Jakarta, 4 Februari 2026 – Sebuah pencapaian monumental dalam dunia astronomi baru saja terjadi. Para ilmuwan internasional, menggunakan data dari James Webb Space Telescope (JWST), resmi merilis peta materi gelap (dark matter) dengan resolusi tertinggi yang pernah dibuat.
Studi yang baru dipublikasikan di jurnal bergengsi Nature Astronomy ini memberikan pandangan yang belum pernah ada sebelumnya tentang struktur tak terlihat yang menyusun ‘tulang punggung’ alam semesta kita.
Mengintip yang Tak Terlihat dengan JWST
Materi gelap adalah salah satu misteri terbesar sains. Ia menyusun sekitar 85% materi di alam semesta tetapi tidak memancarkan, menyerap, atau memantulkan cahaya. Kita tidak bisa melihatnya secara langsung.
Namun, berkat survei COSMOS-Web yang dilakukan oleh teleskop James Webb, para astronom berhasil memetakan distribusinya dengan melacak efek gravitasi materi gelap terhadap cahaya dari galaksi-galaksi jauh—fenomena yang dikenal sebagai lensa gravitasi lemah.
Temuan Kunci: Membenarkan Einstein
Peta baru ini mencakup wilayah langit yang luas dan melibatkan analisis terhadap lebih dari 1,7 juta galaksi. Temuan utamanya meliputi:
- Struktur Jaring Kosmik: Peta ini memperlihatkan bagaimana materi gelap membentuk jaringan raksasa yang menghubungkan galaksi-galaksi, persis seperti kerangka yang menopang daging tubuh.
- Kemenangan Einstein: Distribusi materi gelap yang ditemukan sangat cocok dengan prediksi model kosmologi standar dan Teori Relativitas Umum Einstein, membantah beberapa teori alternatif yang mencoba meniadakan keberadaan materi gelap.
- Resolusi Tinggi: Tidak seperti peta sebelumnya yang buram, kemampuan inframerah JWST memungkinkan pemetaan detail hingga ke masa awal alam semesta.
“Kami pada dasarnya melihat kerangka alam semesta. Ini adalah peta paling presisi dari materi gelap yang pernah kami buat untuk era kosmik ini,” ujar tim peneliti dalam rilis resminya.
Kenapa Ini Penting?
Pemetaan ini bukan sekadar gambar cantik. Ia adalah kunci untuk memahami evolusi galaksi. Dengan mengetahui di mana materi gelap berkumpul, kita bisa memprediksi di mana bintang-bintang baru akan lahir dan bagaimana galaksi seperti Bima Sakti kita terbentuk miliaran tahun lalu.
Penemuan ini menandai era baru dalam kosmologi presisi, di mana kita tidak lagi hanya menebak-nebak, tetapi benar-benar bisa ‘melihat’ struktur fondasi realitas kita.
Sumber: Nature Astronomy, NASA/JPL, Scientific American (Februari 2026).
Ringkasan: Astronom merilis peta materi gelap terbesar menggunakan James Webb Space Telescope (JWST). Mengungkap struktur jaring kosmik dan membuktikan teori Einstein.

