Dari Meme Reddit Jadi Film A24: Backrooms Diproyeksikan Raih $20 Juta di Weekend Pertama
Di penghujung Mei 2026, bioskop akan kedatangan film yang asal-usulnya tidak biasa: bukan dari novel bestseller, bukan remake franchise, bukan pula sequel — melainkan dari meme internet yang lahir di forum Reddit dan 4chan pada 2019. Backrooms, film terbaru A24 yang disutradarai Kane Parsons (dikenal sebagai Kane Pixels), kini diproyeksikan meraup sekitar $20 juta di akhir pekan pembukaannya (29-31 Mei), menurut laporan eksklusif Deadline.
Angka itu luar biasa untuk film dengan budget di bawah $10 juta — dan terlebih, film ini tayang tanpa layar PLF atau IMAX karena jadwalnya terjepit di antara Star Wars: The Mandalorian & Grogu dan film-film besar lain di akhir Mei.
Ini adalah cerita tentang bagaimana creepypasta internet berubah menjadi salah satu film paling ditunggu tahun ini.
Apa Itu “The Backrooms”?
Kisah Backrooms bermula dari satu postingan anonim di 4chan pada 2019. Seseorang mengunggah foto koridor kantor kosong berlantai karpet kuning pucat dengan lampu neon yang menyala redup — dan menulis caption sederhana: “If you’re not careful and you noclip out of reality in the wrong areas, you’ll end up in the Backrooms.” Jika kamu tidak hati-hati dan “terjatuh” keluar dari realitas di area yang salah, kamu akan berakhir di Backrooms.
Konsepnya sederhana tapi menakutkan: ruang liminal — tempat yang terasa familiar tapi ada yang salah. Koridor tanpa ujung. Ruangan kosong yang seolah menunggu sesuatu. Tidak ada monster yang langsung terlihat, tapi ketidaknyamanan yang muncul dari “kekosongan” itulah yang membuat konsep ini viral.
Foto itu menyebar ke Reddit, wiki fans, dan kemudian menginspirasi ratusan game di Roblox dan Minecraft. Backrooms menjadi salah satu creepypasta paling berpengaruh di era internet modern.
Lalu datang Kane Parsons. Pada Januari 2022, saat masih berusia 16 tahun, ia mengunggah video “The Backrooms: Found Footage” ke channel YouTube-nya, Kane Pixels. Video itu dibuat menggunakan Blender dan Unreal Engine — software yang sama dipakai untuk membuat game dan animasi indie. Dalam beberapa minggu, video itu meledak.
Hingga saat ini, serial YouTube Backrooms Kane Pixels sudah ditonton lebih dari 190 juta kali.
Dari YouTube ke A24 — Empat Tahun, Empat Produser Raksasa
Februari 2023, A24 mengumumkan adaptasi film dari serial YouTube Kane Pixels. Bukan adaptasi sembarangan — ini adalah kolaborasi empat rumah produksi besar: Chernin Entertainment (produser Planet of the Apes reboot), Atomic Monster (studio James Wan di balik The Conjuring), 21 Laps Entertainment (Shawn Levy, Stranger Things), dan tentu saja A24.
Kane Parsons, yang empat tahun sebelumnya hanya remaja dengan laptop dan software 3D gratis, diangkat sebagai sutradara — menjadikannya sutradara fitur termuda dalam sejarah A24. Skenario ditulis oleh Will Soodik.
Yang menarik: Chernin Entertainment membiayai film ini sendiri dengan budget di bawah $10 juta. Angka yang sangat kecil untuk standar Hollywood — tapi cukup besar untuk membangun sesuatu yang sangat ambisius.
Daftar produsernya terasa seperti daftar impian genre: James Wan (maestro horor modern), Shawn Levy (Stranger Things, Free Guy), dan Osgood Perkins (sutradara horor yang juga putra Anthony Perkins dari Psycho). Ditambah Michael Clear, Roberto Patino, Dan Cohen, Dan Levine, Chris Ferguson, Peter Chernin, Jenno Topping, dan Kori Adelson.
