke dalam event horizon atau cakrawala peristiwa, di mana tidak ada cahaya yang bisa lolos.
Fenomena ini menjawab salah satu misteri besar dalam astrofisika: mengapa kita melihat begitu banyak lubang hitam masif (sekitar 30 kali massa Matahari atau lebih) yang tampaknya tidak mungkin terbentuk jika bintang harus kehilangan banyak massanya melalui ledakan supernova? Jawabannya mungkin ada pada proses “failed supernova” ini—di mana seluruh massa bintang dipertahankan dan langsung dikonversi menjadi lubang hitam raksasa.
Implikasi Bagi Sains
Penemuan yang dilakukan oleh tim Kishalay De ini, yang juga melibatkan pengamatan dari berbagai observatorium dunia, membuka jendela baru dalam pemahaman kita tentang siklus hidup bintang. Galaksi Andromeda, sebagai tetangga galaksi spiral terdekat Bima Sakti, menawarkan laboratorium alami yang sempurna untuk studi semacam ini karena jaraknya yang “hanya” 2,5 juta tahun cahaya memungkinkan pengamatan bintang individu secara mendetail.
“Kasus ini mengajarkan kita bahwa alam semesta masih menyimpan banyak cara untuk mengejutkan kita. Tidak semua raksasa jatuh dengan suara keras; beberapa pergi dalam keheningan yang menakutkan,” tambah laporan tersebut.
Dengan teknologi teleskop masa depan seperti Rubin Observatory yang akan segera beroperasi penuh, para astronom berharap dapat menemukan lebih banyak lagi bintang-bintang yang “menghilang” ini, membantu kita memetakan populasi lubang hitam yang selama ini tersembunyi di kegelapan alam semesta.
—
Dilansir dari EurekAlert! dan berbagai sumber jurnal astronomi internasional.

