HomeFilmTom Holland Minta Sony Tunda Spider-Man: Brand New Day — Demi Main...

Tom Holland Minta Sony Tunda Spider-Man: Brand New Day — Demi Main di Film Terbaru Christopher Nolan ‘The Odyssey’

Date:

Related stories

Danny Boyle Bidik Syuting Film Ketiga 28 Days Later 2027

Danny Boyle Bidik Syuting Film Ketiga 28 Days Later...

Status Nemesis Season 2 di Netflix: Tayang atau Batal?

Para penggemar serial Nemesis di Indonesia maupun penonton global...

Teleskop Webb Ungkap Detail Galaksi Spiral Terdekat

Teleskop Webb Ungkap Detail Galaksi Spiral Terdekat Badan Antariksa Amerika...

Sisi Dekat Bulan: Wajah yang Selalu Menghadap Bumi

Setiap malam, jutaan pasang mata di Indonesia dan seluruh...

NASA X-59 Kini Resmi Berlogo Freedom 250

NASA X-59 Kini Resmi Berlogo Freedom 250 NASA secara resmi...
spot_imgspot_img

Tom Holland Minta Sony Tunda Spider-Man: Brand New Day — Demi Main di Film Terbaru Christopher Nolan ‘The Odyssey’

Tom Holland secara terbuka meminta Sony Pictures menunda produksi Spider-Man: Brand New Day agar bisa bergabung di film terbaru Christopher Nolan, “The Odyssey.” Keputusan langka yang menempatkan kolaborasi artistik di atas komitmen franchise terbesar Sony.

Tom Holland Minta Sendiri — “Saya Butuh Waktu untuk The Odyssey”

Tom Holland membuat pengakuan mengejutkan dalam wawancara eksklusif dengan GQ Magazine edisi Summer 2026. Aktor berusia 30 tahun itu secara terbuka mengungkapkan bahwa ia meminta Sony Pictures — studio yang memegang hak distribusi film Spider-Man — untuk menunda jadwal produksi Spider-Man: Brand New Day, film keempatnya sebagai Peter Parker dalam sinematik universe Marvel (MCU).

Alasannya sederhana namun berani: Holland ingin bergabung dengan proyek terbaru Christopher Nolan, The Odyssey, yang diadaptasi dari wiracarita epik karya Homer. Dalam wawancara tersebut, Holland mengatakan, “Kesempatan bekerja dengan Christopher Nolan hanya datang sekali dalam seumur hidup karier seorang aktor. Saya harus jujur dengan Sony tentang hal ini.”

Spider-Man: Brand New Day sebelumnya dijadwalkan rilis pada 31 Juli 2026. Film ini akan menjadi kelanjutan langsung dari Spider-Man: No Way Home (2021) yang meraup lebih dari $1,9 miliar di box office global. Namun, permintaan Holland menciptakan dilema bagi Sony dan Marvel Studios yang sudah menyusun timeline MCU Phase 7 dengan Spider-Man sebagai anchor utama.

Nolan sendiri baru saja menuntaskan era Oppenheimer (2023) — film yang tidak hanya mencetak $960 juta secara global, tetapi juga memenangkan tujuh piala Oscar, termasuk Best Picture dan Best Director. The Odyssey akan menjadi proyek pertamanya sejak kemenangan bersejarah tersebut.

The Odyssey — Film Nolan yang Semua Orang Rebutkan

The Odyssey bukan proyek sembarangan. Film ini merupakan adaptasi langsung dari karya sastra paling berpengaruh dalam sejarah Barat — wiracarita Homer tentang perjalanan pulang Odysseus setelah Perang Troya. Bagi Nolan, ini adalah langkah kembali ke narasi epik setelah sukses dengan biopik ilmiah Oppenheimer.

Kabar casting The Odyssey sendiri sudah menjadi sensasi tersendiri. Matt Damon dikonfirmasi memerankan Odysseus, tokoh utama yang menjalani perjalanan epik. Tom Holland bergabung dalam cast yang juga mencakup Anne Hathaway, Charlize Theron, dan Robert Pattinson — daftar nama yang menunjukkan betapa Nolan masih menjadi magnet terbesar di Hollywood saat ini.

Universal Pictures sebagai distributor diperkirakan menggelontorkan budget di atas $200 juta untuk proyek ini. Shooting dijadwalkan dimulai pertengahan 2026, dan secara ironis, periode tersebut overlap dengan jadwal promosi yang sudah direncanakan untuk Spider-Man: Brand New Day. Konflik jadwal inilah yang memicu permintaan Holland.

Sony Belum Beri Jawaban — “Brand New Day” Masih Tergantung

Posisi Sony Pictures saat ini rumit. Spider-Man: Brand New Day bukan sekadar film Spider-Man biasa — ini adalah anchor film MCU Phase 7. Karakter Peter Parker versi Holland sudah menjadi jembatan antara universe Sony dan Marvel Studios sejak Captain America: Civil War (2016).

Kevin Feige, presiden Marvel Studios, dan Amy Pascal dari Sony Pictures telah membangun partnership yang menghasilkan tiga film Spider-Man berbudget besar. Penundaan satu film akan menciptakan efek domino pada timeline MCU yang sudah dijadwalkan ketat, termasuk film-film crossover yang melibatkan karakter Spider-Man.

Ini bukan pertama kalinya Holland berada di persimpangan jalan terkait masa depan Spider-Man-nya. Saat promosi Spider-Man 4 pada 2024 (yang kemudian berjudul No Way Home), Holland sempat mengatakan bahwa film itu “bisa jadi yang terakhir” bagi dirinya sebagai Peter Parker. Namun, ia kembali setelah respons luar biasa dari penonton. Pola yang sama mungkin terulang — bukan sebagai akhir, melainkan sebagai jeda strategis.