Sinopsis: Terapis yang Masuk ke Dimensi Lain
Dari trailer dan materi publik yang tersedia, plot film mengikuti Dr. Mary Kline (Renate Reinsve, pemeran utama film The Worst Person in the World), seorang terapis yang pasiennya — Clark (Chiwetel Ejiofor, nominasi Oscar untuk 12 Years a Slave) — menghilang ke dimensi lain.
Clark adalah pemilik toko furnitur yang juga seorang arsitek gagal. Di bagian belakang tokonya, ia menemukan portal ke ruang kosong yang tampak seperti kantor — Backrooms. Awalnya ia mendekati penemuan itu dengan rasa ingin tahu ala Poltergeist: menguji, mencoba memahami. Tapi semakin dalam ia masuk, semakin jelas bahwa tempat itu jauh lebih besar — dan jauh lebih mengerikan — dari yang ia bayangkan.
Reinsve kemudian harus ikut masuk ke Backrooms untuk mencari Clark. Di sana, keduanya berhadapan dengan makhluk-makhluk lainworldly yang menghuni ruang liminal tersebut.
Cast pendukung termasuk Mark Duplass, Finn Bennett sebagai Bobby, Lukita Maxwell sebagai Kat, dan Avan Jogia.
Syuting berlangsung di Vancouver, Kanada, dari 7 Juli hingga 14 Agustus 2025, dengan judul sementara “Effigy.”
Set 30.000 Kaki Persegi — Orang Sampai Tersesat di Lokasi Syuting
Salah satu detail paling menarik dari produksi Backrooms: A24 dan tim produksi membangun lebih dari 30.000 kaki persegi (sekitar 2.800 meter persegi) set Backrooms secara fisik. Bukan CGI — ruangan nyata yang bisa dimasuki.
Set itu begitu luas dan membingungkan hingga orang-orang benar-benar tersesat di lokasi syuting. Bayangkan: koridor yang semuanya terlihat sama, ruangan yang berulang tanpa ujung, dan pencahayaan neon yang seragam — persis seperti konsep liminal space yang membuat Backrooms viral sejak awal.
Keputusan membangun set fisik alih-alih mengandalkan CGI penuh mencerminkan filosofi Kane Pixels: Backrooms terasa menakutkan justru karena terasa nyata. Foto aslinya nyata (walaupun lokasinya sudah tidak ada — investigasi internet mengidentifikasi lokasi aslinya sebagai showroom bekas di Oshkosh, Wisconsin). Film ini melanjutkan tradisi itu.
Proyeksi Box Office: $20 Juta — Tanpa Layar IMAX
Menurut Deadline, Backrooms diproyeksikan meraup sekitar $20 juta di akhir pekan pembukaan (29-31 Mei 2026). Untuk konteks:
- Budget film: < $10 juta (dibiayai Chernin Entertainment)
- Proyeksi opening: ~$20 juta — potensi ROI 2x+ hanya di weekend pertama
- Tanpa layar PLF/IMAX — jadwalnya terjepit Star Wars: The Mandalorian & Grogu yang mengambil semua layar premium
- Menurut sumber box office Deadline, film ini memiliki “stickiness” dengan audiens di bawah 25 tahun — fans yang sudah mengikuti lore Backrooms sejak era YouTube
Sebagai perbandingan, Iron Lung (Januari 2026) — film berbasis game indie dengan budget $3 juta — membuka dengan $17,8 juta, kemudian “berkaki panjang” (legged out) hingga $40,8 juta domestik dan lebih dari $50 juta global. Jika Backrooms mengikuti pola yang sama dengan opening $20 juta, proyeksi akhirnya bisa mencapai $40-50 juta domestik.
Yang membuat ini lebih impresif: Iron Lung punya basis fans niche. Backrooms punya 190 juta views di YouTube dan presence di Roblox, Minecraft, dan platform gaming lain — basis audiens yang jauh lebih luas.
Di jajak pendapat Rotten Tomatoes, Backrooms menempati posisi #4 Most Anticipated Movie of May 2026 — di belakang Star Wars: The Mandalorian & Grogu, Devil Wears Prada 2, dan Mortal Kombat II. Menurut data Diesel Labs, film ini adalah #2 paling ditunggu di Mei dengan 31,72% attention scale dan 416 juta sinyal.
