Star Wars Kembali ke Bioskop Setelah 6,5 Tahun: The Mandalorian & Grogu Tayang Hari Ini
Enam setengah tahun tanpa film Star Wars di bioskop berakhir hari ini. Star Wars: The Mandalorian and Grogu resmi tayang serentak di seluruh dunia pada 22 Mei 2026 — film Star Wars pertama sejak The Rise of Skywalker (Desember 2019) — dan membawa serta beban ekspektasi yang luar biasa besar.
Film yang disutradarai Jon Favreau ini mengangkat karakter Din Djarin dan Grogu dari serial Disney+ ke layar lebar. Pedro Pascal kembali mengisi suara Din Djarin, bersama Sigourney Weaver sebagai Colonel Ward dan Jeremy Allen White sebagai Rotta, putra Jabba the Hutt. Dengan durasi 2 jam 12 menit dan rating PG-13, film ini diproyeksikan meraup $90–100 juta di akhir pekan pembuka domestik — angka tertinggi Disney sepanjang 2026 sejauh ini.
Review Terbelah: Kritikus Ragu, Fans Antusias
Embargo review baru pecah, dan hasilnya terbelah — pola yang sudah akrab di era Star Wars modern.
Di Rotten Tomatoes, skor kritik menunjukkan perpecahan. Beberapa kritikus memberi nilai positif: Adam Graham dari Detroit News memberi grade B-, menyebut film ini sebagai “serangkaian adegan aksi yang dirangkai” dengan cukup memuaskan. Collin Garbarino dari WORLD menulis bahwa “meskipun ada kekurangannya, penggemar Star Wars akan menikmati film ini karena menghormati franchise dan penonton.”
Di sisi lain, kritik pedas juga bermunculan. Oscar Goff dari Cambridge Day memberi 2/4 dengan kalimat tajam: “Film Star Wars dulu adalah sebuah peristiwa. Itu dulu, di galaxy yang jauh, jauh sekali.” Sara Michelle Fetters dari MovieFreak.com (2.5/4) menilai film ini sebagai “petualangan menengah yang mungkin bisa dimaafkan — tapi Force tidak menyertai The Mandalorian and Grogu.”
IGN: Star Wars Paling “Boring” Sejauh Ini
Review dari IGN cukup keras. Mereka menyebut film ini terjebak dalam “loop nostalgia yang puas diri” dan gagal mengembangkan karakter secara bermakna. Menurut IGN, Pedro Pascal terlihat “agak kaku” karena skenario hampir tidak pernah memberikan alasan bagi Din Djarin untuk mengubah penampilannya dari karakter tenang yang menjadi ciri khas serialnya.
Plot film dinilai terlalu sederhana: Din Djarin dan Grogu dikontrak oleh Colonel Ward (Sigourney Weaver) untuk menangkap Rotta, putra Jabba the Hutt, atas permintaan saudara kembar Jabba. Secara teknis ini merupakan lanjutan dari season 3 The Mandalorian, tapi IGN mencatat film ini “mengabaikan hampir semua fondasi karakter” yang dibangun selama tiga season — keputusan yang membingungkan bagi penggemar setia.
Suara Penonton: “Lots of Action and Adorable Cuteness”
Sementara kritikus terbelah, respons penonton audiens jauh lebih positif. Review audiens di Rotten Tomatoes didominasi sentimen antusias:
“Beautifully done, will definitely watch again,” tulis satu penonton. Yang lain menyebut, “Awesome and so much action” dan “Fantastic addition to the Mandoverse!”
Pola ini familiar: film-film Star Wars era Disney sering mendapat gap signifikan antara skor kritik dan audiens. The Last Jedi dan The Rise of Skywalker mengalami hal serupa. Pertanyaannya, apakah perpecahan ini akan memengaruhi penayangan di bioskop — atau justru menjadi bahan debat yang mendorong lebih banyak orang menonton.
Proyeksi Box Office: $100 Juta di Opening Weekend
Tracking box office memproyeksikan pembukaan $90–100 juta untuk akhir pekan 3 hari (Jumat–Minggu), dengan potensi $105 juta+ jika dihitung 4 hari karena Memorial Day Weekend di AS. Angka global diperkirakan mencapai $160 juta.
Sebagai perbandingan, The Rise of Skywalker (2019) membuka di $177 juta domestik. Solo: A Star Wars Story (2018) hanya $84 juta — angka yang dianggap mengecewakan dan menjadi salah satu alasan Lucasfilm berhenti merilis film Star Wars teatrikal selama beberapa tahun.
Konteks minggu ini penting: box office AS minggu sebelumnya (May 15–17) totalnya $101,2 juta, turun 36% dari pekan sebelumnya. Michael memimpin dengan $26,1 juta (total kumulatif $282,8 juta), diikuti The Devil Wears Prada 2 ($17,8M) dan Obsession ($17,2M). The Mandalorian and Grogu diperkirakan akan mendominasi minggu ini.
Dari Disney+ ke Layar Lebar: Taruhan Besar Disney
Film ini adalah taruhan strategis Disney. Pertanyaan terbesar: apakah jutaan penonton The Mandalorian di Disney+ mau membayar tiket bioskop?
Serial ini sukses besar di platform streaming, dan Grogu menjadi fenomena pop culture tersendiri. Tapi ada perbedaan mendasar antara menekan “play” di rumah dan pergi ke bioskop. Disney membutuhkan film ini membuktikan bahwa Star Wars masih punya daya tarik teatrikal — bukan hanya nilai streaming.
Box office pembukaan akan jadi jawaban. Jika mencapai $100 juta+, Lucasfilm kemungkinan akan mempercepat produksi film Star Wars teatrikal berikutnya. Jika di bawah $80 juta, Disney mungkin kembali ke strategi eksklusif Disney+.
Kenapa Film Ini Penting untuk Penggemar Indonesia
Fanbase Star Wars di Indonesia termasuk yang paling aktif dan berdedikasi di dunia. Komunitas cosplay, fan fiction, dan diskusi Star Wars tumbuh subur di media sosial Indonesia. Kehadiran film teatrikal baru setelah jeda 6,5 tahun adalah momen yang ditunggu.
Plus, momentum Memorial Day Weekend di AS berarti liputan media global akan sangat masif — review, reaction video, box office update — semua tersedia real-time untuk pembaca Indonesia yang mengikuti perkembangan Star Wars.
Apa Selanjutnya?
Jika Anda berencana menonton, film ini tayang mulai hari ini, 22 Mei 2026, di seluruh bioskop. Durasi 2 jam 12 menit, rating PG-13. Jangan lupa: ini film Star Wars pertama dalam 6,5 tahun — apa pun pendapat kritik, pengalaman menonton di bioskop tetap punya nilai tersendiri untuk saga ini.
Box office akhir pekan akan di-update. Pantau terus indfir.com untuk laporan lanjutan.
Sumber
- Rotten Tomatoes — The Mandalorian and Grogu Reviews: rottentomatoes.com/m/star_wars_the_mandalorian_and_grogu
- IGN — The Mandalorian and Grogu Review: ign.com
- Box Office Mojo — Weekend Box Office Chart




