HomeTeknologiIQM, Perusahaan Quantum Pertama Eropa, Ragukan Masa Depan

IQM, Perusahaan Quantum Pertama Eropa, Ragukan Masa Depan

Date:

Related stories

What is a blue micromoon and when is the best time to see it this weekend?

Bulan Purnama Biru dalam Ukuran MiniLangit malam akhir pekan...

**Konsep Python yang Wajib Dikuasai AI Engineer**

Transisi dari Prototype ke ProductionAI engineer yang membangun sistem...

Maroko Bantai Lawan 0-3, Soufiane Rahimi Jadi Bintang

```html Maroko meraih kemenangan telak 3-0 atas Kanada dalam babak...

Crew Splits Day Between Relaxing, Spacesuit Work, and Cardiac Research

Berikut artikel berita dalam Bahasa Indonesia sesuai semua quality...

Piala Dunia 2026: Inggris Hadapi Ujian Berat di Kandang Meksiko

Timnas Inggris bersiap menghadapi salah satu laga tersulit mereka...
spot_imgspot_img

“`html

IQM, perusahaan quantum computing asal Finlandia, resmi melantai di Nasdaq Kamis lalu melalui merger SPAC dengan valuasi sekitar $1,9 miliar. Namun, sahamnya justru menghabiskan sebagian besar hari perdagangan di bawah harga IPO — sambutan yang bisa dibilang hangat-hangat dingin untuk perusahaan quantum pertama Eropa yang go public di bursa Amerika Serikat.

Yang membuat lebih menarik, IQM sendiri secara terbuka mengakui di prospektusnya bahwa “traksi komersial skala besar dari teknologi quantum computing mungkin tidak akan pernah terjadi.” Pernyataan ini cukup mengejutkan, mengingat perusahaan baru saja menyelesaikan IPO besar-besaran dan mengandalkan kepercayaan investor untuk tumbuh.

Realita Bisnis Quantum Computing Saat Ini

Perlu dipahami bahwa peringatan ini sebenarnya berlaku untuk seluruh industri quantum computing. Namun, bukan berarti tidak ada aktivitas bisnis sama sekali. IQM, yang menjual komputer fisik sekaligus layanan cloud, sudah memiliki pelanggan nyata yang menggunakan teknologi ini untuk simulasi dan optimasi.

“Kami menjual komputer ke pusat supercomputing canggih dan data center, serta menjual waktu komputasi melalui cloud,” jelas Jan Goetz, CEO dan co-founder IQM, dalam wawancara dengan TechCrunch.

Base pelanggan IQM tumbuh dari 8 perusahaan di 2024 menjadi 22 di 2025. Dua pelanggan terbarunya bahkan berasal dari sektor swasta. VTT Technical Research Centre of Finland dan Leibniz Supercomputing Centre di Jerman menjadi contoh institusi yang sudah menggunakan teknologi quantum IQM untuk penelitian.

Tantangan Quantum Advantage

Pertumbuhan dari 8 ke 22 pelanggan memang patut dirayakan di lingkaran industri quantum. Tapi angka ini juga mengisyaratkan bahwa permintaan belum akan melonjak signifikan sebelum “quantum advantage” tercapai — kondisi di mana chip quantum mulai mengungguli komputer klasik untuk spektrum tugas yang lebih luas.

Ketika quantum advantage terjadi, dampaknya bisa masif: terobosan di bioteknologi, fintech, hingga potensi mengacaukan sistem enkripsi yang ada sekarang. Masalahnya, tidak ada yang bisa memastikan kapan momen itu tiba — termasuk perusahaan yang memproduksi komputer quantum itu sendiri.

Dukungan Pemerintah dan Investor

Ketidakpastian ini nyatanya tidak menghentikan investor untuk terus menggelontorkan dana ke perusahaan quantum, baik yang sudah go public maupun yang masih privat. Dukungan ini semakin menguat setelah Presiden Trump mengeluarkan executive order untuk mempercepat timeline pengembangan quantum di Amerika Serikat.

Sebagai respons, Departemen Energi AS (DOE) berkomitmen untuk mengdeploy “komputer quantum fault-tolerant pertama di dunia yang relevan secara ilmiah” pada 2028. Langkah ini mengikuti pengumuman serupa dari Prancis, Jerman, dan Inggris.

Bagi IQM, executive order Trump membawa keuntungan langsung. Perusahaan baru saja mendirikan pusat teknologi quantum di Maryland dan mengdeploy komputer pertamanya di Oak Ridge National Laboratory, yang merupakan bagian dari DOE. “Kami bisa mendapat manfaat langsung dari kebijakan ini,” ujar Goetz.

Posisi Unik di Antara Unicorn Eropa

Berbeda dengan unicorn Eropa lainnya yang cenderung memindahkan pusat gravitasinya ke Amerika Serikat, IQM mengambil pendekatan berbeda. Perusahaan tetap mempertahankan akar dan operasinya di Eropa sembari memperluas kehadiran di pasar Amerika.

Strategi ini menarik untuk diamati. Di satu sisi, IQM butuh akses ke pasar dan dukungan pemerintah AS yang sedang agresif di bidang quantum. Di sisi lain, mempertahankan basis di Eropa memberikan akses ke talent pool lokal dan hubungan dengan institusi riset di Finlandia, Jerman, serta negara Eropa lainnya.

Performa Saham dan Sentimen Pasar

Kembali ke hari IPO, fakta bahwa saham IQM tidak melonjak setelah listing mengindikasikan beberapa hal. Pertama, investor ritel saat ini memang cenderung skeptis terhadap merger SPAC — data dari SPAC Insider menunjukkan mayoritas SPAC mengalami performa serupa.

Kedua, pengakuan IQM di prospektus tentang ketidakpastian traksi komersial kemungkinan besar mempengaruhi sentimen investor. Meskipun peringatan itu jujur dan transparan, kalimat “mungkin tidak akan pernah terjadi” bukanlah narasi yang ingin didengar investor yang mencari kepastian return.

Implikasi untuk Industri Quantum

Kasus IQM mencerminkan dilema yang dihadapi seluruh industri quantum computing. Teknologi ini menjanjikan kemampuan komputasi yang jauh melampaui komputer klasik, tapi jalan menuju komersialisasi massal masih panjang dan penuh ketidakpastian.

Investor yang masuk ke ruang ini pada dasarnya bertaruh pada timeline yang belum jelas. Jika quantum advantage tercapai lebih cepat dari prediksi, perusahaan seperti IQM bisa melihat valuasi mereka melesat naik. Tapi jika timeline terus mundur tanpa kepastian baru, tekanan pada harga saham dan kepercayaan investor akan semakin berat.

Yang jelas, IQM sudah mengambil langkah berani dengan go public di tengah ketidakpastian ini. Sekarang tinggal waktu yang akan menjawab apakah keberanian itu membuahkan hasil atau justru menjadi pelajaran mahal bagi perusahaan quantum pertama Eropa yang berani menantang Nasdaq.

Referensi

“`

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here