Ketiga Broker di Inggris Melaporkan Kenaikan Pembiayaan Aset
Para broker di Inggris melaporkan adanya kenaikan signifikan dalam aplikasi pembiayaan aset pada paruh kedua tahun ini, menandakan bahwa pasar pembiayaan tetap aktif meskipun kondisi ekonomi menghadapi ketidakpastian yang berlarut. Riset terbaru yang dirilis oleh Allica Bank mengungkapkan bahwa teknologi mulai memainkan peran krusial dalam mempercepat proses pengambilan keputusan kredit, sehingga membantu broker melayani nasabah dengan cara yang jauh lebih efisien.
Pembiayaan aset sendiri merupakan skema pembiayaan yang dirancang khusus untuk membantu bisnis mendapatkan aset produktif tanpa harus mengeluarkan modal yang besar di awal. Aset-aset ini bisa berupa kendaraan operasional, mesin produksi, atau perangkat IT yang dibutuhkan dalam operasional bisnis sehari-hari. Di tengah kondisi biaya yang tidak pasti dan arah kebijakan pemerintah yang berubah-ubah, skema pembiayaan seperti ini menjadi salah satu cara yang paling efektif bagi perusahaan untuk memastikan arus kas tetap berjalan sekaligus tetap berinvestasi pada alat produksi yang diperlukan.
Fakta Utama dari Survei Allica Bank
Dalam survei komprehensif yang dirilis Allica Bank, ditemukan bahwa 29 persen broker menyatakan adanya peningkatan dalam aplikasi pembiayaan aset pada paruh kedua tahun ini. Angka ini menunjukkan kenaikan dari 26 persen pada survei yang dilakukan enam bulan sebelumnya. Di sisi lain, 26 persen broker melaporkan tidak ada perubahan yang material dalam volume permintaan, mengindikasikan bahwa permintaan relatif stabil dan tidak mengalami fluktuasi yang ekstrem.
Namun, survei juga menunjukkan gambaran yang lebih kompleks. Sebanyak 45 persen broker mengaku mengalami penurunan dalam jumlah aplikasi, dan penurunan ini banyak dikaitkan langsung dengan perusahaan-perusahaan yang menunda atau menunda kembali rencana peremajaan atau penggantian peralatan karena kondisi ketidakpastian ekonomi yang masih melanda pasar.
Kecepatan dan Efisiensi Keputusan Pemberian Pembiayaan
Peningkatan yang disebut melampaikan angka yang dilaporkan enam bulan sebelumnya, menunjukkan bahwa pasar menjadi lebih selektif—kecepatan dan kepastian proses menjadi faktor pembeda yang semakin penting.
Bagi broker, percepatan ini berarti proses yang lebih jelas, waktu tunggu yang lebih singkat, dan potensi closing yang lebih cepat ketika nasabah siap berinvestasi. Dalam konteks pasar yang “lebih selektif”, kecepatan dan kepastian proses menjadi faktor pembeda yang semakin penting.
Outlook 2026: Optimisme Hati-hati Ke Depan
Ke depan, sentimen broker digambarkan “cautiously optimistic” (optimis namun tetap waspada). Sekitar 39% broker menyatakan percaya diri terhadap pertumbuhan pada 2026 (termasuk 9% yang sangat percaya diri), sementara 38% bersikap netral dan 23% menyatakan khawatir terhadap prospek pertumbuhan.
Faktor yang mendorong perbaikan sentimen antara lain ekspektasi stabilisasi suku bunga, arah kebijakan yang lebih jelas, dan adaptasi bisnis terhadap tekanan biaya (termasuk kenaikan National Insurance). Brandon Hall dari Allica Bank menilai aktivitas pasar tidak hilang, melainkan menjadi lebih selektif—perusahaan cenderung lebih lama mengambil keputusan dan mengandalkan broker untuk membantu menentukan momentum investasi yang tepat.
Analisis Mendalam: Mengapa Permintaan Naik?
Kendati berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi, terdapat beberapa faktor yang mendorong kenaikan dalam aplikasi pembiayaan aset:
- Teknologi sebagai Enabler Utama: Lebih dari dua pertiga (69%) broker menyatakan bahwa digital underwriting, otomatisasi proses, dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses penilaian risiko telah meningkat secara signifikan. Teknologi ini membantu mempercepat seluruh siklus pengambilan keputusan, dari pengajuan aplikasi hingga persetujuan kredit.
- Permintaan Tertahan (Pent-up Demand): Para broker menilai bahwa penundaan yang dilakukan perusahaan saat ini berpotensi menciptakan lonjakan permintaan yang tertahan (pent-up demand) yang bisa kembali muncul dan menjadi realisasi pada periode-periode mendatang ketika kondisi ekonomi mulai membaik.
