HomeAstronomiBlue Moon Micromoon 31 Mei 2026: Bulan Terjauh Tahun Ini, Bisa Dilihat...

Blue Moon Micromoon 31 Mei 2026: Bulan Terjauh Tahun Ini, Bisa Dilihat dari Indonesia

Date:

Related stories

Danny Boyle Bidik Syuting Film Ketiga 28 Days Later 2027

Danny Boyle Bidik Syuting Film Ketiga 28 Days Later...

Status Nemesis Season 2 di Netflix: Tayang atau Batal?

Para penggemar serial Nemesis di Indonesia maupun penonton global...

Teleskop Webb Ungkap Detail Galaksi Spiral Terdekat

Teleskop Webb Ungkap Detail Galaksi Spiral Terdekat Badan Antariksa Amerika...

Sisi Dekat Bulan: Wajah yang Selalu Menghadap Bumi

Setiap malam, jutaan pasang mata di Indonesia dan seluruh...
spot_imgspot_img

Blue Moon Micromoon 31 Mei 2026: Bulan Terjauh Tahun Ini, Bisa Dilihat dari Indonesia

Pada malam 30 hingga 31 Mei 2026, langit Indonesia akan menampilkan fenomena langka yang menggabungkan dua peristiwa astronomis sekaligus: Blue Moon — bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender — dan Micromoon — bulan purnama yang berada di titik terjauhnya dari Bumi sepanjang tahun 2026. Meskipun namanya “Blue Moon”, bulan tidak akan terlihat berwarna biru. Fenomena ini murni astronomis, bukan visual.

Apa Itu Blue Moon? Dua Definisi yang Perlu Dikenal

Istilah “Blue Moon” memiliki dua definisi yang berbeda, dan keduanya berlaku untuk peristiwa 31 Mei 2026.

Monthly Blue Moon: Purnama Kedua dalam Satu Bulan

Definisi yang paling dikenal modern adalah monthly Blue Moon — bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender. Ini terjadi karena siklus lunar (waktu antara dua purnama) sekitar 29,5 hari, sedikit lebih pendek dari rata-rata bulan kalender. Jika purnama pertama jatuh di awal bulan, ada cukup waktu untuk purnama kedua di akhir bulan yang sama.

Blue Moon jenis ini terjadi setiap 2-3 tahun sekali. Blue Moon terakhir terjadi pada 19 Agustus 2024, dan berikutnya akan datang pada 31 Mei 2026.

Seasonal Blue Moon: Purnama Ketiga dari Empat dalam Satu Musim

Definisi yang lebih tradisional adalah seasonal Blue Moon — bulan purnama ketiga dari empat purnama dalam satu musim astronomis (periode antara solstis dan ekuinoks). Setiap musim biasanya hanya memiliki tiga purnama, tapi kadang ada empat. Purnama ketiga dari empat itulah yang disebut Blue Moon.

Seasonal Blue Moon berikutnya akan terjadi pada 20 Mei 2027, ketika musim antara ekuinoks Maret dan solstis Juni 2027 menampung empat purnama.

Blue Moon 31 Mei 2026 adalah monthly Blue Moon, bukan seasonal. Ini adalah Blue Moon kedua dalam siklus Metonic 19 tahun saat ini.

Bonus: Ini Juga Micromoon Terjauh 2026

Yang membuat Blue Moon 31 Mei 2026 istimewa bukan hanya statusnya sebagai Blue Moon. Malam yang sama, bulan juga berada di apogee — titik terjauhnya dari Bumi dalam orbit elipsnya.

Micromoon vs Supermoon: Bedanya di Mana?

Orbit bulan mengelilingi Bumi tidak bulat sempurna, melainkan elips. Ada titik terdekat yang disebut perigee (sekitar 363.000 km) dan titik terjauh yang disebut apogee (sekitar 405.000 km).

  • Supermoon = purnama yang jatuh dekat perigee → tampak lebih besar dan lebih terang
  • Micromoon = purnama yang jatuh dekat apogee → tampak lebih kecil dan sedikit lebih redup

Blue Moon 31 Mei 2026 adalah micromoon terjauh sepanjang tahun 2026. Bulan akan tampak sekitar 12-14% lebih kecil dibandingkan supermoon, dan sekitar 7% lebih kecil dari rata-rata purnama biasa.

Perbandingan menarik: Blue Moon Agustus 2024 lalu adalah supermoon (titik terdekat). Blue Moon Mei 2026 adalah kebalikannya — micromoon terjauh. Dua Blue Moon bertolak belakang dalam satu siklus.

Purnama Mei 2026 juga merupakan micromoon ketiga berturut-turut tahun ini. Purnama Flower Moon pada 1 Mei 2026 adalah micromoon pertama, dan Blue Moon 31 Mei adalah yang terjauh.

Kapan dan Cara Mengamati Blue Moon dari Indonesia

Blue Moon Micromoon mencapai puncak fase purnama pada 31 Mei 2026 pukul 08:45 UTC atau 15:45 WIB (16:45 WITA, 17:45 WIT).

