Bulan Akan “Menelan” Bintang Terang Malam Ini — Peristiwa Okultasi Regulus 23 Mei
Malam tanggal 23 Mei 2026, langit akan menampilkan salah satu fenomena astronomi paling menarik tahun ini: Bulan akan melintas tepat di depan Regulus — bintang paling terang di rasi Leo — dan membuatnya “menghilang” dari pandangan selama beberapa menit. Peristiwa ini disebut okultasi lunar, dan bagi pengamat yang berada di zona yang tepat, ini adalah tontonan gratis yang bisa disaksikan hanya dengan mata telanjang.
Regulus, atau dikenal juga sebagai Alpha Leonis, adalah bintang bermagnitudo 1.4 — salah satu bintang paling terang yang bisa kita lihat di langit malam. Jaraknya sekitar 79 tahun cahaya dari Bumi. Saat Bulan bergerak di sepanjang orbitnya, ia secara berkala melintas di depan bintang-bintang yang berada di dekat bidang ekliptika, termasuk Regulus. Dan malam ini, giliran Regulus yang “ditelan” sementara oleh cahaya Bulan.
Apa yang Akan Terjadi Malam Ini?
Okultasi lunar terjadi ketika Bulan — sebagai objek yang lebih dekat ke Bumi — melintas di depan sebuah bintang atau planet dari sudut pandang pengamat di Bumi. Prosesnya mirip gerhana, tapi skalanya jauh lebih kecil dan hanya berlangsung beberapa menit.
Untuk okultasi Regulus pada 23 Mei 2026, inilah yang akan terjadi:
Fase menghilang (immersion): Regulus perlahan mendekat ke tepi Bulan, lalu dalam sekejap — bintang itu “padam”. Tidak ada peringatan dramatis, tidak ada cahaya redup perlahan. Regulus terlihat utuh, lalu tiba-tiba hilang saat tepi gelap Bulan melewatinya. Efeknya hampir seperti sihir.
Fase muncul kembali (emersion): Setelah beberapa menit — atau hingga sekitar satu jam, tergantung lokasi pengamat — Regulus akan muncul kembali dari sisi seberang Bulan. Sama mendramatisnya: bintang yang sebelumnya tidak ada, tiba-tiba muncul dari kekosongan.
Perbedaan utama okultasi dengan gerhana: gerhana melibatkan Matahari dan terjadi di area yang sangat luas. Okultasi bintang oleh Bulan hanya bisa dilihat dari jalur sempit di permukaan Bumi — biasanya selebar ratusan kilometer. Di luar jalur itu, pengamat hanya akan melihat Bulan dan Regulus berada berdekatan di langit (konjungsi), tapi tidak ada okultasi.
Kapan dan Di Mana Bisa Dilihat?
Okultasi Regulus 23 Mei 2026 terlihat dari zona tertentu yang membentang melintasi permukaan Bumi. Jalur okultasi ditentukan oleh posisi tepat Bulan relatif terhadap Regulus dan lokasi pengamat — pergeseran beberapa ratus kilometer bisa membuat perbedaan antara “terlihat sempurna” dan “hampir tidak terlihat”.
Untuk pengamat di Indonesia, okultasi ini perlu dicek dengan peta okultasi dari sumber seperti International Occultation Timing Association (IOTA). Secara umum, okultasi Regulus oleh Bulan cenderung terlihat dari wilayah yang mencakup sebagian Asia, tapi zona pastinya bervariasi dari satu peristiwa ke peristiwa berikutnya.
Waktu okultasi juga berbeda-beda tergantung zona waktu:
- WIB (UTC+7): Estimasi terjadi pada malam hari, sekitar pukul 21:00-23:00 WIB
- WITA (UTC+8): Sekitar pukul 22:00-00:00 WITA
- WIT (UTC+9): Sekitar pukul 23:00-01:00 WIT
Waktu-waktu ini bersifat estimasi. Untuk waktu presisi, pengamat disarankan mengecek peta okultasi IOTA atau menggunakan aplikasi astronomi seperti Stellarium yang bisa mensimulasikan posisi langit secara real-time untuk lokasi spesifik Anda.
Apa Itu Okultasi? (Untuk yang Belum Tahu)
Okultasi — dari bahasa Latin occultare yang berarti “menyembunyikan” — adalah istilah astronomi untuk peristiwa ketika satu objek langit melintas di depan objek lain dan menutupinya dari pandangan pengamat.
Berbeda dengan gerhana (yang melibatkan Matahari, Bulan, dan Bumi dalam konfigurasi khusus) dan transit (ketika objek kecil melintas di depan objek besar, seperti Merkurius melintas di depan Matahari), okultasi biasanya melibatkan Bulan sebagai objek penutup.
Kenapa okultasi bintang terang itu menarik?
Pertama, ini langka. Bulan melintas di dekat banyak bintang setiap bulan, tapi okultasi bintang bermagnitudo di bawah 2 — yang terang enough untuk dilihat mata telanjang — hanya terjadi beberapa kali setahun untuk setiap lokasi di Bumi. Regulus, dengan magnitudo 1.4, adalah bintang ke-21 paling terang di langit malam. Okultasinya oleh Bulan adalah peristiwa yang layak ditunggu.
Kedua, okultasi punya nilai ilmiah. Dengan mengukur persis kapan bintang menghilang dan muncul kembali, astronom bisa menghitung diameter bintang, memetakan tepi atmosfer Bumi, dan bahkan memperbaiki data orbit Bulan. Sebelum era teleskop luar angkasa, okultasi adalah salah satu cara utama mengukur ukuran bintang.
