Tuesday, February 24, 2026
HomeAstronomiMisteri ASASSN-24fw: Objek Raksasa Bercincin Ditemukan Sembunyi di Balik Bintang yang Meredup

Misteri ASASSN-24fw: Objek Raksasa Bercincin Ditemukan Sembunyi di Balik Bintang yang Meredup

INDFIR.COM – Para astronom baru saja mengungkap tabir misteri di balik perilaku aneh sebuah bintang jauh yang terletak sekitar 3.200 tahun cahaya dari Bumi. Bintang tersebut, yang dikenal sebagai ASASSN-24fw, sempat “menghilang” atau meredup secara drastis selama sembilan bulan, memicu tanda tanya besar di kalangan komunitas sains internasional.

Kini, sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Monthly Notices of the Royal Astronomical Society (MNRAS) memberikan jawaban yang mencengangkan: bintang tersebut kemungkinan besar tertutup oleh objek raksasa bercincin, mirip dengan Saturnus namun dalam skala yang jauh lebih kolosal.

Kejadian Langka di Rasi Bintang Monoceros

Bintang ASASSN-24fw adalah bintang tipe-F, yang sedikit lebih besar dan lebih panas daripada Matahari kita. Terletak di rasi bintang Monoceros (Sang Unicorn), bintang ini telah dipantau selama lebih dari satu dekade oleh jaringan teleskop All Sky Automated Survey for SuperNovae (ASAS-SN). Selama bertahun-tahun, ASASSN-24fw tampak stabil dan tidak menunjukkan tanda-tanda anomali, hingga pada akhir tahun 2024, kecemerlangannya tiba-tiba anjlok secara signifikan.

Meredupnya bintang ini bukan sekadar fluktuasi kecil. Cahaya dari ASASSN-24fw turun hingga lebih dari 4 magnitudo, yang berarti ia menjadi puluhan kali lebih redup dari biasanya. Fenomena ini berlangsung selama sekitar 200 hari hingga sembilan bulan sebelum akhirnya bintang tersebut kembali ke tingkat kecerahan normalnya pada pertengahan tahun 2025.

“Saucer” Raksasa: Brown Dwarf Bercincin

Tim peneliti internasional yang dipimpin oleh para astronom terkemuka melakukan pemodelan intensif untuk menjelaskan peristiwa okultasi (penutupan cahaya) ini. Mereka menyimpulkan bahwa penyebab paling masuk akal adalah lewatnya sebuah objek pendamping substellar—kemungkinan besar sebuah brown dwarf (katai cokelat) atau planet gas raksasa (super-Jupiter)—di depan bintang tersebut jika dilihat dari perspektif Bumi.

Namun, objek itu sendiri tidak cukup besar untuk menyebabkan pemadaman cahaya selama sembilan bulan. Rahasianya terletak pada sistem cincin yang mengelilinginya. Objek ini diyakini dikelilingi oleh piringan debu dan material yang sangat padat dan luas, membentuk struktur seperti “saucer” atau piring terbang yang sangat lebar.

Analisis menunjukkan bahwa sistem cincin ini memiliki lebar sekitar 16 kali diameter bintang ASASSN-24fw itu sendiri, atau membentang hingga sekitar 0,17 Satuan Astronomi (AU). Sebagai perbandingan, jarak ini setara dengan hampir setengah jarak dari Matahari ke planet Merkurius. Ring yang sangat tebal secara optik inilah yang memblokir sebagian besar cahaya bintang selama berbulan-bulan saat ia melintas.

Mirip dengan “Super Saturnus” J1407b

Penemuan ini mengingatkan para astronom pada objek legendaris J1407b, yang sering dijuluki sebagai “Super Saturnus” karena sistem cincinnya yang 200 kali lebih besar dari cincin Saturnus. ASASSN-24fw kini menjadi salah satu dari sedikit sistem yang diketahui memiliki sistem cincin substellar yang begitu masif di luar tata surya kita.

“Objek seperti ini memberikan kita wawasan unik tentang pembentukan sistem planet,” ujar salah satu peneliti. “Sistem cincin yang begitu luas menunjukkan bahwa proses pembentukan bulan di sekitar planet raksasa atau katai cokelat bisa berlangsung sangat dinamis dan melibatkan jumlah material yang luar biasa banyak.”

Jejak Debu dan Evolusi Sistem Bintang

Selain sistem cincin yang menyebabkan okultasi, para ilmuwan juga menemukan adanya “infrared excess” atau kelebihan radiasi inframerah dari sistem ASASSN-24fw. Hal ini menunjukkan bahwa bintang utama itu sendiri mungkin dikelilingi oleh piringan debris (puing-puing) miliknya sendiri, yang mungkin merupakan sisa-sisa dari tabrakan antar planet atau proses pembentukan planet yang masih berlangsung.

Kombinasi antara sistem cincin pada objek pendamping dan piringan debu di sekitar bintang induk menjadikan ASASSN-24fw sebagai laboratorium alam yang sempurna bagi para ilmuwan untuk mempelajari bagaimana debu dan gas berevolusi menjadi sistem planet yang kompleks.

Mengapa Penemuan Ini Penting?

Penemuan ASASSN-24fw sangat penting karena beberapa alasan. Pertama, peristiwa okultasi berdurasi panjang oleh sistem cincin sangat jarang terdeteksi. Kedua, memahami bagaimana cincin yang begitu padat bisa stabil di sekitar objek substellar menantang model fisika orbital kita saat ini. Dan ketiga, dengan semakin canggihnya survei langit, para astronom berharap dapat menemukan lebih banyak lagi “raksasa bercincin” ini untuk memahami apakah sistem seperti Saturnus adalah hal yang umum di alam semesta.

Saat ini, para astronom terus memantau ASASSN-24fw dengan berbagai instrumen, termasuk teleskop luar angkasa, untuk mencari tanda-tanda transit berikutnya. Meskipun mungkin butuh waktu puluhan tahun sebelum objek bercincin itu kembali melintas, data yang dikumpulkan selama sembilan bulan “kegelapan” tersebut telah memberikan kontribusi besar bagi ilmu pengetahuan modern.

Sumber: Monthly Notices of the Royal Astronomical Society (MNRAS), Space.com, NASA.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments