Wolverhampton Wanderers sedang mengalami musim yang sulit di Premier League 2025/2026, dan striker Korea Selatan Hwang Hee-Chan berada di persimpangan jalan dalam kariernya. Pemain berusia 30 tahun ini menghadapi tantangan ganda: berjuang mendapatkan tempat reguler di lini depan Wolves sekaligus mempersiapkan diri untuk Piala Dunia FIFA 2026 bersama tim nasional Korea Selatan.
Musim yang Menantang di Wolverhampton
Musim ini bukan musim yang baik bagi Hwang Hee-Chan dan Wolverhampton Wanderers. Dalam lima pertandingan awal musim 2025/2026, Hwang hanya bermain 175 menit dari 450 menit yang tersedia. Tim yang berbasis di West Midlands, Inggris, ini mengalami awal yang buruk dengan menelan kekalahan di kelima pertandingan tersebut. Posisi di zona degradasi menjadi ancaman nyata bagi Wolves.
Situasi ini diperparah dengan adanya rumor transfer yang menyebutkan Hwang berpotensi dipinjamkan ke Crystal Palace pada jendela transfer musim panas. Namun, kesepakatan tersebut tidak pernah terealisasi, meninggalkan Hwang dalam ketidakpastian tentang masa depannya di Molineux Stadium. Sejak bergabung dengan Wolves pada tahun 2021, Hwang telah mencatatkan lebih dari 100 penampilan di liga dan mencetak 19 gol, namun cedera dan masalah seleksi membatasi kontribusinya musim ini.
Hwang mengalami serangkaian cedera yang mengganggu ritme permainannya. Pada Oktober 2025, ia absen selama seminggu karena cedera betis, diikuti oleh cedera paha pada awal Januari 2026, dan kembali mengalami cedera betis pada Februari 2026 yang membuatnya tidak bermain selama 20 hari. Cedera-cedera ini jelas mempengaruhi konsistensi penampilannya dan posisinya dalam skuad utama.
Warisan Son Heung-min dan Tanggung Jawab Baru
Kepergian Son Heung-min dari Tottenham Hotspur ke Los Angeles FC pada musim panas ini menciptakan ruang baru bagi Hwang Hee-Chan. Kini, Hwang menjadi satu-satunya striker Korea Selatan yang memiliki pengalaman di English Premier League. Status ini membawa tanggung jawab tambahan sekaligus tekanan untuk membuktikan bahwa pemain Korea mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Inggris.
Pada usia 30 tahun, Hwang seharusnya berada di puncak kariernya. Namun, realita musim ini menunjukkan ia berada di persimpangan jalan. Jika ia menjadi pemain reguler, Wolves menghadapi pertempuran berat untuk bertahan di liga teratas. Jika ia tidak menjadi starter reguler, ia menghadapi situasi terburuk: duduk di bangku cadangan untuk tim yang terus kalah minggu demi minggu.
Persiapan Piala Dunia 2026
Di tengah kesulitan klub, Hwang Hee-Chan tetap menjadi bagian penting dari rencana tim nasional Korea Selatan untuk Piala Dunia FIFA 2026. Pelatih Hong Myung-bo memasukkannya dalam skuad untuk pertandingan persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada Oktober 2025. Pertandingan-pertandingan ini menjadi krusial untuk mempersiapkan Taeguk Warriors menjelang turnamen akbar musim panas depan.
Bulan September menjadi bulan yang cukup baik bagi tim nasional Korea Selatan, dengan kemenangan atas Amerika Serikat dan hasil imbang melawan Meksiko. Prestasi ini memberikan momentum positif menuju Piala Dunia, di mana Hwang diharapkan dapat berkontribusi signifikan sebagai penyerang berpengalaman.
Pelatih Hong Myung-bo mungkin tidak terlalu khawatir dengan minimnya menit bermain Hwang di level klub. Ada pertimbangan strategis: Hwang dapat bermain cukup untuk menjaga ketajamannya tanpa bermain terlalu banyak yang bisa menyebabkan kelelahan menjelang Juni 2026. Pengelolaan beban kerja ini penting untuk memastikan Hwang dalam kondisi prima saat Piala Dunia dimulai.
Perjalanan Karier dari Salzburg ke Wolverhampton
Karier Hwang Hee-Chan dimulai di FC Liefering, tim afiliasi Red Bull Salzburg, sebelum naik ke tim utama Salzburg pada 2015. Di Austria, ia menunjukkan bakatnya sebagai striker yang produktif, mencetak 34 gol dalam 118 penampilan. Penampilannya yang impresif menarik perhatian RB Leipzig yang mendatangkannya ke Bundesliga pada 2020.
Petualangannya di Jerman tidak berlangsung lama. Pada 2021, Hwang pindah ke Wolverhampton Wanderers dengan status pinjaman yang kemudian menjadi permanen. Di Inggris, ia menemukan peran baru sebagai striker yang tidak hanya mencetak gol tetapi juga menciptakan peluang bagi rekan setim. Musim 2022/2023 menjadi musim terbaiknya bersama Wolves, di mana ia tampil konsisten dan menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lawan.
Statistik dan Kontribusi
Selama musim 2025/2026, Hwang telah bermain 24 pertandingan di Premier League dengan 2 gol dan 4 kartu kuning. Statistik ini menunjukkan kontribusinya yang menurun dibandingkan musim-musim sebelumnya, namun bukan berarti ia tidak berguna. Dalam 50 pertandingan terakhirnya, Hwang paling sering dimainkan sebagai striker tengah (29 penampilan) dengan rating rata-rata 6,1, menunjukkan ia masih dapat diandalkan di posisi tersebut.
Di tim nasional Korea Selatan, Hwang telah mencatatkan 124 penampilan dan 24 gol sejak debutnya pada 2016. Pengalaman internasional ini menjadikannya pemain senior yang penting, terutama setelah kepergian generasi emas seperti Son Heung-min ke liga yang berbeda.
Tantangan dan Prospek Masa Depan
Hwang Hee-Chan menghadapi momen kritis dalam kariernya. Di level klub, ia perlu membuktikan bahwa ia masih layak menjadi pilihan utama di lini depan Wolves. Di level internasional, ia harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk Piala Dunia 2026 yang akan menjadi turnamen besar terakhirnya di usia puncak.
Masa depan Hwang di Wolverhampton masih belum jelas. Apakah Wolves dapat bertahan di Premier League? Apakah Hwang akan mendapatkan lebih banyak menit bermain? Dan yang terpenting, apakah ia dapat mengembalikan performa terbaiknya menjelang Piala Dunia? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan menentukan warisan Hwang sebagai salah satu striker Asia terbaik di Eropa.
Satu hal yang pasti: Hwang Hee-Chan memiliki mentalitas petarung. Dari Salzburg ke Leipzig, dari Leipzig ke Wolverhampton, ia selalu membuktikan bahwa kerja keras dan dedikasi dapat membawa pemain Asia bersaing di level tertinggi. Bulan-bulan mendatang akan menjadi ujian terbesar, tetapi Hwang telah melewati banyak tantangan dalam kariernya, dan ia pasti akan menghadapi tantangan ini dengan kepala tegak.
Bagi para penggemar Korea Selatan, Hwang Hee-Chan bukan hanya pemain sepak bola. Ia adalah simbol bahwa pemain Asia dapat sukses di liga terkuat dunia. Dengan Piala Dunia 2026 di depan mata, semua mata akan tertuju pada striker Wolverhampton ini untuk memimpin generasi baru Taeguk Warriors menuju panggung terbesar sepak bola dunia.




