Jakarta — Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 belum dibuka secara resmi. Masyarakat diminta waspada terhadap berbagai informasi palsu terkait pendaftaran yang beredar luas di media sosial maupun platform pesan instan.
“Sampai dengan saat ini, pemerintah belum mengumumkan jadwal maupun membuka pendaftaran CPNS 2026. Seluruh informasi resmi hanya akan disampaikan melalui kanal pemerintah,” ujar pihak BKN dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir detikcom, Jumat (20/6/2026).
BKN mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh tautan-tautan mencurigakan yang menjanjikan pembukaan pendaftaran CPNS. Unggahan yang mengajak calon peserta untuk mengisi data pribadi atau membayar sejumlah uang melalui situs non-resmi dipastikan sebagai modus penipuan.
Modus Hoaks CPNS yang Beredar
Kompas.com melaporkan bahwa hoaks seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM Periode 2026 menjadi salah satu konten palsu yang paling banyak ditemukan. Unggahan tersebut menampilkan infografik palsu yang menyerupai desain resmi lembaga pemerintah, lengkap dengan logo dan format yang tampak meyakinkan.
Genz.id menambahkan bahwa modus penipuan terbaru melibatkan tautan pendaftaran CPNS 2026 yang mengarahkan calon pelamar ke situs web palsu menyerupai portal SSCASN. Situs tersebut dirancang sedemikian rupa hingga terlihat seperti halaman resmi, namun sebenarnya berfungsi mengumpulkan data pribadi dan informasi keuangan korban.
BKN mengingatkan bahwa satu-satunya portal resmi untuk seluruh proses seleksi CPNS dan PPPK adalah sscasn.bkn.go.id. Setiap perubahan jadwal, syarat, atau prosedur akan dipublikasikan melalui laman tersebut serta kanal media sosial resmi BKN.
Daftar Resmi Sumber Informasi CPNS
Untuk menghindari jebakan hoaks, masyarakat dapat merujuk pada sejumlah kanal resmi pemerintah. Portal utama sscasn.bkn.go.id menjadi rujukan tunggal terkait pendaftaran, pengumuman hasil seleksi, hingga pengumuman kelulusan akhir.
Selain itu, akun media sosial resmi BKN di berbagai platform menjadi sarana penyebaran informasi yang terverifikasi. Masyarakat juga dapat menghubungi layanan Call Center BKN apabila menemukan informasi yang meragukan atau membutuhkan konfirmasi terkait proses rekrutmen ASN.
Pemda yang Tidak Mengajukan Formasi CPNS 2026
Dilansir dari jpnn.com, sejumlah pemerintah daerah telah menyatakan tidak akan membuka formasi CPNS maupun PPPK pada tahun 2026. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan anggaran dan kebutuhan kepegawaian yang dinilai sudah mencukupi untuk periode berjalan.
Alasan penutupan formasi ini bervariasi antar daerah, mulai dari keterbatasan fiskal hingga kebijakan penataan ulang struktur organisasi. Masyarakat di daerah-daerah tersebut diharapkan tidak kecewa dan tetap mengikuti perkembangan kebijakan kepegawaian pada tahun berikutnya.
Kota Jambi Usulkan 330 Formasi CPNS
Sebaliknya, Pemerintah Kota Jambi justru mengajukan 330 formasi CPNS tahun 2026 kepada pemerintah pusat. Usulan ini bertujuan mengisi kekosongan jabatan di sejumlah sektor strategis, namun tidak mencakup formasi guru.
Wali Kota Jambi menyebutkan bahwa kebutuhan kepegawaian di luar sektor pendidikan cukup mendesak, terutama untuk bidang kesehatan, pekerjaan umum, dan administrasi kependudukan. Pemerintah kota berharap usulan ini segera disetujui oleh Kementerian PANRB agar proses rekrutmen dapat berjalan sesuai jadwal resmi.
CPNS 2025 Masih Menjalani Masa Pembaretan
Sementara itu, proses rekrutmen CPNS tahun anggaran 2025 masih berlangsung di beberapa wilayah. Jurnalpolisi.co.id melaporkan bahwa sebanyak 62 CPNS Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Koordinator Wilayah Surabaya telah menjalani kegiatan pembaretan di Sidoarjo pada 18 Juni 2026.
Kegiatan serupa juga dilakukan oleh CPNS Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Madiun. Harianbangsa.net mencatat bahwa sembilan CPNS tersebut menyelesaikan kegiatan Long March dan Pembaretan sebagai bagian dari pembinaan fisik, mental, serta jiwa korsa sebelum resmi bertugas.
Kegiatan pembaretan ini menjadi tradisi dalam pembentukan integritas dan kedisiplinan bagi aparatur negara yang baru direkrut. Proses ini diharapkan menghasilkan PNS yang memiliki karakter kuat, berintegritas tinggi, serta siap melayani masyarakat dengan profesional.
Tips Menghindari Penipuan Berkedok CPNS
BKN memberikan sejumlah tips praktis agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan berkedok pendaftaran CPNS. Pertama, selalu verifikasi informasi melalui portal resmi sscasn.bkn.go.id sebelum mengambil keputusan apapun terkait pendaftaran.
Kedua, jangan pernah membayar sejumlah uang kepada pihak yang menjanjikan kelulusan atau kemudahan dalam proses seleksi. Seluruh proses CPNS bersifat transparan, gratis, dan tanpa pungutan biaya dalam bentuk apapun.
Ketiga, hindari mengisi data pribadi seperti nomor KTP, nomor rekening, atau informasi keuangan lainnya ke dalam situs web yang tidak terverifikasi resmi. Keempat, segera laporkan unggahan mencurigakan kepada pihak berwajib atau melalui kanal pengaduan BKN apabila menemukan indikasi penipuan.
Dengan tetap waspada dan hanya mengandalkan sumber informasi resmi, masyarakat dapat menghindari kerugian materiil maupun immateril akibat hoaks CPNS yang terus bermunculan menjelang pembukaan pendaftaran resmi nanti.
Referensi: detikcom, Kompas.com, Genz.id, www.detik.com