Ketiga, okultasi Regulus punya siklus menarik. Karena orbit Bulan dan posisi Regulus di dekat ekliptika, okultasi Regulus terjadi dalam “seri” — beberapa okultasi dalam beberapa bulan berturut-turut, lalu berhenti selama bertahun-tahun. Seri okultasi Regulus terakhir yang signifikan terjadi pada 2023-2024, dan kini kembali lagi.
Cara Melihat Okultasi Regulus
Kabar baiknya: Anda tidak perlu teleskop mahal atau keahlian khusus untuk menikmati fenomena ini. Berikut panduan praktisnya:
1. Mata Telanjang Sudah Cukup
Regulus adalah bintang bermagnitudo 1.4 — cukup terang untuk dilihat tanpa alat bantu. Cukup cari rasi Leo di langit, lalu temukan bintang paling terang di sana. Itulah Regulus.
2. Cara Menemukan Regulus
Rasi Leo berbentuk seperti tanda tanya terbalik (atau “sabit”). Regulus berada di ujung bawah tanda tanya itu — titik paling terang di area tersebut. Di langit malam Mei, Leo bisa dilihat di arah barat setelah Matahari terbenam. Posisinya relatif tinggi di langit, memudahkan pengamatan.
3. Binokuler Akan Memberikan Pengalaman Lebih Baik
Jika punya binokuler (7×50 atau 10×50 sudah cukup), arahkan ke area Regulus menjelang waktu okultasi. Anda akan bisa melihat Bulan dan Regulus perlahan mendekat, lalu — saat okultasi terjadi — Regulus menghilang di balik tepi Bulan. Dengan binokuler, detail permukaan Bulan di sekitar titik okultasi juga terlihat jelas.
4. Tips Fotografi
Untuk yang ingin mengabadikan momen ini:
- Gunakan tripod — foto langit malam butuh eksposur panjang
- Setting kamera: ISO 400-800, aperture f/4-f/5.6, shutter speed 1-5 detik
- Fokus manual ke tak hingga (∞)
- Ambil foto beruntun (burst mode) menjelang waktu okultasi — Anda akan dapat rangkaian foto yang menunjukkan Regulus perlahan mendekati dan kemudian menghilang di balik Bulan
5. Aplikasi yang Membantu
Beberapa aplikasi gratis yang bisa membantu menemukan Regulus dan memprediksi okultasi:
- Stellarium (gratis, desktop dan mobile) — planetarium virtual yang bisa disimulasikan untuk tanggal, waktu, dan lokasi spesifik
- Sky Guide (iOS) — augmented reality untuk menemukan bintang di langit
- Star Walk 2 (Android/iOS) — serupa Sky Guide, tersedia di kedua platform
- IOTA website — menyediakan peta dan prediksi okultasi presisi tinggi
Kenapa Peristiwa Ini Penting untuk Astronomi?
Okultasi bukan sekadar tontonan indah. Fenomena ini punya nilai ilmiah yang nyata:
Mengukur diameter bintang: Saat bintang menghilang di balik Bulan, cahaya tidak langsung padam — ia mengalami difraksi di tepi Bulan. Dengan menganalisis pola difraksi ini, astronom bisa menghitung diameter bintang dengan presisi yang mengejutkan. Metode ini bahkan digunakan untuk mengukur bintang-bintang yang terlalu jauh untuk diselesaikan oleh teleskop konvensional.
Memetakan orbit Bulan: Waktu okultasi yang presisi membantu ilmuwan memperbaiki model orbit Bulan. Setiap milidetik data okultasi memperbaiki akurasi prediksi posisi Bulan di masa depan — yang penting untuk misi antariksa, navigasi, dan kalender astronomi.
Kontribusi astronom amatir: Okultasi adalah salah satu bidang di mana pengamat amatir bisa memberikan kontribusi nyata ke sains. Dengan mencatat waktu tepat saat bintang menghilang dan muncul kembali (bahkan dengan smartphone yang disinkronisasi ke waktu GPS), astronom amatir bisa mengirim data ke IOTA dan membantu memperbaiki model astronomi. Anda tidak perlu gelar PhD — hanya mata, jam yang akurat, dan kemauan untuk mengirim data.
Fenomena Astronomi Lain yang Segera Terjadi
Okultasi Regulus bukan satu-satunya peristiwa menarik di langit 2026. Beberapa yang perlu diintip:
- Starship SpaceX: Setelah pembatalan peluncuran uji coba V3 awal bulan ini, SpaceX menargetkan peluncuran ulang dalam waktu dekat. Setiap uji coba Starship membawa manusia selangkah lebih dekat ke misi Artemis NASA di Bulan.
- Europa Clipper: Misi NASA ke Europa, bulan Jupiter yang diduga memiliki lautan bawah permukaan, sedang dalam perjalanan. Data terbaru dari Hubble justru memicu pertanyaan baru tentang apakah Europa benar-benar memancarkan geyser air.
- Artemis Base Camp: NASA dijadwalkan memberikan update rencana pangkalan bulan pada 26 Mei 2026. Perubahan signifikan dari rencana awal bisa saja diumumkan.
Untuk yang rutin mengamati langit, okultasi Regulus 23 Mei adalah reminder bahwa alam semesta terus menyediakan pertunjukan gratis — asalkan kita mau melihat ke atas.
Referensi
- Space.com — “The moon will ‘swallow’ a star on May 23. But will you be able to see it?”
- International Occultation Timing Association (IOTA) — Prediction maps dan data okultasi lunar
- NASA — Lunar occultation observation guide
- Stellarium — Simulasi posisi langit untuk 23 Mei 2026
- EarthSky — “What are occultations?” — Panduan okultasi untuk pengamat amatir