- Aset yang Tahan (Soft Assets): Aset kategori “soft” seperti perangkat IT dan software disebut sebagai salah satu kategori aset yang paling mungkin diminati ketika perusahaan mulai kembali melanjutkan belanja modal (capital spending) mereka.
Sektor yang Paling Aktif Berinvestasi
Survei juga mencatat bahwa perusahaan-perusahaan yang beroperasi di berbagai sektor masih terus melakukan investasi modal, dengan beberapa sektor menonjol karena aktivitasnya yang paling tinggi:
- Sektor Konstruksi: Perusahaan konstruksi terus berinvestasi dalam peralatan dan kendaraan untuk mendukung proyek-proyek yang sedang berjalan.
- Sektor Transportasi dan Logistik: Perusahaan di sektor ini terus meng-upgrade armada mereka untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memenuhi permintaan pengiriman.
- Sektor Energi Terbarukan (Renewables): Sektor energi terbarukan masuk ke dalam tiga besar sektor yang memiliki permintaan tertinggi untuk pertama kalinya dalam pemetaan permintaan versi broker, menandakan komitmen kuat terhadap transisi energi hijau.
Sementara itu, sebagian segmen kendaraan dan alat berat (haulage) diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat karena perusahaan cenderung akan “memeras” atau memaksimalkan penggunaan aset yang sudah ada sebelum mengganti dengan unit baru. Pola seperti ini lazim terjadi ketika pelaku usaha menahan ekspansi dan memprioritaskan efisiensi biaya di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Peran Kritis Teknologi dalam Pembiayaan Aset
Teknologi menjadi salah satu sorotan penting dalam laporan ini, karena berdampak langsung dan nyata terhadap pengalaman baik broker maupun nasabah dalam proses pembiayaan aset:
- Digital Underwriting: Proses underwriting yang sebelumnya memakan waktu beberapa hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan jam, dan dalam beberapa kasus bahkan menit. Ini berarti nasabah tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan keputusan.
- Otomatisasi Proses: Banyak langkah dalam proses pengajuan dan penilaian yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat diotomatisasi, mengurangi potensi kesalahan manusia dan mempercepat seluruh alur kerja.
- Artificial Intelligence (AI): Teknologi AI digunakan untuk analisis risiko yang lebih akurat dan cepat, membantu broker membuat keputusan kredit yang lebih baik dengan mengurangi risiko gagal bayar sekaligus memperluas akses kredit untuk bisnis yang sebelumnya mungkin sulit mendapatkan persetujuan.
Implikasi Jangka Pendek dan Panjang
Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan beberapa implikasi penting:
Dari sisi jangka pendek:
- Broker yang mengadopsi teknologi canggih akan memiliki keunggulan kompetitif dalam melayani nasabah dengan lebih cepat dan efisien.
- Perusahaan yang masih menunda investasi mungkin akan menghadapi tantangan kompetitif saat mereka kembali ke pasar dan perlu mengejar ketinggalan dalam hal teknologi dan efisiensi.
Dari sisi jangka panjang:
- Transisi menuju pembiayaan aset yang lebih didukung teknologi akan terus berlanjut, membentuk ekosistem pembiayaan yang lebih efisien dan dapat diakses.
- Peran AI dan otomatisasi dalam pembiayaan akan terus berkembang, kemungkinan mengubah secara fundamental cara broker bekerja dan bagaimana nasabah mengakses pembiayaan.
Kesimpulan dan Prospek Masa Depan
Laporan terbaru dari Inggris ini memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi pasar pembiayaan aset saat ini: pasar tetap aktif meskipun menghadapi ketidakpastian ekonomi, dengan teknologi berperan sebagai pendorong utama dalam meningkatkan efisiensi dan memperluas akses pembiayaan.
Untuk perusahaan dan pelaku usaha, pembiayaan aset terbukti tetap menjadi pilihan strategis yang penting untuk memastikan kelangsungan operasional dan kemampuan investasi dalam kondisi ekonomi yang menantang. Untuk broker, investasi dalam teknologi seperti AI dan otomatisasi tidak lagi menjadi opsi tambahan, melainkan telah menjadi kebutuhan krusial untuk tetap kompetitif dalam pasar yang semakin efisien.
Melihat ke depan, tren yang kemungkinan akan berlanjut termasuk meningkatnya adopsi teknologi, lonjakan permintaan yang tertahan yang kemungkinan akan terealisasi dalam periode mendatang, dan terus berkembangnya peran AI dalam seluruh ekosistem pembiayaan aset. Bagi nasabah, ini berarti akses ke pembiayaan yang lebih cepat, lebih mudah, dan lebih dapat diprediksi.
Referensi: Reuters, Bloomberg, Google News Hub