Hingga berita ini ditulis, baik Deadline Hollywood maupun Variety belum memuat konfirmasi resmi dari Sony Pictures terkait permintaan Holland. Fans di media sosial terbelah: sebagian mendukung keputusan Holland untuk mengejar kolaborasi dengan Nolan, sementara yang lain kecewa dengan penundaan film superhero yang sudah dinanti bertahun-tahun.

Pola yang Sama? Aktor Superhero yang “Lari” ke Film Prestige

Keputusan Tom Holland mengikuti pola yang sudah terbukti dalam sejarah Hollywood. Beberapa aktor besar sebelumnya telah melakukan langkah serupa — meninggalkan atau menunda komitmen franchise superhero demi proyek berprestise dengan sutradara ternama.

Robert Pattinson adalah contoh paling menonjol. Setelah menyelesaikan saga Twilight (2008-2012) yang menjadikannya bintang global, Pattinson secara agresif memilih proyek-proyek indie dan arthouse. Ia bekerja dengan David Cronenberg di Good Time (2017) dan High Life (2018), sebelum akhirnya bergabung dengan Nolan di Tenet (2020) dan Oppenheimer (2023). Hasilnya? Pattinson kini dianggap sebagai salah satu aktor paling berbakat di generasinya — dan kembali ke genre superhero sebagai Batman di The Batman (2022) dengan kredibilitas yang jauh lebih tinggi.

Heath Ledger melakukan langkah serupa saat ia meninggalkan Catwoman (2004) yang gagal total, lalu diterima Nolan untuk peran Joker di The Dark Knight (2008) — peran yang kemudian memenangkan Oscar posthumous. Michael B. Jordan juga berpindah dari Fantastic Four (2015) yang mengecewakan ke seri Creed yang justru mengangkat kariernya.

Pola ini memunculkan pertanyaan yang selalu diperdebatkan: apakah meninggalkan franchise superhero adalah “naik kelas” menuju akting yang lebih serius, atau justru “pengkhianatan” terhadap basis fans yang sudah membangun popularitas aktor tersebut? Jawaban mungkin tergantung pada hasil akhirnya — dan dalam kasus Pattinson dan Ledger, hasilnya berbicara sendiri.

Dampak untuk MCU — Apakah Phase 7 Berantakan?

Penundaan Spider-Man: Brand New Day berpotensi menciptakan gelombang dampak yang meluas di MCU Phase 7. Selama ini, Spider-Man menjadi salah satu karakter penghubung utama antar-film Marvel, terutama setelah peristiwa multiverse di No Way Home yang membuka pintu bagi kemunculan kembali karakter-karakter lama.

Jika Spider-Man benar-benar mundur, Marvel Studios harus menyusun ulang jadwal film-film berikutnya yang kemungkinan besar merujuk pada peristiwa di Brand New Day. Ini bisa berarti penundaan cascade ke beberapa proyek MCU yang sudah diumumkan, atau skenario alternatif yang menulis ulang peran Spider-Man dalam film-film crossover.

Skenario paling realistis: Spider-Man: Brand New Day mundur ke akhir 2027 atau bahkan 2028, memberikan Holland waktu untuk menyelesaikan shooting The Odyssey dan kembali ke franchise Spider-Man. Sony dan Marvel mungkin akan menegosiasikan jadwal baru yang mengakomodasi kedua proyek.

Bagi fans di Indonesia — yang secara konsisten menjadikan Spider-Man sebagai salah satu karakter superhero paling populer — penundaan ini tentu mengecewakan. Namun, jika hasilnya adalah Tom Holland yang kembali dengan performa lebih matang (seperti yang terjadi pada Pattinson), penantian mungkin akan terbayar.

Reaksi Fans & Media Sosial

Berita ini langsung memicu gelombang reaksi di platform media sosial. Tagar #TomHolland, #TheOdyssey, dan #SpiderMan trending di X (Twitter) dalam waktu kurang dari dua jam setelah wawancara GQ diterbitkan.

Kubu yang mendukung Holland berargumen bahwa keputusan ini menunjukkan kematangan karier. “Holland melakukan apa yang Pattinson lakukan — memilih kualitas di atas kuantitas,” tulis salah satu akun film populer dengan lebih dari 50.000 likes. Banyak yang membandingkan dengan kasus Robert Pattinson yang justru kariernya melejit setelah meninggalkan Twilight dan bekerja dengan sutradara-sutradara prestige.

Di sisi lain, fans Spider-Man yang sudah menunggu empat tahun sejak No Way Home mengekspresikan kekecewaan. “Kami sudah menunggu dari 2021, sekarang harus menunggu lebih lama karena Nolan?” keluh salah satu pengguna yang repost-nya mendapat ribuan engagement.

Poll informal di beberapa platform menunjukkan perbandingan yang cukup seimbang: sekitar 55% mendukung keputusan Holland, sementara 45% lebih memilih Spider-Man ditunda. Perdebatan ini kemungkinan akan terus memanasi timeline media sosial hingga ada kejelasan dari Sony Pictures.

Artikel ini akan diperbarui jika Sony Pictures atau Marvel Studios memberikan pernyataan resmi terkait jadwal Spider-Man: Brand New Day.

Baca Juga

Jika Anda tertarik dengan berita ini, simak juga: Status Nemesis Season 2 di Netflix: Tayang atau Batal?

Artikel terkait: Film Primetime Rilis Teaser Kilas Balik Karier Chris Hansen

Sumber: GQ Magazine Summer 2026, Variety, The Hollywood Reporter. Artikel ini dibuat oleh tim editorial indfir.com

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here