Gelandang Colombia, Gustavo Puerta, memberikan pernyataan tegas menjelang laga krusial negaranya melawan Ghana pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pemain yang menjadi penyeimbang lini tengah La Tricolor itu secara terbuka menanggapi isu ritual atau praktik spiritual yang dilakukan sejumlah suporter Ghana terhadap tim lawan.
Puerta menegaskan bahwa Colombia adalah tim yang selalu percaya kepada Tuhan, dan keyakinannya itu membuatnya yakin tidak ada hal yang perlu ditakuti dari dugaan praktik mistis yang dilakukan pihak Ghana. “Kami adalah tim yang selalu percaya kepada Tuhan, saya tahu bahwa dengan-Nya tidak ada yang akan mempengaruhi kami,” ucap Puerta dikutip dari NTN24.
Isu Brujo Ghana Menjadi Sorotan
Sebelum pertandingan digelar, sejumlah laporan media internasional menyoroti fenomena unik di balik layar laga Colombia melawan Ghana. Praktik spiritual yang dilakukan oleh oknum suporter Ghana, yang oleh media Kolombia disebut sebagai brujo atau dukun, menjadi perbincangan hangat di berbagai media.
Surat kabar Spanyol, EL PAÍS, menyebut laga ini sebagai pertarungan mistis antara Colombia dan Ghana, dengan ritual-ritual yang dilakukan di luar lapangan sebagai bumbu menjelang pertandingan. Praktik serupa juga pernah mencuat di berbagai turnamen internasional sebelumnya, di mana sejumlah tim Afrika dikenal menggunakan pendekatan spiritual sebagai bagian dari persiapan mental.
Namun, Puerta dan rekan-rekan setimnya memilih untuk tidak mengambil pusing hal tersebut. Gelandang yang bermain dengan nomor punggung khas Colombia itu menekankan bahwa semua keputusan di lapangan hijau ditentukan oleh kemampuan, bukan oleh ritual di luar arena.
Respons Tokoh Agama Colombia
Sementara itu, pendeta Alexander Brand dari Radio Guatapurí juga ikut memberikan pandangannya terkait isu ini. Ia menyampaikan pesan kepada masyarakat Colombia agar tetap tenang dan tidak terlalu memikirkan praktik spiritual yang dilakukan pihak lawan.
“Sepakbola ditentukan di lapangan, bukan di altar,” tegas Brand kepada para pendukung La Tricolor yang sempat merasa khawatir. Pernyataan ini sejalan dengan pendekatan rasional yang ditunjukkan oleh skuad Colombia di bawah arahan pelatih Néstor Lorenzo.
Pesan dari tokoh agama ini memberikan penguatan mental bagi para pemain dan suporter Colombia. Alih-alih larut dalam isu mistis, seluruh fokus diarahkan pada persiapan teknis dan taktik menghadapi Ghana di babak gugur.
Fokus pada Lini Tengah
Selain menanggapi isu spiritual, Puerta juga berbicara tentang aspek teknis pertandingan. Gelandang muda yang semakin matang dalam skema Lorenzo ini menyebut bahwa penguasaan lini tengah akan menjadi kunci utama dalam menghadapi Ghana.
Menurut Puerta, Ghana memiliki kekuatan fisik dan kecepatan yang signifikan, terutama di sektor sayap. Oleh karena itu, Colombia harus mampu mengontrol tempo permainan melalui penguasaan bola dan distribusi yang tepat dari lini tengah.
“Di luar sana mereka bisa berbicara baik atau buruk, yang penting kami tetap fokus,” kata Puerta seperti dilansir AS Colombia. Pernyataan ini menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi tim saat ini diarahkan sepenuhnya pada strategi menghadapi Ghana, bukan pada isu-isu di luar lapangan.
Peran Vital Puerta di Skuad Colombia
Gustavo Puerta telah menjelma menjadi salah satu pemain kunci di skuad Colombia pada Piala Dunia 2026. Konsistensi penampilannya di lini tengah membuat pelatih Néstor Lorenzo semakin mempercayai perannya dalam mengatur ritme permainan tim.
Dukungan dari para pemain senior juga menjadi faktor penting bagi Puerta yang tampil di ajang Piala Dunia untuk pertama kalinya. Ia mengakui bahwa pengalaman dari rekan-rekan setim yang lebih senior membantunya beradaptasi dengan tekanan kompetisi tertinggi di dunia sepak bola ini.
Dengan keseimbangan antara kepercayaan diri dan kerendahan hati, Puerta tampil sebagai sosok yang tenang namun tegas dalam menghadapi berbagai tekanan, baik dari dalam maupun luar lapangan.
Menuju Laga Penentuan
Pertandingan Colombia melawan Ghana pada babak 16 besar ini menjadi laga yang sangat penting bagi kedua tim. Pemenang dari duel ini akan melaju ke babak berikutnya dan berpotensi menghadapi Swiss di delapan besar.
Colombia memasuki laga ini dengan modal kuat dari fase grup, sementara Ghana juga menunjukkan performa solid. Duel antara gaya permainan Amerika Selatan yang teknis dan Afrika yang atletis diprediksi akan menjadi tontonan yang menarik bagi penggemar sepak bola dunia.
Dengan pendekatan yang rasional dan fokus pada permainan, Colombia di bawah pimpinan Puerta dan rekan-rekannya tampaknya siap mengatasi segala tantangan, termasuk isu-isu mistis yang sengaja dihembuskan menjelang pertandingan. Yang terpenting, seperti kata Puerta, semuanya akan ditentukan di lapangan hijau.
Referensi: EL PAÍS, Radio Guatapurí, El Cronista, www.elcolombiano.com




