HomeAstronomiDari 0 ke 6.000 Planet: 36 Tahun Hubble Berburu Dunia Asing —...

Dari 0 ke 6.000 Planet: 36 Tahun Hubble Berburu Dunia Asing — dan 10.000 Lagi Menunggu

Date:

Related stories

Danny Boyle Bidik Syuting Film Ketiga 28 Days Later 2027

Danny Boyle Bidik Syuting Film Ketiga 28 Days Later...

Status Nemesis Season 2 di Netflix: Tayang atau Batal?

Para penggemar serial Nemesis di Indonesia maupun penonton global...

Teleskop Webb Ungkap Detail Galaksi Spiral Terdekat

Teleskop Webb Ungkap Detail Galaksi Spiral Terdekat Badan Antariksa Amerika...

Sisi Dekat Bulan: Wajah yang Selalu Menghadap Bumi

Setiap malam, jutaan pasang mata di Indonesia dan seluruh...
spot_imgspot_img

Pada 8 Mei 2026, NASA mengumumkan pencapaian yang sulit dipercaya tiga dekade lalu: katalog eksoplanet atau planet luar tata surya telah menembus angka 6.000 dunia yang terkonfirmasi.

Angka itu bukan sekadar statistik. Ia merepresentasikan pergeseran fundamental dalam cara manusia memandang alam semesta — dari ketidakpastian total menjadi katalog yang terus membesar setiap minggu.

Ketika Teleskop Luar Angkasa Hubble diluncurkan pada tahun 1990, belum ada satu pun eksoplanet yang diketahui manusia. Nol. Saat itu, pertanyaan “Apakah ada planet lain seperti Bumi di luar sana?” masih benar-benar pertanyaan terbuka. Tiga puluh enam tahun kemudian, jawabannya sudah jelas: ada ribuan — dan jumlahnya terus bertambah.

36 Tahun Hubble: Dari Nol ke 6.000 Dunia

Milestone 6.000 eksoplanet ini dipantau oleh NASA Exoplanet Science Institute (NExScI) yang berbasis di Caltech/IPAC, Pasadena, California. Tidak ada satu planet tunggal yang dijuluki “yang ke-6.000” — angka ini bertambah secara bergulir seiring ilmuwan di seluruh dunia mengkonfirmasi kandidat-kandidat baru.

“Capaian ini merepresentasikan puluhan tahun eksplorasi kosmik yang digerakkan oleh teleskop luar angkasa NASA. Eksplorasi ini telah mengubah sepenuhnya cara manusia memandang langit malam,” kata Shawn Domagal-Goldman, Acting Director Astrophysics Division di NASA Headquarters.

“Langkah demi langkah, dari penemuan hingga karakterisasi, misi-misi NASA telah membangun fondasi untuk menjawab pertanyaan paling mendasar: Apakah kita sendirian?”

Hubble memainkan peran sentral dalam revolusi ini. Presisi dan penglihatan ultraviolet teleskop itu memungkinkan ilmuwan mengungkap atmosfer dunia-dunia jauh — melacak gas yang terlepas, mengidentifikasi komposisi kimia, dan menemukan jenis planet yang sama sekali tidak ada di tata surya kita.

5 Dunia Paling Aneh yang Pernah Ditemukan Hubble

Jika ada satu hal yang diajarkan 6.000 eksoplanet kepada kita, itu adalah bahwa alam semesta jauh lebih imajinatif daripada fiksi ilmiah mana pun. Berikut beberapa dunia paling aneh yang berhasil diidentifikasi:

Planet berbentuk bola rugby. WASP-121b, sebuah “hot Jupiter” yang begitu dekat dengan bintangnya sehingga tarikan gravitasi mendistorsi bentuknya menjadi elipsoid — mirip bola rugby raksasa yang mengorbit dalam hitungan jam.

Planet yang menguap ke angkasa. Beberapa eksoplanet mengorbit begitu dekat dengan bintangnya sehingga atmosfer mereka secara harfiah terlepas ke ruang angkasa, membentuk ekor gas raksasa yang bisa dideteksi dari Bumi.

Planet gelap selebat aspal. TrES-2b memantulkan kurang dari 1% cahaya yang mengenainya — lebih gelap daripada cat akrilik hitam atau batu bara. Para ilmuwan masih belum sepenuhnya yakin mengapa planet ini bisa begitu gelap.

Planet seringan Styrofoam. Beberapa “hot Jupiter” memiliki kepadatan sangat rendah — secara teori, mereka bisa mengapung di air jika kamu bisa menemukan bathtub yang cukup besar.

