Tuesday, February 24, 2026
HomeMoviesRekomendasi Film Streaming Februari 2026: Dari Wuthering Heights hingga Face/Off Remastered

Rekomendasi Film Streaming Februari 2026: Dari Wuthering Heights hingga Face/Off Remastered

Los Angeles, AS – Bulan Februari 2026 menjadi surga bagi para pecinta film. Platform streaming besar seperti Netflix, Prime Video, Starz, dan Paramount+ berlomba-lomba menghadirkan konten terbaik mereka, mulai dari adaptasi sastra klasik yang epik hingga film-film aksi legendaris yang kembali hadir dalam kualitas terbaik. Berikut adalah panduan lengkap tontonan wajib bulan ini yang akan membuat Anda betah di depan layar.

Wuthering Heights: Margot Robbie dan Jacob Elordi dalam Adaptasi Gotik Paling Ditunggu

Salah satu rilis paling dinanti bulan ini adalah adaptasi terbaru novel klasik Emily Brontë, Wuthering Heights, yang tayang di Prime Video sejak 4 Februari. Film ini dibintangi oleh Margot Robbie sebagai Catherine Earnshaw dan Jacob Elordi sebagai Heathcliff – pasangan yang menjanjikan chemistry eksplosif di layar.

Novel Wuthering Heights sendiri telah diadaptasi berkali-kali sejak versi William Wyler tahun 1939 yang dibintangi Laurence Olivier. Namun, versi 2026 ini menawarkan pendekatan visual yang lebih modern dan emosional, dengan sinematografi yang menangkap keindahan brutal dataran tinggi Yorkshire secara memukau. Bagi penggemar sastra romantis dan drama gotik, ini adalah tontonan wajib.

Hurry Up Tomorrow: Film Ambisius The Weeknd

Abel Tesfaye, atau lebih dikenal sebagai The Weeknd, membuat lompatan berani ke dunia perfilman dengan Hurry Up Tomorrow, yang kini tayang di Starz. Film ini merupakan tie-in naratif dari album 2025-nya dengan judul yang sama, dan menampilkan Jenna Ortega serta Barry Keoghan dalam peran pendukung utama.

Disutradarai oleh Trey Edward Shults (Waves, It Comes At Night), film ini mengikuti versi fiksi ringan dari The Weeknd yang jatuh cinta pada seorang gadis misterius (Ortega) sementara realitas di sekelilingnya mulai runtuh. Meskipun performanya di box office kurang memuaskan (hanya meraup USD 7,8 juta dari budget USD 15 juta), kritikus mengakui keindahan visual dan ambisi artistiknya yang patut diapresiasi.

Us: Mahakarya Horor Jordan Peele Kembali

Sambil menunggu film keempat Jordan Peele sebagai sutradara, Paramount+ menghadirkan kembali Us (2019) – film yang oleh banyak kritikus dianggap sebagai karya terbaik Peele. Dibintangi oleh Lupita Nyong’o dalam penampilan yang layak Oscar dan Winston Duke, film ini bercerita tentang sebuah keluarga yang berlibur di rumah pantai mereka, hanya untuk diserang oleh doppelgänger mengerikan yang disebut “The Tethered”.

Peele dengan brilian menyintesis referensi budaya pop yang tak terhitung – dari Lost Boys hingga kampanye Hands Across America – menjadi visi yang unik, ikonik, dan sangat mengganggu. Jika Get Out memperkenalkan Peele sebagai pembuat film paling menarik, maka Us mengukuhkannya sebagai visioner generasi.

Face/Off: Klasik Aksi John Woo di Era Streaming

Paramount+ juga menghadirkan Face/Off (1997), film aksi legendaris karya sutradara Hong Kong John Woo yang membintangkan John Travolta dan Nicolas Cage. Dalam premis yang gila namun menghibur, seorang agen FBI (Travolta) menjalani operasi eksperimental untuk menukar wajahnya dengan seorang teroris (Cage) yang sedang koma – hanya untuk kekacauan total terjadi ketika sang teroris terbangun.

Daya tarik utama film ini terletak pada aksi-aksi spektakuler khas John Woo: mulai dari baku tembak di apartemen dengan iringan lagu “Over the Rainbow” hingga pengejaran speedboat klimaks yang memompa adrenalin. Di era streaming, Face/Off tetap relevan sebagai bukti bahwa film aksi bisa menjadi seni tingkat tinggi.

In the Blink of an Eye: Permata Tersembunyi

Bagi penggemar film yang mencari sesuatu yang berbeda, In the Blink of an Eye menjadi salah satu permata tersembunyi bulan ini. Film ini disebut-sebut memiliki sentuhan halus Cloud Atlas, The Fountain, dan 2001: A Space Odyssey – sebuah perjalanan sinematik yang menantang sekaligus memukau.

Film-film seperti ini sering kali terlewatkan oleh penonton mainstream, namun justru menjadi favorit di kalangan sinefil yang mencari narasi non-konvensional dan pengalaman visual yang mendalam.

Adaptasi Sastra Klasik: Tren yang Tak Pernah Padam

Menariknya, tren adaptasi sastra klasik ke layar lebar tampaknya semakin kuat di 2026. Selain Wuthering Heights, Rotten Tomatoes mencatat setidaknya 20 adaptasi sastra klasik terbaik yang sukses mengubah “bacaan wajib” di sekolah menjadi sinema yang memukau.

Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah dominasi franchise superhero dan sekuel, masih ada ruang besar untuk cerita-cerita orisinal yang berakar dari warisan sastra dunia. Studio-studio besar tampaknya menyadari bahwa nama-nama seperti Brontë, Austen, dan Shakespeare memiliki daya tarik komersial yang tak lekang oleh waktu.

Tips Menonton: Cara Memaksimalkan Pengalaman Streaming

Dengan begitu banyaknya pilihan, berikut beberapa tips untuk memaksimalkan pengalaman menonton Anda di bulan Februari:

Pertama, prioritaskan rilis eksklusif. Film seperti Wuthering Heights dan Hurry Up Tomorrow hanya tersedia di platform tertentu, jadi pastikan langganan Anda aktif. Kedua, jangan abaikan film-film indie dan tersembunyi. Beberapa karya terbaik tahun ini justru datang dari film-film yang tidak banyak dipromosikan. Ketiga, manfaatkan fitur watchlist. Simpan film-film yang menarik perhatian Anda agar tidak terlewatkan di tengah banjir konten baru.

Februari 2026 membuktikan bahwa dunia streaming terus menjadi tempat terbaik untuk menemukan beragam pengalaman sinematik – dari blockbuster hingga karya seni independen. Selamat menonton!

Sumber: The Wrap, Cosmopolitan

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments