Tuesday, February 24, 2026
HomeAstronomiMisteri Bintang yang Menghilang: Astronom Saksikan Detik-Detik Kelahiran Lubang Hitam di Galaksi...

Misteri Bintang yang Menghilang: Astronom Saksikan Detik-Detik Kelahiran Lubang Hitam di Galaksi Andromeda

INDFIR.COM — Sebuah fenomena alam semesta yang sangat langka dan misterius baru saja terungkap. Para astronom melaporkan penemuan sebuah bintang masif di galaksi tetangga kita, Andromeda (M31), yang tiba-tiba “lenyap” dari pandangan tanpa melalui ledakan supernova yang dahsyat. Alih-alih meledak dalam kemegahan cahaya, bintang tersebut diyakini langsung runtuh (collapse) menjadi sebuah lubang hitam.

Fenomena yang dikenal sebagai “supernova gagal” (failed supernova) ini memberikan catatan observasi paling lengkap yang pernah ada mengenai transformasi sebuah bintang menjadi lubang hitam secara langsung. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi Science pada 12 Februari 2026, dan menjadi tonggak sejarah baru dalam pemahaman kita tentang kematian bintang masif.

Detik-Detik Hilangnya M31-2014-DS1

Bintang yang menjadi pusat perhatian ini dinamai M31-2014-DS1. Terletak sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari Bumi, bintang ini dulunya adalah salah satu bintang paling terang di Galaksi Andromeda. Namun, sejarah hidupnya berakhir dengan cara yang sangat tidak biasa bagi bintang seukurannya.

Berdasarkan analisis data arsip selama lebih dari satu dekade, tim peneliti yang dipimpin oleh Kishalay De, seorang peneliti dari Flatiron Institute di bawah Simons Foundation, menemukan pola yang mengejutkan. Pada tahun 2014, pancaran cahaya inframerah dari bintang ini mulai menguat secara perlahan. Namun, pada tahun 2016, kecemerlangan bintang tersebut merosot tajam hingga hampir tidak terdeteksi dalam spektrum cahaya tampak hanya dalam waktu satu tahun.

“Bayangkan jika bintang Betelgeuse tiba-tiba menghilang dari langit malam. Semua orang pasti akan terheran-heran. Hal itulah yang terjadi pada bintang ini di Galaksi Andromeda,” ungkap Kishalay De dalam rilis resminya yang dilansir dari EurekAlert!.

Pengamatan terbaru pada tahun 2022 dan 2023 menunjukkan bahwa bintang tersebut benar-benar telah “gaib”. Kecerahannya kini hanya tersisa satu per sepuluh ribu dari kondisi aslinya di spektrum cahaya tampak. Sisa-sisanya hanya bisa dideteksi melalui radiasi inframerah menengah, itu pun dengan tingkat kecerahan yang sangat rendah.

Mengapa Supernova Gagal Terjadi?

Secara teori, bintang-bintang masif dengan berat 10 kali atau lebih dari massa Matahari kita seharusnya mengakhiri hidup mereka dengan ledakan supernova. Proses ini terjadi ketika inti bintang kehabisan bahan bakar nuklir dan runtuh akibat gravitasinya sendiri, memicu gelombang kejut yang melontarkan lapisan luar bintang ke luar angkasa.

Namun, dalam kasus M31-2014-DS1, gelombang kejut yang dipicu oleh emisi neutrino tampaknya gagal mendorong materi bintang keluar dengan cukup kuat. Akibatnya, sebagian besar materi bintang justru jatuh kembali (fall back) ke pusat, menumpuk massa pada inti yang sangat padat hingga akhirnya membentuk lubang hitam.

Salah satu kunci utama dalam penemuan ini adalah peran konveksi. Tim peneliti menemukan bahwa perbedaan suhu yang ekstrem antara inti bintang yang panas dan lapisan luar yang lebih dingin menyebabkan pergerakan gas yang sangat dinamis. Konveksi ini mencegah seluruh materi bintang tersedot seketika ke dalam lubang hitam yang baru lahir.

“Material ini memiliki momentum sudut, sehingga ia berputar mengelilingi lubang hitam alih-alih jatuh langsung ke dalamnya dalam hitungan bulan,” jelas Andrea Antoni, rekan peneliti di Flatiron Institute. Proses inilah yang menyebabkan munculnya pancaran inframerah yang bertahan selama bertahun-tahun—sebuah “cahaya sisa” yang menjadi bukti bisu kelahiran sebuah lubang hitam.

Signifikansi bagi Ilmu Astronomi

Penemuan ini bukan sekadar menambah daftar objek luar angkasa yang aneh. Ia menjadi mata rantai penting dalam memahami evolusi bintang dan populasi lubang hitam di alam semesta. Selama hampir 50 tahun, para ilmuwan telah mengetahui keberadaan lubang hitam, namun proses spesifik bagaimana sebuah bintang memilih untuk meledak (supernova) atau langsung runtuh (failed supernova) masih menjadi misteri besar.

Dengan data dari proyek NEOWISE milik NASA serta berbagai teleskop darat dan antariksa lainnya, para astronom kini memiliki prototipe fisik untuk mempelajari kelahiran lubang hitam secara langsung. Objek M31-2014-DS1 kini menjadi pembanding utama bagi penemuan serupa sebelumnya, seperti bintang NGC 6946-BH1 yang juga menunjukkan tanda-tanda serupa satu dekade lalu.

Ke depannya, Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih detail mengenai debu dan gas yang mengelilingi lubang hitam baru ini. Karena sisa-sisanya diprediksi akan terus terlihat selama beberapa dekade mendatang, M31-2014-DS1 akan menjadi laboratorium alami bagi para ilmuwan untuk mempelajari bagaimana materi berinteraksi dengan gravitasi ekstrem di detik-detik awal pembentukan lubang hitam.

Sumber: Science, NASA NEOWISE, Simons Foundation, Flatiron Institute, Reuters.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments