INDFIR.COM – Peneliti BRIN, Yusmaini Aryawati, mengungkap bahwa kawasan Kota Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, diperkirakan seluas 10×10 kilometer persegi berdasarkan sebaran tinggalan arkeologis.
Kawasan ini terbagi dalam beberapa klaster, termasuk Sentonorejo yang diduga merupakan kawasan elite kerajaan. Dalam webinar Forum Kebhinnekaan Seri #37 pada 15 Juli 2026, Yusmaini menjelaskan bahwa penelitian arkeologi menunjukkan pola permukiman setingkat kota yang telah berkembang sejak abad ke-10 Masehi.
Temuan 63 sumur kuno di Nglinguk Wetan mengindikasikan sistem akses air bersih yang canggih pada masa Majapahit. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang struktur sosial dan tata ruang Kota Majapahit melalui analisis data arkeologi dan pemetaan klaster permukiman.
Yusmaini Aryawati, Peneliti Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, memaparkan hasil penelitian terbaru tentang tata kota Majapahit di Trowulan. Kawasan seluas 100 kilometer persegi ini menunjukkan perkembangan permukiman yang telah ada sejak abad ke-10 Masehi.
“Melalui analisis data arkeologi dan pemetaan klaster permukiman, kami dapat memahami struktur sosial dan tata ruang Kota Majapahit,” jelas Yusmaini dalam webinar yang diselenggarakan pada Selasa, 15 Juli 2026.
Temuan paling menarik adalah 63 sumur kuno di Nglinguk Wetan yang menunjukkan sistem akses air bersih yang canggih pada masa itu. Kawasan Sentonorejo diduga merupakan area elite kerajaan, sementara klaster-klaster lainnya menunjukkan distribusi permukiman yang terstruktur.
Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana peradaban Majapahit mengembangkan tata kota yang sophisticated, dengan sistem air bersih yang menunjukkan kemajuan teknologi pada zamannya. Temuan ini juga memperkuat bukti arkeologis tentang keberadaan dan luasnya pengaruh Kerajaan Majapahit di Jawa Timur.
Konten Terkait:
Museum Trowulan Digital – Eksplor sejarah Nusantara lebih dalam dengan mengunjungi Museum Trowulan langsung. Situs arkeologi Majapahit seluas 100 km² kini memiliki tur digital interaktif via aplikasi resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Unduh gratis di Play Store & App Store.
Sumber: Kompas.com/Sains – 18 Juli 2026

