Tuesday, February 24, 2026
HomeTeknologiEropa Bersatu Bangun Reaktor Nuklir Generasi Baru: EAGLES dan Newcleo Kembangkan LEANDREA

Eropa Bersatu Bangun Reaktor Nuklir Generasi Baru: EAGLES dan Newcleo Kembangkan LEANDREA

Brussels, Belgia – Dalam langkah bersejarah bagi masa depan energi nuklir Eropa, konsorsium EAGLES (European Advanced Generation Lead-cooled European System) resmi menandatangani perjanjian kolaborasi dengan Newcleo, perusahaan pengembang reaktor inovatif asal Prancis. Kedua pihak akan bekerja sama membangun LEANDREA, sebuah demonstrator teknologi reaktor cepat berpendingin timah hitam (lead-cooled fast reactor/LFR) di Mol, Belgia.

Pengumuman yang disambut antusias oleh komunitas energi nuklir global ini menandai konsolidasi kekuatan riset dan pengembangan LFR terbesar di Eropa. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat komersialisasi teknologi reaktor nuklir generasi keempat (Gen IV) yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Apa Itu LEANDREA dan Mengapa Penting?

LEANDREA, singkatan dari Lead-cooled European Advanced Nuclear Demonstrator Reactor, adalah reaktor modular kecil (Small Modular Reactor/SMR) yang menggunakan timah hitam cair sebagai media pendingin, bukan air seperti pada reaktor konvensional. Pendekatan ini menawarkan beberapa keunggulan fundamental yang membuatnya menjadi kandidat kuat untuk masa depan energi bersih dunia.

Pertama, keamanan pasif. Reaktor berpendingin timah hitam memiliki karakteristik keamanan inheren yang memungkinkan pendinginan alami tanpa memerlukan sistem pompa aktif. Artinya, bahkan dalam skenario terburuk sekalipun, reaktor dapat mendinginkan dirinya sendiri secara otomatis – menghilangkan risiko meltdown seperti yang terjadi di Fukushima.

Kedua, efisiensi bahan bakar. LFR mampu memanfaatkan bahan bakar nuklir hingga 100 kali lebih efisien dibandingkan reaktor air ringan konvensional. Bahkan, teknologi ini berpotensi menggunakan kembali limbah nuklir dari reaktor lama sebagai bahan bakar, mengubah masalah menjadi solusi.

Ketiga, keberlanjutan. Dengan kemampuan beroperasi pada suhu tinggi, LFR dapat digunakan tidak hanya untuk pembangkit listrik, tetapi juga untuk produksi hidrogen bersih dan proses industri lainnya yang membutuhkan panas tinggi.

Konsorsium EAGLES: Kekuatan Empat Negara

Konsorsium EAGLES sendiri diluncurkan pada Juni 2025 oleh empat organisasi teknologi nuklir terkemuka Eropa: SCK-CEN (pusat riset nuklir Belgia), ENEA (badan energi nasional Italia), Ansaldo Nucleare (perusahaan nuklir Italia), dan RATEN (organisasi R&D nuklir Rumania). Target utama mereka adalah mengembangkan dan mengomersialkan EAGLES-300, sebuah SMR berpendingin timah hitam Generasi IV, dengan demonstrasi pertama ditargetkan pada 2035 dan komersialisasi global pada 2039.

Roadmap pengembangan mengadopsi pendekatan bertahap: dimulai dengan LEANDREA sebagai demonstrator teknologi di Mol, Belgia (ditargetkan selesai 2034), diikuti oleh ALFRED (Advanced Lead Fast Reactor European Demonstrator) di Pitești, Rumania, yang akan menjadi batu loncatan menuju penerapan komersial.

Newcleo: Startup Nuklir Paling Ambisius di Eropa

Di sisi lain, Newcleo yang berkantor pusat di Paris memiliki roadmap pengembangan yang bahkan lebih agresif. Perusahaan ini menargetkan prototipe non-nuklir pertama LFR-nya siap pada 2026 di Italia, dengan reaktor LFR-AS-200 pertama beroperasi di Prancis pada awal 2032. Keputusan investasi final untuk pembangkit listrik komersial pertama diharapkan sekitar 2029.

“Dengan menandatangani perjanjian ini, kami mendefinisikan ulang reaktor cepat berpendingin timah hitam sebagai teknologi reaktor maju acuan Eropa,” ujar Stefano Buono, CEO dan pendiri Newcleo. “Bersama EAGLES, kami menggabungkan puluhan tahun riset kelas dunia tentang LFR demi keuntungan kedua organisasi.”

Buono menambahkan bahwa kolaborasi ini akan mengonsolidasikan daya saing industri nuklir Eropa, memungkinkannya berkembang dengan kecepatan tinggi dan bersaing dalam perlombaan global menuju era baru penerapan energi nuklir.

Sinergi untuk Efisiensi

Poin kunci dari perjanjian ini adalah pembagian dukungan teknik dan kontribusi yang setara antara EAGLES dan Newcleo dalam pengembangan LEANDREA. Kedua pihak akan mengidentifikasi dan mengoordinasikan aktivitas R&D yang sudah direncanakan dalam roadmap masing-masing, dengan tujuan meminimalkan tumpang tindih dalam pengembangan teknologi.

“Membawa teknologi nuklir maju menuju kematangan dan kesiapan pasar di Eropa membutuhkan sinergi lintas batas negara untuk memanfaatkan semua keahlian yang tersedia secara optimal,” kata Roberto Adinolfi, Ketua Komite Pengarah EAGLES dan Ansaldo Nucleare. “Melalui kerja sama LEANDREA dengan Newcleo, kami dapat mengurangi duplikasi, mengoptimalkan sumber daya, dan mempersingkat timeline menuju tujuan kami.”

Setelah beroperasi, fasilitas LEANDREA akan memberikan kapasitas iradiasi yang signifikan untuk menguji material dan bahan bakar baru bagi reaktor cepat, mendukung roadmap kedua organisasi menuju komersialisasi.

Dampak Global dan Masa Depan Energi Bersih

Kolaborasi EAGLES-Newcleo ini tidak hanya penting bagi Eropa, tetapi juga memiliki implikasi global. Pada saat dunia berlomba-lomba mengurangi emisi karbon dan mencari alternatif energi yang andal, teknologi LFR menawarkan solusi yang menjanjikan. Berbeda dengan energi terbarukan seperti surya dan angin yang bersifat intermiten, reaktor nuklir dapat menyediakan listrik baseload 24/7 tanpa emisi karbon.

Peter Baeten, General Manager SCK-CEN, menegaskan pentingnya langkah ini: “Sebagai demonstrator teknologi dan fasilitas pengujian material dan bahan bakar, LEANDREA merupakan langkah krusial dalam memvalidasi lebih lanjut teknologi reaktor cepat berpendingin timah hitam. Kami sangat senang Newcleo bergabung dengan Konsorsium EAGLES dalam desain dan konstruksi infrastruktur ini.”

Dengan investasi besar dan komitmen dari empat negara Eropa plus kekuatan inovasi Newcleo, proyek LEANDREA menjadi salah satu upaya paling ambisius di dunia untuk mewujudkan era baru energi nuklir yang lebih aman, bersih, dan berkelanjutan. Pertanyaannya bukan lagi apakah teknologi ini akan berhasil, melainkan seberapa cepat Eropa dapat mewujudkannya menjadi kenyataan komersial.

Sumber: World Nuclear News, GlobeNewsWire

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments