Peneliti UI Temukan Spesies Bakteri Baru di Kawah Geiser Cisolok, Tahan Suhu 100°C
Tim peneliti dari Universitas Indonesia (UI) berhasil mengidentifikasi spesies bakteri termofilik baru yang ditemukan di kawasan geiser Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat. Bakteri yang diberi nama ilmiah Thermus javaensis sp. nov. ini mampu bertahan hidup pada suhu mendekati titik didih — 100°C — dan tercatat sebagai spesies pertama dari genus Thermus yang berasal dari Indonesia.
Penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology (2026;76:007136) setelah melalui proses penelitian dan validasi selama lebih dari satu dekade. Publikasi di jurnal bereputasi ini memastikan bahwa Thermus javaensis telah melalui proses peer review ketat dan diakui secara ilmiah sebagai spesies baru.
Kolaborasi Internasional yang Dimulai Sejak 2012
Riset ini dimulai jauh sebelum penamaan resmi diberikan. Tim peneliti FMIPA UI melakukan eksplorasi awal di kawasan geiser Cisolok pada tahun 2012, dan baru memulai pengambilan sampel spesies pada 2015. Proses isolasi mikroba, analisis genetik, whole genome sequencing (WGS), hingga karakterisasi biokimia memakan waktu bertahun-tahun karena kompleksitas menjaga kultur bakteri termofilik tetap hidup — mikroba ini memerlukan lingkungan bersuhu tinggi secara konstan.
Tim peneliti Indonesia dipimpin oleh Guru Besar Ilmu Sistematika dan Prospeksi Mikroorganisme FMIPA UI, Prof. Dra. Wellyzar Sjamsuridzal, M.Sc., Ph.D., bersama Dr. Fitria Ningsih, S.Si., M.Eng., Dr. Mazytha K. Rachmania, M.Si., dan Dhian Chitra Ayu Fitria Sari, M.Si. Penelitian ini juga melibatkan kolaborator internasional: Yasunori Ichihashi, Ph.D. dan Shuhei Yabe, Ph.D. dari RIKEN Jepang, serta Prof. Song-Gun Kim, Ph.D. dari KRIBB Korea Selatan.
Penamaan javaensis merujuk langsung pada Pulau Jawa sebagai lokasi penemuan. Konvensi penamaan ini mengikuti standar internasional dalam taksonomi mikrobiologi, di mana spesies baru sering dinamai berdasarkan lokasi geografis pertama kali ditemukan.
Karakteristik Unik: Pigmen Kuning dan Rotund Bodies
Bakteri Thermus javaensis memiliki rentang pertumbuhan pada suhu 45–80°C dengan suhu optimum 60–65°C. Secara morfologi, bakteri ini berpigmen kuning, berbentuk batang, dan memiliki struktur unik yang disebut rotund bodies — struktur berbentuk bulat yang jarang ditemukan pada genus Thermus.
Karakteristik ini mengingatkan pada bakteri Thermus aquaticus, yang pernah ditemukan di Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat, pada tahun 1969. Dari T. aquaticus diisolasi enzim Taq polymerase — enzim yang kemudian menjadi fondasi metode Polymerase Chain Reaction (PCR), teknik diagnostik yang kini digunakan secara global, termasuk untuk deteksi COVID-19. Penemuan rotund bodies pada Thermus javaensis menambah keunikan genetik genus ini dan membuka peluang penelitian lebih lanjut tentang mekanisme adaptasi mikroba terhadap lingkungan ekstrem.
Potensi Aplikasi: Enzim Termostabil hingga Senyawa Antibakteri
Salah satu aspek paling menarik dari penemuan ini adalah potensi aplikasinya di industri dan kesehatan. Analisis genom Thermus javaensis menunjukkan bahwa bakteri ini menghasilkan enzim termostabil — enzim yang tetap aktif pada suhu tinggi.
Enzim termostabil sangat bernilai dalam proses industri yang beroperasi pada suhu tinggi, seperti manufaktur biofuel, pengolahan limbah, produksi farmasi, dan industri makanan. Enzim konvensional biasanya terdenaturasi pada suhu tinggi, sehingga membutuhkan penggantian berkala yang meningkatkan biaya operasional secara signifikan. Dengan enzim termostabil dari Thermus javaensis, proses industri bisa berjalan lebih efisien dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis.
Selain enzim, peneliti juga menemukan adanya metabolit sekunder baru dari kelompok terpen yang berpotensi dikembangkan menjadi senyawa antibakteri, antijamur, dan antiinflamasi. Ini membuka jalur riset baru untuk pengembangan obat-obatan dari mikroorganisme lokal Indonesia.
“Penemuan Thermus javaensis menunjukkan bahwa ekosistem geotermal Indonesia merupakan biodiversity hotspot yang menyimpan keanekaragaman mikroorganisme yang sangat besar dan belum sepenuhnya terungkap secara ilmiah,” ujar Prof. Wellyzar dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).
Mengapa Penemuan Ini Penting untuk Indonesia
Indonesia memiliki lebih dari 120 gunung berapi aktif dan ribuan titik panas geotermal — menjadikannya salah satu negara dengan keanekaragaman geotermal terbesar di dunia. Namun, mikroorganisme yang hidup di lingkungan ekstrem ini masih sangat sedikit yang teridentifikasi secara ilmiah. Sebagian besar penelitian mikrobiologi termofilik selama ini berfokus pada sumber di Amerika Serikat, Islandia, dan Selandia Baru.
Penemuan Thermus javaensis adalah bukti bahwa ekosistem geotermal Indonesia menyimpan potensi bioteknologi yang belum tergali. Seperti halnya Thermus aquaticus dari Yellowstone yang menghasilkan enzim PCR bernilai miliaran dolar, tidak tertutup kemungkinan Thermus javaensis akan menghasilkan terobosan serupa — terutama dalam pengembangan enzim industri dan senyawa farmasi baru.
“Temuan ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut di bidang bioteknologi, khususnya mikroorganisme termofilik yang berpotensi menghasilkan aplikasi industri bernilai tinggi,” kata Prof. Wellyzar.
Outlook
Publikasi di jurnal internasional menandai tonggak penting, tapi ini baru awal. Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan tim peneliti dan pemerintah adalah proses patenting untuk melindungi kekayaan intelektual Indonesia, pengembangan kultivar skala industri, dan kolaborasi dengan sektor swasta untuk mengkomersialisasi enzim dan metabolit yang dihasilkan.
Jika dikelola dengan baik, Thermus javaensis bisa menjadi contoh nyata bagaimana riset dasar di universitas nasional bisa menghasilkan nilai ekonomi tinggi — sekaligus menempatkan Indonesia di peta bioteknologi mikroorganisme global. Dengan dukungan pendanaan riset yang memadai dan kebijakan yang mendorong kolaborasi antara akademisi dan industri, penemuan-penemuan serupa bisa terus bermunculan dari laboratorium-laboratorium Indonesia.
- Sumber: detik.com — Peneliti UI Temukan Bakteri Baru dari Jawa (detik.com/edu/detikpedia/d-8494922)
- Sumber: Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology — Thermus javaensis sp. nov. (2026;76:007136)




