Meta resmi memperkenalkan serangkaian pembaruan kecerdasan buatan terbaru untuk platform Instagram, termasuk Muse Image — model generasi gambar yang dirancang khusus untuk kebutuhan kreator konten. Pengumuman ini disampaikan melalui Meta Store dan AI at Meta sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat ekosistem kreatif di media sosial.
Muse Image: Generasi Gambar untuk Kreator
Muse Image hadir sebagai alat bantu visual yang memungkinkan pengguna menghasilkan gambar berkualitas tinggi secara langsung di dalam ekosistem Meta. Berbeda dengan model generatif sebelumnya, Muse Image diklaim lebih adaptif terhadap konteks budaya dan gaya visual pengguna. Perusahaan menegaskan bahwa teknologi ini dibangun bukan sekadar untuk menghasilkan gambar indah, melainkan untuk memenuhi kebutuhan spesifik kreator yang bekerja di ruang digital setiap hari.
Selain Muse Image, Meta juga memperkenalkan Muse Video — fitur generasi video berbasis AI yang melengkapi portofolio alat kreatif mereka. Keduanya ditempatkan sebagai pasangan tools yang memungkinkan kreator beralih dari gambar statis ke konten video dinamis tanpa harus meninggalkan platform.
Fitur AI Remix di Stories Instagram
Pembaruan lain yang tak kalah menarik adalah kemampuan AI untuk melakukan remix terhadap konten publik di Instagram. Melalui fitur baru ini, pengguna dapat menandai profil tertentu dan mengimpor visual ke dalam alat kreasi AI Meta. Artinya, seorang kreator bisa mengambil inspirasi dari postingan publik milik pengguna lain, lalu memodifikasinya menjadi karya visual baru yang orisinal.
Fitur remix ini juga hadir dalam format Stories melalui integrasi Meta AI. Pengguna kini bisa menambahkan efek augmented reality yang dihasilkan oleh AI langsung ke Stories mereka. Efek-efek ini mencakup filter dinamis, overlay interaktif, dan transformasi visual yang sebelumnya hanya tersedia bagi kreator profesional dengan perangkat lunak editing berbayar.
Strategi Meta di Ranah AI Kreatif
Langkah Meta ini sejalan dengan tren industri teknologi yang berlomba memasukkan generatif AI ke dalam platform media sosial. Google, TikTok, dan Snapchat telah lebih dulu memperkenalkan fitur serupa. Namun Meta memilih pendekatan berbeda dengan mengintegrasikan AI langsung ke dalam alur kerja kreator, bukan sebagai alat terpisah yang memerlukan keahlian teknis khusus.
Dengan lebih dari dua miliar pengguna aktif di Instagram, potensi adopsi fitur AI ini sangat besar. Meta berharap kreator — baik yang sudah berpengalaman maupun pemula — akan memanfaatkan Muse Image dan Muse Video untuk meningkatkan kualitas konten mereka tanpa hambatan teknis.
V BTS Cetak Rekor 75 Juta Followers
Di sisi lain, Instagram kembali menjadi sorotan ketika V dari grup BTS mencetak rekor sebagai selebriti pria Korea pertama yang mencapai 75 juta pengikut di platform tersebut. Pencapaian ini menambah daftar panjang prestasi V di media sosial, setelah sebelumnya ia juga memegang rekor sebagai anggota BTS dengan followers terbanyak di platform tersebut.
Rekor ini sekaligus menegaskan posisi Instagram sebagai platform utama bagi selebriti global untuk membangun basis penggemar. Dalam beberapa tahun terakhir, Instagram terus menjadi tolok ukur popularitas di industri hiburan, terutama untuk pasar Asia yang sangat aktif di media sosial.
Perkembangan IG Group di Sektor Trading
Dalam ranah yang berbeda, nama IG juga muncul dari IG Group, platform trading online global asal London. Perusahaan baru-baru ini mengusulkan pembentukan holding company baru di Jersey sebagai bagian dari restrukturisasi korporasi. Langkah ini dilaporkan bertujuan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan dalam merencanakan perubahan struktural di masa depan.
IG Group juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 18 persen pada paruh pertama tahun fiskal terbaru. Perusahaan juga menunjuk Tina Gupta, mantan kepala pemasaran JLL untuk kawasan Asia Pasifik, sebagai head of marketing untuk kantor Singapura mereka. Penunjukan ini mencerminkan ekspansi agresif IG Group di pasar Asia Tenggara.
Kasus Hukum Unggahan IG di Tanah Air
Sementara itu, di dalam negeri, penggunaan Instagram kembali menjadi perbincangan publik terkait kasus hukum yang melibatkan keluarga selebriti. Kuasa hukum Ruben Onsu menegaskan bahwa unggahan Betrand Peto di Instagram bukan merupakan serangan terhadap Sarwendah. Menurut tim hukum, postingan tersebut merupakan curahan hati pribadi dan bukan upaya pencemaran nama baik. Pernyataan ini sekaligus meredakan spekulasi yang berkembang di media sosial terkait konflik internal keluarga tersebut.
Kasus ini menunjukkan bagaimana unggahan di Instagram — bahkan yang bersifat personal — bisa dengan cepat menjadi bahan perbincangan publik dan berimplikasi hukum. Fenomena ini relevan dengan semakin kuatnya posisi Instagram sebagai ruang interaksi utama bagi masyarakat modern, di mana setiap postingan bisa dibaca jutaan orang dalam hitungan jam.
Sekumpulan pembaruan dari Meta dan beragam peristiwa yang melibatkan Instagram menunjukkan bahwa platform ini terus berkembang, baik dari sisi teknologi maupun pengaruhnya terhadap dinamika sosial dan bisnis global.
Referensi: Meta Store, Instagram, AI at Meta, www.beritasatu.com

