Dana abadi Universitas Harvard secara signifikan mengurangi eksposur terhadap ETF Bitcoin dan Ethereum spot pada kuartal pertama 2026, berdasarkan pengajuan dokumen ke Securities and Exchange Commission (SEC).
Harvard Management Company (HMC), entitas yang mengelola dana abadi Harvard, memangkas posisi ETF Bitcoin spot BlackRock (IBIT) sekitar 43 persen dan sepenuhnya melikuidasi kepemilikan ETF Ethereum BlackRock, menurut data dari pengajuan regulasi formulir 13F terbaru.
Langkah De-Risking yang Mencolok
Keputusan HMC untuk mengurangi eksposur kripto ini bertolak belakang dengan langkah investor institusional besar lainnya. Dana kekayaan negara Abu Dhabi, Mubadala, justru meningkatkan posisi IBIT sebesar 16 persen menjadi sekitar US$566 juta pada periode yang sama — menunjukkan adanya perbedaan pandangan di kalangan pemegang aset besar terkait apetit terhadap eksposur Bitcoin.
Pengajuan formulir 13F mewajibkan manajer investasi institusional dengan aset kelolaan di atas US$100 juta untuk mengungkapkan kepemilikan mereka setiap kuartal kepada SEC, memberikan transparansi atas pergeseran portofolio besar di seluruh ekuitas dan sekuritas lainnya.
Langkah Harvard dalam mengurangi ETF Bitcoin dan keluar total dari ETF Ethereum menandakan de-risking signifikan terhadap alokasi aset digital dalam portofolio endowment mereka.
Mengapa Harvard Mundur dari Kripto?
Pergerakan ini mencerminkan perubahan sentimen institusional terhadap ETF Bitcoin dan Ethereum spot di awal 2026, kurang lebih enam bulan setelah SEC menyetujui produk ETF Ethereum spot bersama ETF Bitcoin yang sudah ada sebelumnya.
Beberapa faktor yang kemungkinan mendorong keputusan Harvard:
- Manajemen risiko konservatif: Dana abadi cenderung bersikap hati-hati terhadap aset volatil
- Rotasi portofolio: Kemungkinan rebalancing menuju instrumen tradisional
- Profil risiko: Harvard mungkin menilai eksposur kripto tidak lagi sejalan dengan mandat investasi jangka panjang
Konteks Pasar yang Lebih Luas
Keputusan Harvard ini terjadi di tengah lanskap kripto yang terus berevolusi. Sementara beberapa institusi keuangan tradisional masih berinvestasi di aset digital, langkah HMC menunjukkan bahwa tidak semua lembaga besar memiliki pandangan bullish terhadap kripto sebagai kelas aset jangka panjang.
Pengajuan SEC 13F yang transparan memungkinkan publik melihat bagaimana pemain besar bergerak — dan dalam kasus ini, sinyal dari Harvard jelas: kurangi risiko, mundur dari spekulasi.
Sumber: SEC EDGAR Filing, BeInCrypto, Crypto News




