Dunia semakin waspada terhadap dampak “Total AI”. China dan Indonesia kini memimpin gelombang regulasi baru untuk mengendalikan dampak teknologi ini terhadap manusia dan lingkungan.
Langkah China: Pada akhir 2025, regulator siber China merilis draf aturan untuk sistem AI yang meniru kepribadian manusia. Aturan ini mewajibkan penyedia layanan untuk memberi peringatan tentang penggunaan berlebihan dan mencegah adiksi pengguna terhadap “teman AI”.
Langkah Indonesia: Pemerintah Indonesia sedang memfinalisasi peraturan presiden yang menjadi jangkar peta jalan AI nasional. Wakil Menteri Nezar Patria menekankan prinsip keberlanjutan, memastikan AI dikembangkan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan.
Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran global bahwa pusat data AI mengonsumsi energi dan air dalam jumlah masif, setara dengan konsumsi kota-kota besar.

