HomeFilmCannes 2026: Cristian Mungiu Raih Palme d'Or Kedua, "The Mandalorian and Grogu"...

Cannes 2026: Cristian Mungiu Raih Palme d’Or Kedua, “The Mandalorian and Grogu” Buka Box Office AS

Date:

Related stories

Danny Boyle Bidik Syuting Film Ketiga 28 Days Later 2027

Danny Boyle Bidik Syuting Film Ketiga 28 Days Later...

Status Nemesis Season 2 di Netflix: Tayang atau Batal?

Para penggemar serial Nemesis di Indonesia maupun penonton global...

Teleskop Webb Ungkap Detail Galaksi Spiral Terdekat

Teleskop Webb Ungkap Detail Galaksi Spiral Terdekat Badan Antariksa Amerika...

Sisi Dekat Bulan: Wajah yang Selalu Menghadap Bumi

Setiap malam, jutaan pasang mata di Indonesia dan seluruh...
spot_imgspot_img

Cannes 2026: Cristian Mungiu Raih Palme d’Or Kedua, “The Mandalorian and Grogu” Buka Box Office AS

Festival Film Cannes 2026 baru saja usai dengan kejutan dari drama moral “Fjord”, sementara Star Wars kembali ke bioskop setelah tujuh tahun absen — tapi apakah cukup untuk menyelamatkan franchise yang sedang terpuruk?

Cannes 2026: Palme d’Or Kedua untuk Cristian Mungiu

Festival Film Cannes 2026 resmi ditutup dengan pengumuman pemenang yang penuh kejutan. Drama moral “Fjord” karya sutradara Rumania Cristian Mungiu berhasil meraih Palme d’Or, menjadikannya sutradara kesepuluh dalam sejarah yang memenangkan penghargaan tertinggi festival ini sebanyak dua kali.

Kemenangan ini datang 19 tahun setelah film pertamanya, “4 Months, 3 Weeks and 2 Days” (2007), juga membawa pulang Palme d’Or — pencapaian langka yang menempatkan Mungiu di jajaran elit sineas dunia.

“Fjord” dibintangi oleh Sebastian Stan dan Renate Reinsve, mengisahkan keluarga Evangelis Rumania yang terseret kasus pelecehan anak saat berselisih dengan sistem sosial Norwegia. Film ini menuai perdebatan hangat di kalangan kritikus — sebagian memuji keberaniannya, sebagian meragukan sikap sosiopolitiknya. Namun justru daya diskusinya inilah yang menyatukan juri yang dipimpin sutradara Korea Selatan Park Chan-wook.

Dalam pidato penerimaannya, Mungiu menunjukkan kerendahan hati khasnya: “Semua penghargaan bersifat kontekstual. Fakta bahwa Anda memberi kami penghargaan ini luar biasa dan kami merasa sangat bahagia, tapi kita perlu menunggu 10, 20 tahun untuk menonton film-film ini lagi. Mungkin saat itu kita baru akan memahami mana yang benar-benar bagus dan berhasil lolos uji waktu.”

Kemenangan ini juga menjadi kemenangan besar untuk distributor AS Neon, yang kini memperpanjang streak Palme d’Or-nya menjadi tujuh tahun berturut-turut — dimulai dari “Parasite” (2019) yang kemudian juga memenangi Oscar.

Daftar Lengkap Pemenang Cannes 2026

Grand Prix jatuh pada “Minotaur” karya sutradara Rusia yang kini tinggal di Prancis, Andrey Zvyagintsev — film neo-noir anti-Putin yang menjadi comeback besar Zvyagintsev setelah sembilan tahun vakum dan pertempuran nyaris fatal melawan COVID. Didukung Mubi, prospek penghargaan film ini terlihat cerah.

Best Director diberikan secara seri kepada dua visi historis yang berlawanan: “Fatherland” sutradara Polandia Pawel Pawlikowski yang menghidupkan kembali Jerman pasca-perang, dan “The Black Ball” dari duo Spanyol Javier Calvo & Javier Ambrossi — ode bergaya untuk kehidupan queer yang hilang akibat fasisme, ditulis melalui puisi Federico García Lorca.

Best Actress diraih bersama oleh Virginie Efira (Prancis) dan Tao Okamoto (Jepang) untuk peran ganda mereka dalam “All of a Sudden” karya Ryusuke Hamaguchi — satu-satunya individu non-Eropa yang meraih penghargaan dari juri tahun ini.

Best Actor jatuh pada dua bintang muda dari film perang WWI “Coward” karya sutradara Belgia Lukas Dhont: Valentin Campagne dan pendatang baru Emmanuel Macchia.

Best Screenplay dimenangkan Emmanuel Marre untuk drama Perlawanan Prancis yang tidak konvensional, “A Man of His Time”.

Camera d’Or (film pertama terbaik) diberikan kepada sutradara Rwanda Marie Clémentine Dusabejambo untuk debutnya yang menyentuh, “Ben’Imana” — kemenangan yang disambut hangat untuk sinema Afrika di malam yang didominasi Eropa.

Tiga Honorary Palme d’Or diberikan kepada Peter Jackson, Barbra Streisand, dan John Travolta.

