Tuesday, February 24, 2026
HomeTeknologiMatia Raih Pendanaan Seri A $21 Juta: Infrastruktur Data Terpadu untuk Era...

Matia Raih Pendanaan Seri A $21 Juta: Infrastruktur Data Terpadu untuk Era AI

Jakarta, 14 Februari 2026* – Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri, infrastruktur data yang menjadi fondasinya sering kali terabaikan atau menjadi terlalu kompleks. Menjawab tantangan ini, startup teknologi data *Matia Inc. baru saja mengumumkan keberhasilan meraih pendanaan Seri A sebesar $21 juta (sekitar Rp 325 miliar). Pendanaan ini dipimpin oleh Red Dot Capital Partners dan menandai langkah besar menuju penyederhanaan tumpukan data modern (modern data stack) yang selama ini terfragmentasi.

Mengatasi “Tool Sprawl” dalam Pengelolaan Data

Selama satu dekade terakhir, tim data di seluruh dunia bergulat dengan apa yang disebut sebagai tool sprawl*—fenomena di mana perusahaan menggunakan belasan alat berbeda hanya untuk memindahkan, memantau, dan menganalisis data mereka. Biasanya, sebuah perusahaan memerlukan alat terpisah untuk *ETL* (Extract, Transform, Load), *Reverse ETL, katalog data, dan observabilitas data.

Matia hadir dengan pendekatan berbeda: Unified DataOps Platform. Platform ini menggabungkan seluruh fungsi krusial tersebut ke dalam satu antarmuka terpadu.

“Infrastruktur data telah menjadi terlalu rumit dan terpecah-pecah,” ujar Benjamin Segal, CEO dan Co-founder Matia. “Kami memberikan solusi ‘satu atap’ yang memungkinkan tim data untuk fokus pada inovasi, bukan pemeliharaan pipa data yang rapuh.”

Infrastruktur Siap AI (AI-Ready Infrastructure)

Salah satu nilai jual utama Matia adalah kesiapannya dalam mendukung inisiatif AI perusahaan. Dalam era Generative AI, model cerdas hanya akan sebaik data yang melatihnya. Data yang tidak terkelola dengan baik, kotor, atau tidak memiliki konteks yang jelas akan menghasilkan output AI yang tidak akurat (halusinasi).

Matia mengklaim platform mereka mampu menyediakan lapisan data yang AI-ready dengan fitur-fitur seperti:
* Observabilitas Real-time: Mendeteksi anomali data seketika sebelum data tersebut masuk ke model AI atau dasbor analitik.
Katalog Data Terintegrasi: Memberikan konteks penuh tentang asal-usul dan definisi data, yang krusial bagi *data scientist dan insinyur AI.
* Reverse ETL: Memungkinkan hasil analisis AI dikirimkan kembali ke aplikasi bisnis (seperti Salesforce atau HubSpot) secara otomatis.

Dukungan Investor dan Rencana Masa Depan

Putaran pendanaan Seri A ini dipimpin oleh Red Dot Capital Partners, dengan partisipasi dari investor sebelumnya seperti Leaders Fund, Secret Chord Ventures, dan Caffeinated Capital. Total pendanaan yang diraih Matia kini mencapai lebih dari $31 juta.

Dana segar ini rencananya akan digunakan untuk mempercepat pengembangan produk, termasuk fitur “AI Data Engineer”—sebuah agen otonom yang dapat membantu membangun dan memperbaiki pipa data secara otomatis.

“Matia mendefinisikan ulang tumpukan data untuk beban kerja AI,” kata Danielle Ardon Baratz dari Red Dot Capital. “Mereka menonjol dengan mengonsolidasikan fungsi data kritis ke dalam satu platform yang benarbenar mengurangi beban operasional.”

Dampak Bagi Industri

Langkah Matia ini sejalan dengan tren global menuju konsolidasi alat (tool consolidation). Di tengah ketidakpastian ekonomi, perusahaan mencari cara untuk mengurangi biaya berlangganan perangkat lunak (SaaS) dan meningkatkan efisiensi. Matia melaporkan bahwa pelanggannya, yang mencakup nama-nama besar seperti Ramp, HoneyBook, dan Drata, berhasil mengurangi Total Biaya Kepemilikan (TCO) rata-rata sebesar 78%.

Kehadiran platform seperti Matia menjadi sinyal kuat bahwa era pengelolaan data yang rumit dan terkotak-kotak akan segera berakhir, digantikan oleh sistem yang lebih cerdas, terpadu, dan otomatis.


Sumber: Dilansir dari Business Wire dan analisis SiliconANGLE.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments