HomeAstronomiBatas Minimum Ukuran Planet Agar Bisa Dihuni: Riset Baru Temukan Angka Ajaib...

Batas Minimum Ukuran Planet Agar Bisa Dihuni: Riset Baru Temukan Angka Ajaib 0,8 Radius Bumi

Date:

Related stories

Promo Pixel 10a di T-Mobile, Hemat Hingga $800

Penawaran Spesial T-Mobile untuk Google Pixel 10a Operator seluler terkemuka...

Trailer ‘Everybody Digs Bill Evans’ Resmi Dirilis: Anders Danielsen Lie sebagai Bill Evans

Trailer Pertama "Everybody Digs Bill Evans" Resmi Dirilis Modern Films...

Meteorit yang Jatuh di New Jersey Mengandung ‘Kimia Dunia Alien’

Meteorit CM1/2 carbonaceous chondrite yang jatuh di New Jersey Juli 2024 mengandung molekul prebiotik dan cairan asin yang disebut para ilmuwan sebagai 'ki

Seberapa Volatil Saham AS di Luar Jam Bursa?

Pergerakan harga saham di bursa Amerika Serikat pada sesi...

Pack Booster Pokémon TCG Pitch Black Resmi Diluncurkan di Amazon

Pack Booster Pokémon TCG Pitch Black Resmi Diluncurkan di...

Pencarian “Bumi Kedua” Masuk Babak Baru

Pencarian “Bumi kedua” atau Earth 2.0 telah memasuki babak baru yang lebih serius. Namun, dengan ribuan exoplanet yang telah ditemukan, para astronom perlu mempersempit kandidat agar waktu teleskop yang terbatas bisa difokuskan pada target paling menjanjikan.

Salah satu faktor paling menentukan kelayakhunian sebuah planet adalah ukurannya. Dan sebuah riset baru dari University of California Riverside (UC Riverside) kini menjawab pertanyaan penting: seberapa kecil sebuah planet bisa bertahan dan tetap berpotensi dihuni?

Angka Ajaib: 0,8 Radius Bumi

Penelitian yang dipublikasikan dalam pre-print di arXiv itu mengembangkan model bernama Smaller Than Earth Habitability Model (STEHM). Hasilnya menunjukkan bahwa batas minimum ukuran planet agar bisa mempertahankan atmosfer adalah 0,8 radius Bumi.

Angka ini ditentukan oleh dua tantangan utama yang harus dihadapi planet berukuran kecil.

Gravitasi yang Lemah

Planet yang lebih kecil memiliki massa lebih rendah, sehingga gravitasinya juga lebih lemah. Akibatnya, partikel atmosfer berenergi tinggi dengan mudah lolos ke luar angkasa dalam proses yang dikenal sebagai Jeans escape. Tanpa gravitasi yang cukup, atmosfer planet perlahan tapi pasti akan menguap ke ruang angkasa.

Pendinginan Interior yang Cepat

Ini adalah faktor yang kurang terlihat. Planet kecil memiliki rasio luas permukaan terhadap volume yang tinggi, sehingga interior mereka mendingin jauh lebih cepat daripada planet yang lebih besar.

Saat interior mendingin, litosfer (kerak luar planet) menebal dengan cepat dan praktis “menyumbat” aktivitas vulkanik. Padahal, letusan gunung berapi adalah salah satu cara utama planet untuk mempertahankan atmosfer jangka panjang melalui proses outgassing — pelepasan gas dari dalam planet ke atmosfer.

Lebih sedikit vulkanisme berarti atmosfer berumur lebih pendek.

Apa yang Terjadi pada Planet Lebih Kecil?

Model STEHM menunjukkan garis batas yang sangat jelas antara 0,7 dan 0,8 radius Bumi:

  • Planet ≥ 0,8 radius Bumi → Bisa mempertahankan atmosfer selama miliaran tahun
  • Planet ≤ 0,7 radius Bumi → Atmosfernya akan terkelupas oleh radiasi ultraviolet ekstrem (XUV) dari bintang induknya
  • Planet 0,6 radius Bumi → Atmosfer bertahan sekitar 400 juta tahun, kemungkinan terlalu singkat bagi kehidupan untuk berkembang
  • Planet 0,5 radius Bumi → Atmosfer hilang hanya dalam 30 juta tahun

Model ini menggunakan asumsi atmosfer karbon dioksida (CO₂), yang sebenarnya adalah skenario terbaik karena CO₂ adalah molekul berat yang secara alami lebih sulit terlepas melalui Jeans escape.

Pengecualian yang Sangat Langka

Penelitian ini juga menemukan tiga “kecurangan” langka yang bisa membuat planet kecil bertahan lebih lama:

  • Karbon berlebih — Planet yang terbentuk dengan cadangan karbon besar bisa menahan hilangnya atmosfer selama miliaran tahun
  • Inti planet kecil atau tanpa inti — Mantel lebih besar berarti lebih banyak gas yang bisa dilepaskan ke atmosfer
  • “Cold start” — Planet yang interior-nya lambat memanas memberi waktu bagi bintang induk untuk menua dan mengurangi radiasi XUV, sehingga atmosfer bisa bertahan lebih lama

Ketiga kondisi ini sangat langka di alam semesta.

Implikasi untuk Pencarian Kehidupan Luar Bumi

Kesimpulan riset ini cukup jelas: jika kita ingin menemukan kehidupan di luar Bumi, kita sebaiknya fokus pada exoplanet yang berukuran minimal 0,8 radius Bumi.

Planet yang lebih kecil dari itu, kecuali memiliki komposisi yang sangat tidak biasa, kemungkinan besar hanyalah batu tanpa atmosfer yang melayang di angkasa.

Temuan ini akan membantu para astronom memprioritaskan target observasi untuk teleskop seperti James Webb Space Telescope (JWST) dan misi-misi masa depan yang dirancang untuk mempelajari atmosfer exoplanet.

Penelitian ini melengkapi temuan terbaru seperti misi Mars 2026 yang memecahkan misteri dua bulan, menunjukkan bahwa pemahaman kita tentang tata surya dan exoplanet terus berkembang pesat.

Referensi

Latest stories

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here