Sutradara film “The Book of Life” dan serial “Maya and the Three” resmi mengundurkan diri dari inisiatif Amazon MGM Studios untuk memproduksi serial animasi berbasis AI. Keputusannya diambil setelah gelombang protes dari komunitas seniman dan animator di seluruh dunia.
Jorge Gutierrez, salah satu animator paling dihormati Hollywood — di balik kesuksesan The Book of Life (20th Century Studios), El Tigre: The Adventures of Manny Rivera (Nickelodeon), dan Maya and the Three (Netflix) — secara resmi mengumumkan bahwa ia mundur dari program AI Amazon MGM Studios.
“Saya telah memutuskan untuk keluar dari program AI di Amazon,” tulis Gutierrez di akun media sosialnya pada Jumat. “Saya tidak akan membuat serial Punky Duck. Aksi berbicara lebih keras dari kata-kata.”
Dari Proyek Bergengsi ke Kontroversi
Gutierrez awalnya diumumkan sebagai salah satu dari tiga kreator yang mendapat lampu hijau di bawah GenAI Creators’ Fund milik Amazon MGM Studios — inisiatif baru yang menyediakan pendanaan dan akses ke alat produksi AI bagi filmmaker, kreator digital, dan startup teknologi untuk mengembangkan acara TV dan film premium.
Amazon MGM bermitra dengan divisi teknologi AWS untuk meluncurkan apa yang mereka klaim sebagai platform produksi AI pertama yang dirancang khusus untuk industri hiburan. Proyek Gutierrez, berjudul “Punky Duck”, rencananya mengisahkan seekor bebek punk yang menggemaskan dan sahabatnya, Smiley Cat, yang terjebak dalam kekacauan Los Angeles — mulai dari invasi alien, monster raksasa, konspirasi kriminal robot, drama keluarga ala telenovela, hingga mayhem supranatural.
Logline yang disediakan Amazon MGM menggambarkan: “Seekor bebek punk yang menggemaskan dan sahabatnya, Smiley Cat, mengarungi Los Angeles yang sangat dilebih-lebihkan, secara lucu tersandung ke invasi alien, monster raksasa, konspirasi kriminal robot, drama keluarga telenovela, dan kekacauan supranatural — semua sambil mencoba (dan biasanya gagal) melakukan hal yang benar.”
“Saya Memahami Kekhawatiran Tentang AI dalam Animasi”
Sebelum mengumumkan pengunduran dirinya, Gutierrez sempat memposting pesan di platform X yang menunjukkan ia sedang mempertimbangkan kembali keputusannya.
“Belajar banyak dari kalian semua. Terima kasih. Banyak informasi yang saya cerna sepenuh hati. Saya benar-benar memahami kekhawatiran tentang penggunaan AI untuk membantu pipeline animasi. Untuk semua orang yang memberi saya grace, saya sangat mengapresiasi. Saya punya banyak hal untuk dipikirkan,” tulisnya.
Setelah merenung, Gutierrez akhirnya mengambil langkah yang lebih tegas:
“Niat saya adalah untuk memamerkan artis, baik yang baru maupun yang sudah berpengalaman, baik di dalam maupun di luar studio, yang menggerakkan teknologi baru ini. Permintaan maaf saya yang tulus kepada mereka yang saya kecewakan. Saya berjanji akan melakukan lebih baik ke depannya. Terima kasih atas kesabaran kalian. Saya akan berusaha lebih keras.”
Gelombang Protes dari Komunitas Kreatif
Pengumuman awal keterlibatan Gutierrez dalam proyek AI Amazon memicu reaksi keras dari komunitas seniman, animator, dan pekerja kreatif di seluruh dunia. Banyak yang merasa bahwa seorang animator yang reputasinya dibangun di atas seni animasi tangan yang kaya detail dan budaya — seperti yang terlihat di The Book of Life yang merayakan seni dan tradisi Meksiko — seharusnya tidak menjadi wajah dari produksi berbasis AI.
Kritik terbesar tertuju pada pertanyaan fundamental: apakah AI dalam produksi animasi akan menggantikan pekerjaan animator manusia, atau sekadar menjadi alat bantu? Bagi banyak pekerja kreatif, garis itu sangat tipis — dan Amazon MGM, dengan GenAI Creators’ Fund-nya, dianggap melangkah terlalu jauh ke arah penggantian.
Representatif Amazon MGM Studios belum memberikan komentar resmi atas pengunduran diri Gutierrez.
Amazon dan GenAI Creators’ Fund: Gambaran Besar
GenAI Creators’ Fund adalah bagian dari strategi besar Amazon MGM Studios untuk memposisikan diri sebagai pionir dalam produksi hiburan berbasis AI. Selain Gutierrez, dua kreator lain juga mendapat lampu hijau untuk proyek mereka di bawah program yang sama — meskipun identitas mereka dan detail proyek belum diumumkan secara publik.
Program ini menyediakan:
- Pendanaan untuk pengembangan TV show dan film berbasis AI
- Akses ke alat produksi AI yang dikembangkan bersama AWS
- Platform produksi AI purpose-built — yang diklaim sebagai yang pertama di industri
Namun, tanpa figur seperti Gutierrez di dalamnya, pertanyaan besar muncul: apakah kreator lain akan tertarik bergabung, atau apakah program ini justru kehilangan legitimasi artistik yang dibutuhkan?
Akan Apa Selanjutnya untuk Gutierrez?
Gutierrez memiliki track record yang solid dalam membawa cerita-cerita berbasis budaya ke layar. The Book of Life mendapat pujian karena representasi budaya Meksiko yang autentik dan visual animasi yang memukau. Maya and the Three di Netflix menjadi salah satu serial animasi orisinal paling populer platform tersebut.
Keputusannya untuk mundur dari proyek AI bisa dibaca sebagai pengakuan bahwa reputasi yang dibangun bertahun-tahun — sebagai kreator yang menghargai seni dan pekerja di baliknya — lebih berharga daripada satu proyek kontroversial.
“Aksi berbicara lebih keras dari kata-kata,” tulisnya. Dan dalam kasus ini, aksinya adalah mundur.
AI dan Hollywood: Perang yang Belum Selesai
Kasus Gutierrez adalah episode terbaru dalam debat panjang tentang peran AI di industri hiburan. Tahun 2023, pemogokan penulis dan aktor Hollywood sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran tentang penggunaan AI dalam penulisan skrip dan penggantian aktor dengan versi digital.
Setahun kemudian, studio-studio besar masih mencari cara untuk mengintegrasikan AI ke dalam proses kreatif mereka — dan masih belum menemukan keseimbangan yang diterima oleh komunitas kreatif. Amazon MGM, dengan pendekatan “mari beri dana pada kreator untuk bereksperimen”, mungkin berniat baik. Tapi eksekusinya? Itu cerita lain.
Bagi pembaca di Indonesia — di mana industri animasi dan konten kreatif sedang tumbuh pesat — kisah Gutierrez menjadi pengingat penting: teknologi boleh berubah, tapi yang membuat karya berkesan tetaplah sentuhan manusia di baliknya.




