Spooky Pictures dan Image Nation Studios mengumumkan kolaborasi untuk memproduksi “V/H/S: SCP”, film terbaru dari franchise horor found-footage yang mengadaptasi semesta SCP Foundation. Proyek feature-length ini menggabungkan dua properti horor yang telah membangun basis penggemar solid, dengan jadwal rilis teatrikal pada 2027.
Proyek ini menjadi installment terbaru dari franchise “V/H/S” yang telah berjalan sejak 2012, sekaligus adaptasi feature-length pertama dari SCP (Special Containment Procedures) Foundation—salah satu proyek fiksi kolektif terbesar di internet. Kolaborasi ini mempertemukan dua entitas yang memiliki DNA kreatif serupa: keduanya lahir dari komunitas penggemar dan berkembang menjadi properti horor mainstream.
Tim produser yang menangani proyek ini bukanlah wajah baru di franchise V/H/S. Roy Lee dan Steven Schneider dari Spooky Pictures akan memproduksi film ini bersama Josh Goldbloom dan Michael Schreiber. Goldbloom sebelumnya menangani produksi “V/H/S/94,” “V/H/S/99,” dan “V/H/S/Halloween,” sementara Schreiber bekerja pada “V/H/S/94” dan “V/H/S/Beyond.” Pengalaman panjang tim produser ini dengan franchise menunjukkan komitmen Image Nation dan Spooky Pictures untuk menjaga konsistensi kualitas seri ini.
Josh Goldbloom dan Michael Schreiber membawa track record solid dengan franchise V/H/S. Di sisi eksekutif, CEO Image Nation Studios Ben Ross dan Rami Yasin dari Spooky Pictures menjabat sebagai executive producer. Kombinasi pengalaman ini diharapkan mampu menerjemahkan kompleksitas semesta SCP ke format found-footage yang telah menjadi ciri khas franchise.
Dari Komunitas Digital ke Layar Lebar
SCP Foundation memulai perjalanannya pada 2008 sebagai proyek kolaboratif digital dan telah berkembang menjadi salah satu semesta fiksi horor dan ilmiah terbesar yang digerakkan oleh penggemar di internet. Berawal dari forum online sederhana, proyek ini kini memiliki ribuan entri yang ditulis oleh kontributor dari seluruh dunia, menciptakan lore yang kaya dan saling terhubung.
Adaptasi sebelumnya mencakup game, film pendek, dan serial web, namun belum ada yang mencapai skala feature-length teatrikal. Popularitas SCP di platform seperti YouTube—terutama melalui channel seperti “SCP: Containment Breach” dan berbagai animasi—telah membuktikan bahwa ada audiens yang siap untuk cerita-cerita ini dalam format yang lebih besar.
“Genre horor terus menjadi launching pad yang luar biasa bagi talenta baru untuk membagikan kreasi orisinal mereka, dan semesta SCP yang luas telah menyediakan inkubator vital bagi kreativitas ini untuk berkembang,” ujar Steven Schneider, co-founder Spooky Pictures, dalam siaran pers. “Bersama Image Nation, proyek berikutnya ini memperkuat komitmen bersama kami untuk mencari cerita di ruang baru dan tak terduga.”
Konsep “Recovered Field Documentation”
“V/H/S: SCP” akan mengadaptasi konsep found-footage yang telah menjadi ciri khas franchise sejak awal. Film ini akan dibingkai sebagai “recovered field documentation”—dokumentasi lapangan yang dipulihkan, atau bukti video yang dikumpulkan, disensor, dan diarsipkan oleh organisasi rahasia tersebut.
Segmen-segmen anthology yang berdiri sendiri akan berfokus pada objek, entitas, atau peristiwa berbeda di bawah narasi containment breach. Format ini memungkinkan berbagai sutradara dan penulis untuk mengeksplorasi aspek berbeda dari semesta SCP sambil tetap mempertahankan struktur anthology yang telah sukses di franchise V/H/S.
Pendekatan “recovered field documentation” ini sejalan dengan estetika SCP Foundation yang selalu menyajikan konten seolah-olah pembaca mengakses dokumen rahasia. Setiap entri di wiki SCP ditulis dengan gaya laporan ilmiah yang dingin dan faktual, sering kali dengan bagian-bagian yang disensor—elemen yang bisa diterjemahkan secara visual melalui format found-footage.
Evolusi Franchise V/H/S
Franchise V/H/S dimulai pada 2012 dengan film pertama yang memperkenalkan format anthology found-footage. Sejak itu, seri ini telah menghasilkan beberapa installment: “V/H/S/2” (2013), “V/H/S: Viral” (2014), “V/H/S/94” (2021), “V/H/S/99” (2022), “V/H/S/Halloween” (2023), dan “V/H/S/Beyond” (2024). Setiap installment mempertahankan struktur anthology dengan segmen-segmen dari sutradara berbeda, memberikan platform bagi talenta baru di genre horor.
Kesuksesan franchise ini terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan tren horror kontemporer sambil mempertahankan elemen nostalgia—khususnya estetika VHS yang menjadi identitas visualnya. Dari film pertama yang merekam horor melalui kaset VHS, seri ini terus berevolusi: “V/H/S/94” beralih ke era 1990-an, “V/H/S/99” ke millennium, dan “V/H/S/Beyond” bahkan mengeksplorasi ruang luar angkasa.
Tren Adaptasi IP Komunitas Online
Keputusan untuk mengadaptasi SCP Foundation mencerminkan tren yang lebih luas di industri hiburan: menggali properti intelektual dari komunitas online yang sudah memiliki basis penggemar setia. Model ini sebelumnya terbukti sukses dengan “The Backrooms”—yang bermula dari posting forum anonim dan berkembang menjadi franchise horor dengan beberapa adaptasi film.
Bagi studio seperti Image Nation dan Spooky Pictures, pendekatan ini menawarkan keuntungan ganda: basis audiens yang sudah ada dan kekayaan konten yang hampir tak terbatas untuk dieksplorasi. Dengan ribuan entri di wiki SCP, franchise V/H/S: SCP memiliki bahan baku kreatif yang bisa menghasilkan beberapa installment tanpa kehabisan ide.
Kolaborasi ini juga menandai perluasan strategi Image Nation Studios ke territory horror indie, area yang telah terbukti menghasilkan return on investment yang solid dengan budget relatif rendah. Franchise V/H/S secara historis diproduksi dengan budget hemat namun menghasilkan pendapatan box office yang signifikan, terutama dari pasar internasional dan platform streaming.
Dengan jadwal rilis 2027, “V/H/S: SCP” masih memiliki waktu pengembangan yang cukup untuk menyempurnakan adaptasinya. Industri akan mengamati apakah kolaborasi antara franchise found-footage yang telah mapan dengan semesta fan-driven yang kompleks ini mampu menghasilkan karya yang memuaskan kedua basis penggemar sekaligus menarik audiens baru.




