Tuesday, February 24, 2026
HomeAstronomiMisteri Terpecahkan! Planet Raksasa HR 8799 Terbentuk Mirip Jupiter

Misteri Terpecahkan! Planet Raksasa HR 8799 Terbentuk Mirip Jupiter

INDFIR.COM – Para astronom akhirnya mendapatkan jawaban atas teka-teki kosmik yang telah lama membingungkan: bagaimana planet-planet raksasa yang berada sangat jauh dari bintang induknya terbentuk? Jawabannya datang dari sistem bintang HR 8799, yang berjarak sekitar 133 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Pegasus.

Menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA, tim peneliti yang dipimpin oleh University of California San Diego berhasil mendeteksi bahan kimia kunci di atmosfer planet raksasa tersebut yang mengungkap sejarah kelahirannya. Penemuan ini diterbitkan baru-baru ini di jurnal bergengsi Nature Astronomy.

Sistem Tata Surya Raksasa yang Misterius

Sistem HR 8799 memiliki empat planet raksasa gas (disebut “Super-Jupiter”) yang massanya masing-masing antara 5 hingga 10 kali massa Jupiter kita. Yang membuat para ilmuwan bingung adalah posisi mereka: planet-planet ini mengorbit pada jarak yang sangat jauh, mulai dari 15 hingga 70 Satuan Astronomi (AU). Sebagai perbandingan, di Tata Surya kita, Neptunus (planet terjauh) hanya berjarak 30 AU dari Matahari.

Selama bertahun-tahun, ada dua teori utama tentang bagaimana planet raksasa terbentuk:

  • Core Accretion (Akresi Inti): Proses lambat di mana inti padat (batuan/es) terbentuk terlebih dahulu, kemudian menarik gas di sekitarnya. Ini adalah cara Jupiter dan Saturnus terbentuk.
  • Gravitational Instability (Ketidakstabilan Gravitasi): Proses cepat di mana awan gas runtuh langsung menjadi planet karena gravitasinya sendiri.

Teori lama mengatakan bahwa akresi inti tidak mungkin terjadi pada jarak sejauh itu karena prosesnya terlalu lambat—gas di piringan protoplanet akan hilang sebelum planet sempat tumbuh besar. Namun, temuan JWST mengubah segalanya.

Sulfur: Jejak Kimia Sang Pembentuk Planet

Tim astronom menggunakan instrumen spektroskopi JWST yang sangat sensitif untuk menganalisis cahaya dari planet HR 8799 c. Mereka mencari jejak molekul tertentu yang bisa menceritakan asal-usul planet tersebut.

Hasilnya mengejutkan: mereka menemukan sulfur (dalam bentuk hidrogen sulfida) di atmosfer planet tersebut. Mengapa sulfur itu penting? Karena sulfur adalah elemen “refraktori” yang biasanya terperangkap dalam butiran debu padat, bukan dalam bentuk gas, di piringan pembentukan planet.

“Dengan deteksi sulfur, kita dapat menyimpulkan bahwa planet-planet HR 8799 kemungkinan besar terbentuk dengan cara yang mirip dengan Jupiter—melalui akresi inti—meskipun massanya lima hingga sepuluh kali lebih besar. Ini adalah sesuatu yang tidak terduga sebelumnya,” kata Jean-Baptiste Ruffio, ilmuwan riset di UC San Diego.

Kehadiran sulfur menunjukkan bahwa planet ini tumbuh dengan memakan banyak “makanan padat” (planetesimal atau bebatuan antariksa), bukan hanya menyedot gas murni. Ini adalah bukti kuat untuk model core accretion.

Mengubah Buku Teks Astronomi

Penemuan ini memaksa para astronom untuk menulis ulang model pembentukan planet. Ternyata, planet raksasa BISA terbentuk melalui proses pembangunan inti padat bahkan di jarak yang sangat jauh dari bintangnya.

“Saya pikir ini menunjukkan bahwa model akresi inti yang lama sudah ketinggalan zaman,” ujar Profesor Quinn Konopacky dari UC San Diego. “Kita sekarang melihat model-model baru di mana raksasa gas dapat membentuk inti padat benar-benar jauh dari bintang mereka.”

Selain sulfur, JWST juga mendeteksi molekul langka lainnya dan menemukan bahwa planet-planet ini kaya akan elemen berat seperti karbon dan oksigen, yang semakin menguatkan teori bahwa mereka terbentuk sebagai planet sejati, bukan sebagai “bintang gagal” (brown dwarf).

Masa Depan Pemahaman Kita

Sistem HR 8799 adalah laboratorium alam yang sempurna karena usianya yang masih muda (30 juta tahun, bandingkan dengan Tata Surya kita yang 4,6 miliar tahun). Planet-planetnya masih panas dan bersinar terang, memudahkan JWST untuk membedahnya.

Penemuan ini hanyalah awal. Dengan kemampuan JWST, kita perlahan mulai memahami bahwa alam semesta mungkin lebih pandai membuat planet daripada yang kita duga sebelumnya.

Referensi Utama:
1. ScienceDaily – “Astronomers shocked by how these giant exoplanets formed”
2. NASA/JWST – Exoplanet Exploration Program
3. Nature Astronomy – Publikasi Jurnal Penelitian HR 8799

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments