Dokumenter “The Space Race” Ungkap Perjuangan Astronot Kulit Hitam Pertama NASA
Dokumenter The Space Race: The Untold Story of the First Black Astronauts hadir sebagai karya sinematik yang mengungkap kisah nyata penuh hambatan yang dihadapi pilot dan calon astronot kulit hitam Amerika dalam upaya mereka menembus program antariksa NASA. Film yang disutradarai oleh Lisa Cortes dan Diego Hurtado de Mendoza ini berdurasi 91 menit dan kini tersedia di Disney+ serta Hulu.
Kisah dibuka dengan konteks aktual: Jeanette Epps, seorang wanita kulit hitam yang dipilih sebagai astronot NASA pada tahun 2009, akhirnya menjalani penerbangan pertamanya melalui misi Crew-8 menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional. Epps sebelumnya dijadwalkan berangkat ke ISS pada 2018 melalui misi Soyuz, namun dipindahkan hanya beberapa bulan sebelum peluncuran dengan alasan yang tidak pernah diungkap secara terbuka. Insiden tersebut memicu tuduhan rasisme, meskipun Epps sendiri menyatakan tidak pernah mengalami masalah bekerja dengan rekan-rekan Rusia.
Ed Dwight: Tokoh Sentral yang Tidak Pernah ke Antariksa
Karakter sentral dalam film ini justru adalah seseorang yang tidak pernah pergi ke luar angkasa: Ed Dwight. Ia merupakan seorang pilot Angkatan Udara Amerika Serikat yang diidentifikasi oleh Gedung Putih sebagai calon astronot, sebagai bagian dari janji kampanye Presiden John F. Kennedy. Dwight menggambarkan posisinya yang terjebak dalam situasi kompleks.
Pihak Gedung Putih mendorong kariernya namun tidak melakukan banyak hal untuk memuluskan jalannya. Kelompok hak sipil mempromosikan dan memujinya di hadapan publik, tetapi pada saat yang sama mengkritiknya karena dianggap tidak cukup vokal memperjuangkan isu-isu mereka. Di sisi lain, terdapat penolakan kuat dariinternal militer dan NASA terhadap kehadirannya.
“Tidak ada cara di dunia ini yang akan membiarkan saya setara dengan mereka,” ujar Dwight mengenai peluangnya bergabung dengan kelompok astronaut Mercury Seven. Dwight akhirnya tidak terpilih dalam kelas astronaut NASA selanjutnya dan kemudian meninggalkan Angkatan Udara.
Revolusi Perekrutan Era 1970-an
Film ini kemudian bergerak ke era 1970-an, ketika NASA secara terbuka mulai mencari kandidat astronot kulit hitam untuk pertama kalinya. Salah satu langkah paling ikonik adalah kampanye perekrutan yang menampilkan aktris Star Trek, Nichelle Nichols. Kampanye tersebut terbukti sangat efektif.
“Saya tahu dia berbicara kepada saya. Yang lain mengklaim dia berbicara kepada mereka. Tidak, dia berbicara kepada saya,” kenang Fred Gregory, seorang pilot Angkatan Udara yang menjadi salah satu dari tiga pria kulit hitam terpilih dalam kelas astronaut 1978, bersama Guy Bluford dan Ron McNair.
Ketiganya mendapat sorotan media yang luas saat menjalani pelatihan astronaut, disertai setidaknya sebuah kompetisi diam-diam mengenai siapa yang akan menjadi penerbang pertama. Gregory mengenang, “Saya tidak ingat berkompetisi, tetapi saya diberitahu bahwa ada kompetisi.”
Guy Bluford: Astronot Kulit Hitam Pertama Amerika
Kehormatan menerbangkan misi luar angkasa pertama bagi astronaut kulit hitam Amerika akhirnya jatuh kepada Bluford. Namun ia menegaskan bahwa itu bukan karena ia melobi pengambil keputusan kunci di Johnson Space Center, George Abbey yang legendaris.
“Saya menghindari orang itu. Saya pikir semakin sedikit dia tahu tentang saya, semakin baik. Saya benar-benar tidak ingin menjadi astronaut kulit hitam pertama,” kata Bluford.
Penting dicatat bahwa Bluford adalah orang kulit hitam pertama Amerika di antariksa, namun bukan yang pertama di dunia. Arnaldo Tamayo Méndez dari Kuba telah lebih dulu terbang dalam misi Soviet pada tahun 1980. Para astronaut kulit hitam NASA mengaku tidak mengetahui hal tersebut pada masanya, dan sejarawan kemudian mencatat bahwa warisan Afrika Tamayo tidak ditekankan sampai periode selanjutnya.
Warisan dan Generasi Selanjutnya
Film ini memfokuskan narasi pada pengalaman Bluford, Gregory, dan McNair. Nasib McNair menjadi catatan tersendiri: ia tewas dalam kecelakaan pesawat ulang-alik Challenger pada tahun 1986, sehingga kisahnya disampaikan melalui rekaman arsip dan kenangan koleganya. Film juga menghadirkan Charlie Bolden, astronaut kulit hitam awal NASA yang kemudian menjadi administrator NASA, serta Bernard Harris dan Leland Melvin.
Astronaut aktif Victor Glover berbagi pengalaman tentang dukungan yang ia terima dari para astronaut kulit hitam terdahulu saat berada di orbit pada misi Crew-1, tidak lama setelah pembunuhan George Floyd dan protes Black Lives Matters yang mengguncang Amerika.
Salah satu adegan paling menyentuh terjadi menjelang akhir film, ketika Glover dan Dwight melakukan panggilan video dengan Jessica Watkins yang sedang bertugas di stasiun luar angkasa pada 2022. “Kami sangat berterima kasih atas jalan yang telah Anda buka bagi kami untuk mengikuti,” kata Watkins kepada Dwight. “Terima kasih karena telah mengingat saya,” jawab Dwight.
Catatan Kritis
Meskipun kuat dalam narasi, dokumenter ini mendapat catatan kritis. Astronot wanita kulit hitam hanya disebutkan secara sepintas dan tidak diwawancarai. Tidak ada pembahasan mengenai tantangan ganda yang mereka hadapi, baik sebagai perempuan maupun sebagaiminoritas ras. Hal ini menjadi celah yang cukup mencolok dalam sebuah film yang berambisi mengungkap sejarah yang belum diceritakan secara utuh.
Secara keseluruhan, The Space Race berhasil menjalankan misinya: mengingatkan dunia tentang para perintis yang membuka jalan bagi keragaman di program antariksa. Dokumenter ini bukan sekadar tontonan, melainkan catatan sejarah yang wajib ditonton bagi siapa pun yang tertarik dengan perjalanan eksplorasi luar angkasa dan perjuangan kesetaraan di dalamnya.




