Momen yang Bikin Cannes Berdiri Tepuk Tangan
Malam itu mendekati tengah malam di Croisette, tapi suasana di sekitar Grand Lumiere theater di Palais des Festivals justru paling ramai. Penonton berdesakan — bukan untuk premiere film arthouse yang biasa, tapi untuk pemutaran spesial Fast & Furious dalam rangka peringatan 25 tahun franchise yang mengubah landscape action film Hollywood.
Bukan acara black tie seperti biasa. Universal Pictures meminta tamu-tamu mengenakan dress code “casual chic” — dan Vin Diesel menjawab panggilan itu dengan cara yang hanya bisa dilakukan Vin Diesel: jaket custom bertuliskan “Fast Forever” yang dihiasi rhinestones berkilau di bawah lampu Palais.
“I’ve never seen a midnight screening like this in my whole life,” kata Diesel di dalam theater sebelum pemutaran dimulai, tertawa. “It’s not like this movie hasn’t been out for a minute.”
Dia kemudian bercanda dengan kepala festival Thierry Frémaux: “Fuck the film. I’m only here once in my whole life.”
Di barisan depan, duduk berdampingan dengan bintang-bintang franchise — Jordana Brewster, Michelle Rodriguez, produser Neal H. Moritz, dan chairman Universal Donna Langley — ada satu tamu istimewa yang kehadirannya punya makna jauh lebih dalam: Meadow Walker, putri dari Paul Walker.
“Saudara yang Tak Akan Pernah Kutinggalkan”
Lalu datang momen yang membuat seluruh theater diam.
Vin Diesel mulai bicara tentang Paul Walker — rekannya, sahabatnya, “brother”-nya — yang meninggal dalam kecelakaan mobil pada 2013 di usia 40 tahun. Suara Diesel mulai bergetar.
“This is a film where brotherhood was introduced to our millennium, by myself and my brother Pablo,” kata Diesel, menyebut Walker dengan nama panggilan yang hanya digunakan orang-orang terdekatnya. “The person that was not going to let me come alone here to represent that brotherhood was Meadow Walker.”
Di layar, Fast & Furious (2001) — film pertama yang memperkenalkan Dominic Toretto dan Brian O’Conner kepada dunia — mulai berputar. Dua karakter yang awalnya musuh, tapi persahabatan mereka di layar menjadi fondasi franchise yang kini sudah menghasilkan lebih dari $7 miliar secara global.
Setelah pemutaran, banyak anggota penonton yang terdengar menangis. Mereka memberikan standing ovation — bukan hanya untuk film, tapi untuk memori seorang aktor yang dicintai jutaan orang di seluruh dunia.
Dari Street Racing LA ke $7 Miliar Global
Sulit membayangkan bahwa semua ini bermula dari film tentang balapan jalanan di Los Angeles. The Fast and the Furious (2001) memperkenalkan Vin Diesel sebagai Dom Toretto — pemimpin tim perampokan yang juga seorang street racer — dan Paul Walker sebagai Brian O’Conner, agen FBI yang menyusup ke kru Toretto.
Review The Hollywood Reporter pada 2001 menulis: “The Fast and the Furious has B-movie grit, with sexy young actors, even sexier cars and the smarts to realize a teen movie will only work if you empathize with its characters.”
Dua puluh lima tahun kemudian, franchise itu sudah menjadi salah satu yang paling menguntungkan dalam sejarah perfilman — lebih dari $7 miliar box office global dari sepuluh film. Dari balapan Dodge Charger di jalanan LA hingga misi menyelamatkan dunia di Furious 7 (2015), The Fate of the Furious (2017), dan F9 (2021), Fast & Furious berevolusi dari film B-movie menjadi tentpole blockbuster.
Dan ini belum berakhir. Fast Forever — film ke-11 dalam franchise — dijadwalkan tayang pada 17 Maret 2028. Diesel sendiri yang mengkonfirmasi di Cannes: “The only reason why we’re making the finale of Fast for 2028 is because of each and every one of you that has given us your hearts and your loyalty. You make us want to make you all proud.”
Universal Kembangkan Series Fast & Furious di Peacock
Sementara finale sinematik masih dua tahun lagi, franchise ini sudah mulai berekspansi ke layar kecil. NBCUniversal’s Peacock mengumumkan pengembangan serial TV berdasarkan Fast & Furious — meskipun masih ada kebingungan tentang berapa banyak serial yang sebenarnya sedang dikembangkan.
Beberapa laporan menyebut satu series, yang lain menyebut empat. Yang jelas: Universal melihat nilai jangka panjang dalam universe yang sudah dibangun selama seperempat abad ini. Dengan Peacock sebagai platform eksklusif, franchise ini bisa terus hidup bahkan setelah film terakhir selesai.
Tapi bagi fans yang hadir di Cannes malam itu, yang terpenting bukan angka box office atau rencana streaming — melainkan momen sederhana: seorang teman yang masih mengingat sahabatnya, di hadapan ribuan orang yang juga ikut merindukannya.
Cannes 2026 — Ketika Star Power Langka, Fast & Furious Hadir
Pemutaran Fast & Furious di Cannes 2026 hadir di momen yang tepat. Festival film tahun ini sering dikritik karena minim star power dibanding edisi sebelumnya — sedikit selebritas besar, sedikit premiere yang memicu kegilaan media.
Fast & Furious mengubah itu. Screening di Palais menjadi salah satu hot ticket paling dicari di festival — kontras menyakitkan dengan beberapa pemutaran lain yang kursinya setengah kosong. Dress code casual chic yang diminta Universal justru membuat acara terasa lebih personal, lebih intim, lebih manusiawi.
Dan ketika Vin Diesel berdiri di atas panggung Grand Lumiere — dengan jaket rhinestone-nya, suaranya bergetar saat menyebut nama Paul Walker — Cannes ingat mengapa orang-orang masih mencintai sinema: bukan karena prestisenya, tapi karena kemampuannya menyatukan orang-orang yang mencintai cerita yang sama.