Yang menarik, kedua film AS yang masuk kompetisi — “Paper Tiger” (James Gray) dan “The Man I Love” (Ira Sachs) — pulang tangan kosong. Tema besar Cannes 2026 jelas: film sebagai medium global dan eksploratif, dengan banyak film yang membahas tema perpindahan atau dibuat oleh sineas yang membangun koneksi dengan sinema negara baru.

Box Office: “The Mandalorian and Grogu” Buka dengan $33 Juta

Setelah tujuh tahun absen dari layar lebar, Disney membawa “Star Wars” kembali lewat “The Mandalorian and Grogu” yang tayang perdana di akhir pekan Memorial Day.

Film arahan Jon Favreau ini meraih $33 juta pada hari Jumat dari 4.300 bioskop di Amerika Utara. Proyeksi akhir pekan empat hari mencapai $80-100 juta — angka yang hampir identik dengan opening “Solo: A Star Wars Story” (2018) di akhir pekan Memorial Day yang sama.

Jika “Solo” dulu dianggap langkah finansial yang meleset, metrik “The Mandalorian and Grogu” justru ditafsirkan sebagai keberhasilan modest. Word-of-mouth dari penonton sangat tinggi — film ini mencetak skor audiens tertinggi di seluruh franchise Star Wars.

Film ini mengisahkan Din Djarin (Pedro Pascal) dan Grogu yang berupaya menyelamatkan Rotta the Hutt (disuarakan oleh Jeremy Allen White), putra Jabba, dari geng warlord. Sigourney Weaver juga tampil di jajaran pemeran.

Analisis dari Disney Insider menyebutkan film ini tidak akan rugi — tapi jika tidak bisa memperluas basis penonton di luar fandom inti, apakah secara visual ini akan semakin melukai franchise yang basis penggemarnya semakin tidak puas?

“Michael” di Ambis Rekor Biopik Musik Terlaris Sepanjang Masa

Di posisi ketiga box office, biopik Michael Jackson “Michael” menambah $5,1 juta pada hari Jumat dan melampaui $300 juta domestik. Dengan lima weekend perilisan, film ini diproyeksikan mencapai $788,8 juta global.

Pada laju ini, “Michael” sepertinya akan menyalip “Bohemian Rhapsody” (2018, $911 juta) sebagai biopik musik terlaris sepanjang masa — pencapaian yang luar biasa mengingat skeptisisme awal terhadap proyek ini.

“The Devil Wears Prada 2” Mendekati $200 Juta

Sekuel high-fashion “The Devil Wears Prada 2” menduduki posisi keempat, menambah $3,2 juta pada hari Jumat. Melalui akhir pekan empat hari, film ini diperkirakan meraup sekitar $14 juta, mendorong total domestiknya mendekati $200 juta setelah empat minggu di bioskop.

Rilis Baru: “Passenger” dan “I Love Boosters”

Dua rilis baru akhir pekan ini menghadirkan pilihan yang sangat berbeda:

“Passenger” (Paramount) — horor R-rated arahan André Øvredal tentang pasangan muda yang menyaksikan kecelakaan mengerikan di jalan tol dan dihantui oleh hantu penumpang yang dendam. Dibintangi Melissa Leo, Lou Llobell, dan Jacob Scipio. Film ini diperkirakan meraup $9-10 juta di akhir pekan panjang.

“I Love Boosters” (Neon) — komedi surealis dari sutradara Boots Riley tentang geng pencuri toko dengan kompleks Robin Hood yang berhadapan dengan mogul fashion korporat. Dibintangi Keke Palmer, Taylour Paige, Naomi Ackie, Demi Moore, dan LaKeith Stanfield. Film ini diperkirakan meraih $4-5 juta.

“Obsession”: Kejutan Akhir Pekan Kedua

Yang tak kalah mengejutkan, horor “Obsession” dari Focus Features dan sutradara Curry Barker mengalami kenaikan 16% di weekend kedua — pencapaian yang sangat langka untuk film apa pun. Film ini diperkirakan meraup $19,9 juta di minggu kedua, membawa total domestiknya ke $55,1 juta.

Relevansi untuk Pembaca Indonesia

Menariknya, Cannes 2026 menunjukkan tren sinema global yang semakin inklusif dan beragam — dari sinema Afrika hingga queer cinema Asia. Untuk industri film Indonesia, ini bisa menjadi inspirasi: cerita lokal yang jujur dan berani bisa bersaing di panggung dunia.

Sementara itu, dominasi franchise seperti Star Wars di box office global menunjukkan bahwa pasar internasional — termasuk Indonesia — masih menjadi pasar penting bagi Hollywood. Film-film besar seperti “The Mandalorian and Grogu” dan “Michael” dipastikan akan tayang di bioskop Indonesia dalam waktu dekat.

Berita film lainnya: Ludwig Göransson, komposer “The Mandalorian and Grogu”, juga sedang mempersiapkan skor untuk film Christopher Nolan berikutnya, “The Odyssey” — dengan pendekatan unik tanpa orkestra, hanya 35 gong perunggu dan synthesizer.

Baca Juga

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here