Berikut artikel berita dalam Bahasa Indonesia sesuai semua quality gates:
—
Delapan Awak ISS Habiskan Hari dengan Riset Kardiac, Perbaikan Canadarm2, dan Istirahat Pasca-Spacewalk
Tujuh astronaut dan kosmonot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menjalani hari kerja yang terbagi antara riset medis, perawatan peralatan luar angkasa, dan istirahat setelah misi spacewalk yang melelahkan. Aktivitas pada Rabu (1/7/2026) tersebut mencakup perbaikan lengan robotik Canadarm2, penelitian dampak tanpa bobot terhadap sistem peredaran darah, serta pemeliharaan laboratorium mengorbit.
Spacewalk Berhasil Perbaiki Canadarm2
Astronaut NASA Chris Williams dan Jessica Meir menyelesaikan spacewalk kedua mereka secara bersamaan pada Selasa (30/6/2026). Keduanya berhasil mengganti pergelangan tangan yang mengalami malfungsi pada lengan robotik Canadarm2 dalam durasi tujuh jam 20 menit.
Ini merupakan perbaikan keempat Canadarm2 sejak dipasang pada 26 April 2001. Pemeriksaan awal oleh pengendali penerbangan di permukaan bumi menunjukkan lengan robotik tersebut berfungsi dengan baik. Verifikasi tambahan akan terus dilakukan dalam beberapa hari mendatang untuk memastikan performa optimal.
Canadarm2 merupakan komponen kritis dalam operasi ISS yang berfungsi sebagai lengan robotik serbaguna untuk memindahkan kargo, mendukung astronaut selama spacewalk, dan memindahkan modul laboratorium. Perawatan rutin sangat penting mengingat usia peralatan yang sudah lebih dari 25 tahun mengorbit bumi.
Pemulihan Pasca-Spacewalk
Williams dan Meir tidur lebih lama pada Rabu dan menghabiskan beberapa jam untuk beristirahat sebelum melanjutkan tugas. Keduanya kemudian memotret sarung tangan spacesuit untuk inspeksi serta mengisi ulang tangki air yang membantu menjaga stabilitas suhu spacesuit selama aktivitas luar kendaraan.
Flight engineer Jack Hathaway dari NASA dan Sophie Adenot dari European Space Agency (ESA) yang bertugas memantau dan membantu proses spacewalk pada Selasa, juga mendapatkan waktu istirahat di paruh pertama shift mereka. Keempat astronaut tersebut kemudian bergabung dalam konferensi pasca-spacewalk standar dengan pengendali misi di bumi untuk membahas pengalaman selama perbaikan robotik.
Riset Dampak Tanpa Bobot pada Performa Mental
Komandan stasiun Sergey Kud-Sverchkov dan flight engineer Sergei Mikaev dari Roscosmos menjalani jadwal penelitian yang padat pada Rabu. Keduanya mempelajari bagaimana kondisi tanpa bobot memengaruhi performa mental dan sistem peredaran darah manusia.
Kud-Sverchkov dan Mikaev pertama-tama terhubung ke sepasang tablet komputer dan berpartisipasi dalam tes yang menyediakan tugas-tugas dengan tingkat kesulitan meningkat. Tugas-tugas tersebut membutuhkan koordinasi antara keduanya. Hasil penelitian ini berpotensi mengungkap bagaimana kerja tim, pengambilan keputusan, dan konsentrasi berubah selama misi luar angkasa jangka panjang, serta menghasilkan teknik pelatihan misi yang lebih baik.
Penelitian ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memahami dampak psikologis dan kognitif dari kehidupan di luar angkasa. Data yang terkumpul akan membantu NASA dan Roscosmos mengembangkan protokol pelatihan yang lebih efektif untuk astronaut yang akan menjalani misi berdurasi panjang.
Studi Sistem Mikro-sirkulasi Darah
Kedua kosmonot tersebut juga bergantian mengenakan manset lengan, pergelangan tangan, dan jari yang mengukur tekanan darah mereka. Selanjutnya, keduanya memasang sensor berbasis cahaya pada dahi, jari tangan, dan jari kaki untuk mempelajari aliran darah melalui pembuluh darah kecil atau sistem mikro-sirkulasi di kulit.
Para dokter akan menggunakan wawasan dari penelitian ini untuk deteksi dini masalah sirkulasi yang disebabkan oleh lingkungan luar angkasa guna melindungi kesehatan awak. Temuan tersebut juga berkontribusi pada pengembangan teknologi medis canggih di bumi, khususnya dalam bidang diagnostik pembuluh darah mikro.
Penelitian mikro-sirkulasi memiliki implikasi signifikan bagi kesehatan astronaut. Dalam lingkungan mikrogravitasi, distribusi cairan tubuh berubah secara drastis karena tidak ada gaya gravitasi yang menarik darah ke bagian bawah tubuh. Perubahan ini dapat memengaruhi fungsi organ dan memerlukan pemahaman mendalam untuk misi-misi antarplanet di masa depan.
Pemeliharaan Modul Nauka dan Pengumpulan Data Radiasi
Flight engineer Andrey Fedyaev dari Roscosmos menghabiskan sebagian besar shift-nya di dalam modul sains Nauka untuk membersihkan detektor asap. Pemeliharaan rutin ini penting untuk memastikan sistem keselamatan kebakaran berfungsi optimal di lingkungan tertutup stasiun luar angkasa.
Di akhir shift, Fedyaev mengunduh dan membaca data yang dikumpulkan dari detektor radiasi yang dikenakan Williams dan Meir pada spacesuit mereka selama spacewalk Selasa. Data radiasi luar angkasa sangat penting untuk memahami tingkat paparan yang diterima astronaut selama aktivitas luar kendaraan dan untuk mengembangkan perlindungan yang lebih baik bagi misi-misi mendatang.
Pemantauan radiasi menjadi semakin krusial seiring dengan rencana eksplorasi bulan dan Mars. Astronaut yang melakukan spacewalk menerima paparan radiasi kosmik yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang berada di dalam stasiun. Data yang dikumpulkan dari detektor spacesuit membantu para ilmuwan memetakan lingkungan radiasi di orbit bumi rendah.
Dinamika Tim Internasional
Aktivitas hari ini mencerminkan kolaborasi internasional yang menjadi ciri khas operasi ISS. Astronaut NASA bekerja berdampingan dengan kosmonot Roscosmos dan astronaut ESA dalam pembagian tugas yang terkoordinasi. Masing-masing pihak memiliki fokus penelitian dan operasional yang saling melengkapi.
Expedisi 74 menunjukkan bagaimana stasiun luar angkasa tetap menjadi platform riset yang produktif meski telah beroperasi lebih dari dua dekade. Kombinasi perawatan peralatan kritis dan penelitian ilmiah terbaru memastikan ISS terus memberikan kontribusi bagi pengetahuan manusia tentang kehidupan di luar angkasa.
Siklus kerja yang terbagi antara aktivitas intensif seperti spacewalk dan pemulihan yang terstruktur menunjukkan pendekatan berbasis bukti dalam manajemen kesehatan astronaut. Keseimbangan antara kinerja dan istirahat ini akan menjadi model penting untuk misi antarplanet yang akan datang.




