Naskah Mortal Kombat III Sudah Selesai, tapi Karakter Ini Dikonfirmasi Tidak Akan Kembali
Film Mortal Kombat II baru tayang sekitar dua minggu di bioskop, tapi Warner Bros sudah bergerak cepat untuk kelanjutannya. Joe Taslim, yang kembali memerankan Noob Saibot, secara tak sengaja membocorkan bahwa naskah Mortal Kombat III sudah selesai dalam draft pertamanya. Namun di tengah kabar gembira itu, ada satu keputusan kreatif yang mengejutkan: Goro, pangeran Shokan berlengan empat, dikonfirmasi tidak akan muncul di film ketiga.
Ini bukan sekadar rumor. Penulis skenario Jeremy Slater sendiri yang mengonfirmasi bahwa karakter Goro sengaja dihapus dari rencana Mortal Kombat III, dengan alasan yang cukup mengejutkan bagi fans franchise ini, seperti dilaporkan ComicBook.com.
Mortal Kombat III Sudah Punya Naskah — Joe Taslim yang Bocorkan
Saat menghadiri Cannes Film Market 2026 bersama Iko Uwais untuk mempromosikan Pendekar: Warrior dan remake The Man from Nowhere, Joe Taslim memberikan kabar yang membuat fans Mortal Kombat bersemangat.
“Saya juga baru dapat kabar kalau naskah Mortal Kombat III udah beres, tapi masih draft satu ya,” ujar Taslim seperti dikutip dari berbagai sumber. Bocoran ini menegaskan bahwa Warner Bros tidak ingin kehilangan momentum setelah kesuksesan Mortal Kombat II.
Pola ini jarang terjadi di franchise adaptasi video game. Biasanya, studio menunggu bertahun-tahun antar-sequel — dan kehilangan hype. Warner Bros tampaknya belajar dari kesalahan studio lain dan memilih strategi “strike while the iron is hot.”
Sebagai perbandingan, franchise Sonic the Hedgehog baru merilis film ketiganya pada 2024 — delapan tahun setelah film pertama. Uncharted (2022) dengan Tom Holland bahkan belum mendapat konfirmasi sekuel. Mortal Kombat bergerak jauh lebih cepat, dan itu sinyal bagus untuk fans.
Tapi Ada Satu Karakter yang Dikonfirmasi Tidak Akan Kembali
Goro — pangeran Shokan berlengan empat yang menjadi salah satu karakter ikonik Mortal Kombat — resmi dihapus dari rencana Mortal Kombat III. Konfirmasi ini datang langsung dari Jeremy Slater, penulis skenario yang menangani franchise film Mortal Kombat.
Bagi yang belum tahu, Goro sudah pernah muncul di film Mortal Kombat (2021). Dalam film itu, Goro muncul sebagai salah satu musuh yang dihadapi Cole Young (Lewis Tan). Pertarungan itu termasuk adegan yang cukup memorable, dengan Goro menampilkan kekuatan supernya yang khas.
Keputusan menghapus Goro dari sekuel bukanlah keputusan ringan. Karakter ini adalah salah satu ikon Mortal Kombat sejak game pertama di 1992. Di franchise game, Goro muncul sebagai sub-boss — tantangan besar yang harus dikalahkan sebelum mencapai tournament final.
Alasan Kreatif di Balik Keputusan Ini
Jeremy Slater memberikan penjelasan yang cukup jujur tentang kenapa Goro tidak akan kembali. Menurutnya, alasan utamanya bukan karena karakternya tidak populer — tapi karena proses pembuatan adegan Goro secara teknis tidak menyenangkan.
“Shadowboxing lawan monster CGI tidak menyenangkan,” kata Slater. Pernyataan ini mengungkap realitas di balik layar: ketika aktor harus berakting melawan karakter CGI yang akan ditambahkan di post-production, hasilnya seringkali terasa kaku dan kurang otentik.
Keputusan ini sejalan dengan tren yang sedang terjadi di Hollywood: kembalinya efek praktis. Film-film seperti Top Gun: Maverick dan Mission: Impossible membuktikan bahwa aksi nyata dan efek praktis memberikan pengalaman sinematik yang lebih memuaskan bagi penonton.
Ini bukan berarti monster atau karakter non-manusia sepenuhnya hilang dari Mortal Kombat. Slater mengisyaratkan bahwa karakter monster masih bisa muncul jika menggunakan efek praktis dan prostetik — bukan CGI murni. Pendekatan ini pernah digunakan di film-film seperti The Thing (1982) dan Pan’s Labyrinth (2006), di mana prostetik dan animatronik menghasilkan monster yang jauh lebih meyakinkan daripada CGI.
Mortal Kombat II: Sukses yang Menjadi Alasan Sequel Dipercepat
Keputusan Warner Bros untuk langsung memproduksi Mortal Kombat III bukan tanpa alasan. Mortal Kombat II mencetak performa yang jauh melampaui film pertama di segala metrik penting.
Di Rotten Tomatoes, Mortal Kombat II mendapat skor 89% — jauh di atas film pertama (2021) yang hanya mendapat sekitar 55%. Peningkatan 34 poin ini menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan dari segi akting, efek visual, dan cerita.
Di box office, film ini mencatat US$17 juta di hari pertama penayangan — angka yang sangat solid untuk film adaptasi video game. Total box office global sudah melebihi US$62 juta dalam dua minggu pertama, dan angka ini masih terus bertambah.
Yang menarik, Jakarta dipilih sebagai kota pertama dalam Global Tour promosi Mortal Kombat II. Ini menunjukkan betapa pentingnya pasar Indonesia bagi Warner Bros. Dengan populasi besar dan minat tinggi terhadap film aksi, Indonesia memang pasar yang strategis.
Apa Artinya untuk Mortal Kombat III?
Dengan Goro yang absen, fokus Mortal Kombat III kemungkinan akan bergeser ke karakter-karakter lain yang lebih “manusiawi” dan bisa diperankan dengan efek minimal. Johnny Cage (Karl Urban) dan Kitana dipastikan akan mendapat porsi lebih besar.
Kemungkinan arah cerita juga menarik untuk ditebak. Karakter seperti Shang Tsung, Mileena, atau bahkan Baraka — yang bisa ditampilkan dengan kombinasi efek praktis dan prostetik — bisa menjadi antagonis utama film ketiga.
Mengenai jadwal tayang, jika produksi dimulai tahun ini, Mortal Kombat III kemungkinan baru akan tayang di 2028-2029 berdasarkan siklus produksi normal. Tapi dengan Warner Bros yang bergerak cepat ini, bisa saja lebih awal.
Franchise Mortal Kombat di layar lebar akhirnya menemukan formula yang tepat. Dengan naskah film ketiga yang sudah selesai dan keputusan kreatif yang berani — meskipun kontroversial — Warner Bros menunjukkan keseriusan dalam membangun franchise ini jangka panjang.
Penghapusan Goro mungkin mengecewakan sebagian fans, tapi keputusan ini menunjukkan komitmen terhadap kualitas aksi dan realisme yang justru bisa membuat Mortal Kombat III lebih baik. Pertarungan manusia vs manusia dengan efek praktis terbukti lebih memuaskan di layar lebar daripada pertarungan melawan monster CGI.
Mortal Kombat bisa menjadi contoh bahwa adaptasi video game yang berhasil tidak hanya butuh kesetiaan pada sumber material, tapi juga keberanian membuat keputusan kreatif yang sulit. Dan untuk sekarang, itu terlihat menjanjikan.