Viral Marketing: Iklan TV Palsu untuk “Cap’n Clark’s Ottoman Empire”
A24 tahu persis cara memasarankan film ke audiens yang sudah kenal dengan lore-nya. Alih-alih merilis trailer tradisional, mereka meluncurkan kampanye viral marketing berupa iklan TV palsu untuk “Cap’n Clark’s Ottoman Empire” — toko furnitur fiktif milik karakter Chiwetel Ejiofor dalam film.
Iklan 30 detik itu tayang di Pluto TV dan terlihat persis seperti iklan lokal jadul yang biasa muncul di antara iklan karpet lantai saat kamu bolos sekolah — lengkap dengan kualitas produksi rendah, jingle awkward, dan tagline yang terasa terlalu antusias untuk produk yang tidak ada.
Strategi ini jenius karena dua alasan: pertama, ia meng-blur batas antara fiksi dan realitas (persis seperti semangat Backrooms asli). Kedua, ia terasa “by us, for us” — dibuat untuk orang-orang yang sudah paham konteksnya, bukan untuk pasar massal yang butuh penjelasan.
Pola marketing A24 memang konsisten: unconventional, internet-native, dan selalu membuat orang penasaran. Dari teaser poster minimalist hingga campaign ARG (Alternate Reality Game), A24 memahami bahwa untuk film berbasis komunitas internet, marketing terbaik adalah yang terasa seperti bagian dari lore itu sendiri.
Pola Bigger Picture: Dari Internet ke Bioskop
Backrooms bukan satu-satunya contoh tren ini, tapi bisa jadi yang paling sukses:
- Five Nights at Freddy’s (2023) — game YouTube → film Universal, $297 juta global
- Iron Lung (2026) — indie game → film, $50 juta global dari budget $3 juta
- Slender Man (2018) — creepypasta → film Sony, flop (peringatan: tidak semua adaptasi internet berhasil)
Slender Man adalah contoh penting: creepypasta yang sangat populer di masanya, tapi filmnya gagal karena mencoba memuaskan audiens massal alih-alih fans yang sudah mengenal lore-nya. Backrooms tampaknya menghindari jebakan itu — dengan Kane Parsons sendiri yang menyutradarai, film ini tetap setia pada visi asli yang membuat konsepnya viral.
Jika Backrooms berhasil mencapai atau melampaui proyeksi $20 juta opening, ini akan menjadi salah satu adaptasi konten internet paling sukses dalam sejarah box office — dan membuktikan bahwa “dari meme ke bioskop” bukan sekadar gimmick, tapi model baru untuk pengembangan IP.
Kapan Tayang?
Backrooms dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat pada 29 Mei 2026. Status penayangan di Indonesia belum dikonfirmasi — ini akan menjadi pertanyaan menarik mengingat potensi audiens Indonesia yang besar untuk konten horor dan film A24.
Film ini berdurasi 110 menit dan telah mendapat rating 15 dari British Board of Film Classification (BBFC).
Penutup
Backrooms adalah simbol dari era baru di mana konten digital yang lahir dari kamar tidur remaja bisa menjadi film bioskop dengan produser sekelas James Wan dan proyeksi box office $20 juta. Dari postingan anonim di 4chan, ke video YouTube dengan Blender gratis, ke layar lebar A24 — ini adalah cerita yang hanya bisa terjadi di era internet.
Dalam 13 hari ke depan, kita akan tahu apakah Backrooms berhasil menerjemahkan ketakutan liminal yang membuatnya viral — atau apakah ia akan bergabung dengan Slender Man di daftar adaptasi internet yang gagal memenuhi ekspektasi.
Satu hal yang pasti: 190 juta orang yang menonton video Kane Pixels sudah punya pendapat tentang bagaimana film ini seharusnya. Dan mereka akan menjadi penonton pertama — sekaligus kritikus pertama — yang menentukan nasib Backrooms di box office.
Sumber: Deadline, AV Club, Dread Central, Rotten Tomatoes Editorial, Wikipedia