Waktu Terbaik Mengamati

Untuk pengamat di Indonesia, waktu terbaik melihat Blue Moon adalah:

  • Malam 30 Mei — bulan terbit di ufuk timur sekitar pukul 17:30-18:00 waktu setempat, tampak hampir penuh
  • Malam 31 Mei — bulan terbit kembali sekitar pukul 18:00-18:30, masih terlihat sangat penuh dan mulai menjauh dari horizon

Posisi bulan di langit akan berada di dekat bintang terang Antares di rasi bintang Scorpius (Kalajengking). Antares adalah bintang raksasa merah yang mudah dikenali dengan warnanya yang kemerahan. Di langit Indonesia bulan Mei, Scorpius terlihat tinggi di langit selatan — posisi ideal untuk pengamatan.

Tips Foto Blue Moon dengan Smartphone

Tidak perlu teleskop untuk menikmati atau memotret Blue Moon. Berikut tips praktis:

  • Gunakan mode Pro/Manual — turunkan ISO ke 100-200, atur shutter speed sekitar 1/125 detik
  • Pakai zoom optik — jangan digital zoom, hasilnya pecah
  • Foto saat moonrise — bulan dekat horizon tampak lebih besar karena “Moon Illusion” (efek psikologis)
  • Gunakan tripod — atau sandarkan ponsel di permukaan stabil untuk menghindari getaran
  • Sertakan foreground — bangunan, pohon, atau pegunungan membuat foto bulan lebih dramatis

Karena ini adalah micromoon (bulan tampak sedikit lebih kecil), efek Moon Illusion saat moonrise justru akan membantu — bulan di horizon akan tampak lebih besar dari ukuran aslinya, mengkompensasi efek micromoon.

Sejarah Blue Moon: Kenapa Namanya “Biru” Padahal Tidak Biru?

Pertanyaan yang paling sering muncul: kalau bulan tidak berwarna biru, kenapa disebut Blue Moon?

Dari Kesalahan yang Menjadi Tradisi

Asal-usul definisi modern Blue Moon bermula dari sebuah kesalahan interpretasi. Pada Maret 1946, majalah Sky & Telescope memuat artikel berjudul “Once in a Blue Moon” oleh James Hugh Pruett. Pruett merujuk pada Maine Farmer’s Almanac edisi 1937 yang mendefinisikan Blue Moon sebagai purnama ketiga dari empat dalam satu musim.

Namun Pruett keliru menyimpulkan bahwa Blue Moon adalah purnama kedua dalam satu bulan kalender. Kesalahan ini kemudian diadopsi secara luas dan menjadi definisi populer yang kita kenal sekarang.

Definisi “modern” ini dipopulerkan lebih lanjut melalui program radio StarDate yang dibawakan Deborah Byrd (pendiri EarthSky), buku anak-anak The Kids’ World Almanac (1985), dan bahkan permainan papan Trivial Pursuit. Seperti yang ditulis folkloris Philip Hiscock: “Old folklore it is not, but real folklore it is.”

Kapan Bulan Benar-Benar Berwarna Biru?

Langit-langit biru yang sebenarnya bisa terjadi — tapi sangat jarang. Bulan tampak biru ketika atmosfer Bumi mengandung partikel debu atau asap dengan ukuran tertentu (sedikit lebih lebar dari 900 nanometer). Partikel seukuran ini efektif menghamburkan cahaya merah, sehingga cahaya yang melewati partikel tersebut tampak kebiruan.

Peristiwa bulan biru sungguhan pernah tercatat setelah:

  • Letusan Krakatau (1883) — abu vulkanik menyebabkan bulan tampak biru di berbagai belahan dunia selama berbulan-bulan
  • Letusan Gunung St. Helens (1980) — asap kebakaran hutan dan abu vulkanik membuat bulan berwarna biru
  • Kebakaran hutan besar — partikel asap dari kebakaran skala besar juga bisa menghasilkan efek yang sama

Blue Moon 31 Mei 2026 tidak akan berwarna biru — kecuali ada bencana alam besar yang memenuhi atmosfer dengan partikel berukuran tepat. Jadi, nikmati sebagai fenomena kalender, bukan fenomena warna.

Kapan Blue Moon Berikutnya?

Setelah Blue Moon 31 Mei 2026, berikut jadwal Blue Moon berikutnya:

  • 20 Mei 2027 — Seasonal Blue Moon (purnama ketiga dari empat dalam musim Maret-Juni 2027)
  • 31 Desember 2028 — Monthly Blue Moon (purnama kedua di bulan Desember)
  • 30 September 2031 — Monthly Blue Moon
  • 31 Juli 2034 — Monthly Blue Moon

Blue Moon 31 Mei 2026 adalah kesempatan terbaik berikutnya untuk menyaksikan fenomena ini dari Indonesia — gabungan langka antara Blue Moon dan micromoon terjauh yang tidak akan terulang dalam beberapa tahun ke depan.

Kesimpulan

Blue Moon Micromoon 31 Mei 2026 adalah momen langka di mana dua fenomena astronomis bertemu: bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender dan bulan purnama terjauh dari Bumi sepanjang tahun 2026. Meskipun bulan tidak akan tampak biru, fenomena ini tetap layak ditunggu — terutama bagi pengamat langit di Indonesia yang bisa menikmati posisi Scorpius yang tinggi di langit selatan.

Siapkan kamera, temukan lokasi dengan pandangan jelas ke ufuk timur, dan saksikan malam 30-31 Mei 2026. Blue Moon berikutnya baru akan datang tiga tahun lagi — dan kombinasi Blue Moon + Micromoon seperti ini bahkan lebih langka.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here