Planet dengan awan permata. Di atmosfer beberapa eksoplanet raksasa, kondisi suhu dan tekanan memungkinkan terbentuknya awan dari korundum — mineral yang sama dengan rubi dan safir. Hujan permata cair, secara harfiah.

“Setiap jenis planet yang kita temukan memberi kita informasi tentang kondisi di mana planet bisa terbentuk, dan seberapa umum planet seperti Bumi di alam semesta,” kata Dawn Gelino, Head of NASA’s Exoplanet Exploration Program di Jet Propulsion Laboratory.

“Jika kita ingin mengetahui apakah kita sendirian di alam semesta, semua pengetahuan ini sangat penting.”

Bukan Hanya 6.000 — Ada 10.000 Kandidat Baru yang Menunggu

Inilah yang membuat milestone Mei 2026 semakin menarik: angka 6.000 itu bukan akhir cerita. Lebih dari 8.000 kandidat planet sedang menunggu konfirmasi di NASA Exoplanet Archive.

Dan itu bukan semuanya. Pada April 2026, sebuah survei tunggal dari misi TESS (Transiting Exoplanet Survey Satellite) menghasilkan 10.052 kandidat eksoplanet baru dari analisis 83 juta bintang menggunakan machine learning. Jika sebagian besar dari kandidat itu terkonfirmasi — dan perkiraan menunjukkan sebagian besar akan lolos — total katalog eksoplanet bisa melesat menjadi lebih dari 16.000 dalam beberapa tahun ke depan.

Laju penemuan eksoplanet memang semakin cepat. Katalog mencapai 5.000 planet terkonfirmasi baru tiga tahun lalu. Sekarang sudah 6.000. Dan gelombang kandidat baru dari TESS, ditambah data dari misi Gaia milik European Space Agency (ESA) yang menggunakan teknik astrometri, akan terus menambah angka ini.

“Kita benar-benar membutuhkan seluruh komunitas bekerja bersama jika ingin memaksimalkan investasi dalam misi-misi yang menghasilkan kandidat eksoplanet ini,” kata Aurora Kesseli, Deputy Science Lead untuk NASA Exoplanet Archive di IPAC.

“Bagian besar dari pekerjaan kami adalah membangun alat yang membantu komunitas mengubah kandidat planet menjadi planet terkonfirmasi.”

Roman Space Telescope: Babak Berikutnya Dimulai September 2026

Jika kamu pikir 6.000 planet sudah banyak — tunggu saja.

Teleskop Nancy Grace Roman, observatorium inframerah 300-megapixel milik NASA, dijadwalkan diluncurkan pada September 2026 — delapan bulan lebih cepat dari jadwal semula. Teleskop ini akan beroperasi di titik Lagrange Sun-Earth L2, bersama Webb yang juga terus mengungkap rahasia alam semesta.

Roman diprediksi bisa menemukan hingga 100.000 eksoplanet baru, sebagian besar melalui teknik gravitational microlensing — metode yang sensitif terhadap planet yang mengorbit jauh dari bintangnya, termasuk planet pengembara (rogue planets) yang tidak mengorbit bintang manapun.

Ini akan menjadi babak yang benar-benar baru dalam katalogisasi dunia asing.

Bagaimana Indonesia Berkontribusi?

Indonesia tidak tinggal diam dalam gelombang penemuan ini. Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat, secara rutin melakukan pengamatan follow-up untuk mengkonfirmasi kandidat eksoplanet — terutama yang terdeteksi oleh TESS.

BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) juga memiliki astronom yang aktif dalam kolaborasi internasional exoplanet research. Dengan teleskop Roman yang akan segera beroperasi, peluang bagi astronom Indonesia untuk berkontribusi pada penemuan baru semakin terbuka lebar.

Pertanyaannya bukan lagi “apakah ada planet lain di luar sana.” Jawabannya sudah jelas: ada miliaran. Pertanyaan yang tersisa — dan inilah yang memandu seluruh eksplorasi ini — adalah: apakah ada yang berpenghuni? (lihat juga riset tentang batas minimum ukuran planet agar bisa dihuni)

Dengan Webb yang sudah menganalisis kimia lebih dari 100 atmosfer eksoplanet, dan Roman yang akan segera menambah katalog secara masif, manusia mungkin sedang berdiri di ambang jawaban untuk pertanyaan paling tua dalam sejarah: Are we alone?

Sumber: NASA SVS, EarthSky, Space.com, InfoAstronomy.org

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here