Gelandang tim nasional Colombia, Gustavo Puerta, memberikan pernyataan tegas terkait isu perdukunan yang dibawa pendukung Ghana jelang laga 16 besar Piala Dunia FIFA 2026. Menurut Puerta, seluruh pemain Colombia percaya penuh kepada Tuhan dan tidak ada satu pun hal yang bisa mengganggu fokus mereka menjelang pertandingan penting tersebut.
Colombia dijadwalkan menghadapi Ghana dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Jumat (4/7/2026). Pemenang laga ini akan melaju ke perdelapan final dan berpotensi bertemu Svizzera. atmosphere jelang pertandingan memanas bukan hanya soal taktik, melainkan juga isu ritual perdukunan yang dilakukan sebagian pendukung Ghana terhadap tim lawan.
Respons Tegas Puerta soal Dukun Ghana
Dalam konferensi pers jelang laga, Gustavo Puerta ditanya secara langsung mengenai isu dukun atau shaman Ghana yang dikabarkan melakukan ritual untuk melemahkan mental pemain lawan. Puerta tidak membuang waktu untuk memberikan jawaban yang tegas dan tidak bertele-tele.
“Kami adalah tim nasional yang selalu percaya kepada Tuhan. Saya tahu bahwa bersama-Nya, tidak ada yang bisa merugikan kami,” ucap Puerta seperti dikutip dari NTN24, Jumat (4/7/2026). Pernyataan ini secara implisit menunjukkan bahwa Puerta dan seluruh skuad Colombia tidak memberikan bobot serius terhadap ancaman mistis yang digadang-gadang pendukung Ghana.
Menurut Puerta, fokus utama Colombia tetap pada performa di atas lapangan, bukan pada hal-hal di luar kendali mereka. Ia menilai bahwa apa yang terjadi di luar lapangan—termasuk rumor tentang ritual—hanyalah gangguan yang tidak boleh mempengaruhi konsentrasi pemain.
Puerta, Kunci Keseimbangan Skema Nestor Lorenzo
Gustavo Puerta bukan sekadar pemain biasa di skuad Colombia kali ini. Gelandang yang tampil semakin matang dan terkonsolidasi dalam skema pelatih Nestor Lorenzo ini menjadi kunci keseimbangan permainan tim. Perannya di lini tengah menjadi fondasi bagi Colombia untuk membangun serangan sekaligus memotong aliran bola lawan.
Dalam wawancara dengan El Colombiano, Puerta menegaskan bahwa Colombia menghadapi Ghana dengan satu tekad: menang. “Kami datang ke sini dengan satu misi, yaitu memenangkan pertandingan. Tidak ada alasan lain,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa seluruh pemain Colombia memiliki motivasi tinggi untuk melanjutkan langkah mereka di Piala Dunia 2026.
Konsolidasi Puerta dalam sistem permainan Colombia tidak lepas dari peran para pemain senior yang terus memberikan dukungan. Ia mengakui bahwa para pemain berpengalaman di timnas banyak membantunya beradaptasi, terutama karena ini adalah Piala Dunia pertamanya bersama Colombia.
Strategi Lini Tengah sebagai Senjata Utama
Puerta juga menyoroti aspek taktik yang dianggapnya krusial dalam menghadapi Ghana. Menurut dia, penguasaan area jarak menengah atau media distancia akan menjadi penentu jalannya pertandingan. Ghana dikenal memiliki lini tengah yang agresif dan cepat dalam transisi menyerang, sehingga Colombia perlu mengontrol tempo permainan sejak awal.
“Kami harus menguasai ruang di lini tengah. Jika kami berhasil mengontrol area itu, kami bisa menekan Ghana dan menciptakan peluang,” jelas Puerta kepada media Colombia. Ia menambahkan bahwa komunikasi antar pemain di lapangan harus tetap terjaga sepanjang 90 menit, karena sedikit kelengahan bisa berakibat fatal.
Strategi penguasaan lini tengah ini sejalan dengan gaya permainan Colombia yang selama ini mengandalkan kontrol bola dan pressing tinggi. Puerta, sebagai salah satu motor penggerak di area tengah, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa Colombia tidak kehilangan kendali atas jalannya pertandingan.
Menepis Gangguan dari Luar Lapangan
Selain isu perdukunan, Puerta juga menyinggung tentang komentar-komentar yang datang dari luar tim. Beberapa pihak, termasuk pelatih Luis de la Fuente dari tim lain, memberikan pernyataan yang menyebut Colombia sebagai salah satu kandidat juara turnamen.
“Di luar sana orang bisa berbicara baik atau buruk tentang kami, tapi kami harus tetap fokus,” ujar Puerta kepada AS Colombia. Ia menekankan bahwa Colombia tidak boleh terlena oleh pujian maupun terganggu oleh kritik. Yang terpenting adalah performa di lapangan dan hasil akhir pertandingan.
Sikap Puerta ini menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi tekanan media dan ekspektasi publik. Sebagai pemain yang tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya, ia berhasil menunjukkan kemampuan untuk tetap tenang dan fokus pada tugas utama.
Jalur Colombia di Piala Dunia 2026
Colombia masuk ke babak knockout Piala Dunia 2026 dengan catatan impresif. Skuad asuhan Nestor Lorenzo berhasil melewati fase grup dengan performa yang konsisten, termasuk kemenangan atas Ghana di fase sebelumnya. Gol dari Jhon Arias menjadi momen penting yang membawa Colombia meraih keunggulan dan memastikan tiket ke babak 16 besar.
Kemenangan atas Ghana di laga knockout ini akan membuka jalan bagi Colombia untuk menghadapi tim kuat seperti Svizzera di babak berikutnya. Namun, sebelum memikirkan laga selanjutnya, fokus utama Puerta dan rekan-rekannya adalah memastikan kemenangan atas Ghana dalam 90 menit di lapangan.
Puerta menyadari bahwa setiap laga di Piala Dunia adalah final tersendiri. Tidak ada ruang untuk kesalahan dan tidak ada waktu untuk meratapi kegagalan. Yang ada hanyalah tekad bulat untuk memberikan yang terbaik bagi Colombia.
Dengan kepercayaan diri yang tinggi dan dukungan penuh dari para pemain senior, Colombia optimistis mampu melewati rintangan Ghana dan terus melaju di turnamen empat tahunan ini. Dan bagi Puerta, kunci dari semuanya adalah fokus, kerja keras, dan iman yang tak tergoyahkan.
Referensi: beIN SPORTS, El Colombiano, Depor, www.ntn24.com




