Jakarta, IndFir News – Dunia komputasi sedang berada di ambang revolusi besar. Para ilmuwan baru-baru ini berhasil mendemonstrasikan kemampuan komputer neuromorfik—jenis perangkat keras yang dirancang meniru cara kerja otak manusia—untuk memecahkan masalah fisika kompleks dengan efisiensi energi yang jauh melampaui komputer konvensional.
Apa Itu Komputer Neuromorfik?
Berbeda dengan komputer tradisional yang memproses data secara berurutan menggunakan arsitektur von Neumann (memisahkan memori dan pemrosesan), komputer neuromorfik mengintegrasikan keduanya, mirip dengan neuron dan sinapsis di otak manusia. Pendekatan ini memungkinkan pemrosesan informasi secara paralel dan event-driven, yang dikenal sebagai Spiking Neural Networks (SNNs).
Studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Machine Intelligence menunjukkan bahwa sistem ini tidak hanya lebih cepat, tetapi juga ribuan kali lebih hemat energi saat menangani simulasi dinamika fluida dan persamaan diferensial non-linear yang rumit.
Mengapa Ini Penting untuk Fisika?
Simulasi fisika, seperti memodelkan dinamika iklim, prediksi cuaca ekstrem, atau interaksi molekul obat, membutuhkan daya komputasi yang masif. Superkomputer saat ini sering kali terkendala oleh konsumsi energi yang besar dan bottleneck transfer data.
“Kami menemukan bahwa dengan meniru struktur biologis otak, kami dapat menyelesaikan persamaan fisika tertentu dengan akurasi tinggi namun dengan fraksi energi yang digunakan oleh GPU modern,” jelas salah satu peneliti utama dalam studi tersebut.
Keunggulan Utama:
- Efisiensi Energi Ekstrem: Mengurangi jejak karbon dari pusat data AI secara signifikan.
- Pemrosesan Real-Time: Cocok untuk aplikasi robotika otonom yang perlu bereaksi terhadap hukum fisika dunia nyata secara instan.
- Skalabilitas: Mampu menangani kompleksitas yang meningkat tanpa lonjakan kebutuhan daya yang linear.
Masa Depan Komputasi Hijau
Temuan ini menandai langkah penting menuju Green AI atau kecerdasan buatan yang ramah lingkungan. Seiring dengan meningkatnya permintaan akan model AI yang lebih besar dan simulasi ilmiah yang lebih detail, beralih ke arsitektur neuromorfik mungkin menjadi kunci keberlanjutan teknologi masa depan.
Meski masih dalam tahap penelitian dan pengembangan awal untuk skala komersial, komputer neuromorfik menjanjikan masa depan di mana simulasi alam semesta dapat dilakukan di perangkat yang tidak lebih boros energi daripada bola lampu rumah tangga.

