HomeSainsBMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 20-23 April, Sejumlah Wilayah Siaga Hujan...

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 20-23 April, Sejumlah Wilayah Siaga Hujan Lebat

Date:

Related stories

Jadwal Tayang Monday Night Raw Malam Ini & Info Streaming

Jadwal Tayang Monday Night Raw Malam Ini & Info...

3 Grafik Bandingkan Misi Artemis dan Apollo

Lebih dari setengah abad setelah jejak pertama manusia mengukir...

3 Cek Wajib Setelah Deploy Cloudflare Pages

3 Cek Wajib Setelah Deploy Cloudflare Pages Proses pembangunan situs web modern yang mengandalkan arsitektur static site generation sering kali menghadapi

Zoneless Angular Resmi, Performa Web Makin Cepat

Mengenal Zoneless Angular: Revolusi Performa Web Ekosistem pengembangan frontend global...
spot_imgspot_img

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 20-23 April, Sejumlah Wilayah Siaga Hujan Lebat

JAKARTA, indfir.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia mulai Senin (20/4/2026) hingga Kamis (23/4/2026). Masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan terhadap hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, BMKG melaporkan adanya sirkulasi siklonik yang berpotensi terbentuk di dua titik krusial: Samudera Hindia barat Sumatera Barat dan Samudera Pasifik utara Papua. Sistem-sistem ini memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi — pertemuan massa udara yang mendorong pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut,” demikian bunyi keterangan resmi BMKG, Senin (20/4/2026).

Wilayah yang Terancam

Daerah konvergensi dilaporkan memanjang dari pesisir barat Aceh hingga Sumatera Barat, serta pesisir utara Papua. Selain itu, zona konvergensi juga terdeteksi di sejumlah titik lain:

  • Sumatera Utara dan Kepulauan Riau hingga Riau
  • Perairan utara Jakarta hingga Samudera Hindia barat Lampung
  • Samudera Hindia selatan Bali hingga Jawa Timur
  • Kalimantan Tengah hingga perairan barat Kalimantan Barat
  • Kalimantan Utara hingga Kalimantan Timur
  • Sulawesi Tengah
  • Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Maluku Utara
  • Laut Arafura

Sementara itu, daerah konfluensi juga terpantau terbentuk di perairan barat Aceh, Selat Malaka, Laut Jawa bagian timur, Kalimantan bagian selatan, Laut Banda, Sulawesi Tengah, dan Papua bagian tengah.

Bencana Sudah Mulai Terjadi

Peringatan BMKG bukan tanpa dasar. Dalam 24 jam terakhir, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah bencana yang terjadi serentak di berbagai wilayah:

Banjir di Bogor, Jawa Barat — Luapan sungai merendam permukiman di lima kecamatan: Jasinga, Parung Panjang, Rumpin, Tenjo, dan Cigudeg. Sebanyak 469 kepala keluarga atau 1.614 jiwa terdampak, dengan sebagian warga sempat mengungsi. Kerusakan meliputi ratusan rumah, fasilitas pendidikan, jembatan, dan tembok penahan tanah.

Gelombang Pasang di Banggai Laut, Sulawesi Tengah — Gelombang tinggi dan banjir rob melanda wilayah pesisir Kabupaten Banggai Laut pada Sabtu (18/4) dini hari. Tiga desa terdampak: Desa Kendek, Desa Lambako, dan Pasir Putih. Gelombang menghantam permukiman warga dan menyebabkan 15 kepala keluarga terdampak, dengan 7 rumah rusak ringan dan 8 rumah rusak berat.

Kebakaran Hutan di Nunukan, Kalimantan Utara — Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Nunukan dengan luas terbakar sekitar 3 hektare. Proses pemadaman masih terus dilakukan tim gabungan.

Imbauan BNPB

BNPB mengingatkan bahwa potensi hujan sedang hingga lebat masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan di berbagai wilayah, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan dan lahan. Langkah pencegahan, kesiapsiagaan, serta sistem peringatan dini dinilai menjadi kunci untuk mengurangi dampak bencana di tengah kondisi cuaca yang masih tidak stabil.

Yang Perlu Dilakukan Masyarakat

BMKG dan BNPB menyarankan beberapa langkah antisipasi:

  • Pantau informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG
  • Waspada terhadap potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor terutama di wilayah dataran rendah dan lereng
  • Hindari beraktivitas di dekat sungai atau wilayah pesisir saat cuaca buruk
  • Siapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, dan persediaan makanan darurat
  • Ikuti arahan dari pemerintah daerah dan BPBD setempat

Bagi pengguna transportasi, disarankan untuk selalu memeriksa jadwal perjalanan dan kondisi cuaca sebelum bepergian, mengingat cuaca ekstrem berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan penerbangan.

Referensi: Okezone, Pasjabar/BNPB, BMKG

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here