HomeAstronomiNASA Ungkap Penyebab Kerusakan Antena DSS-14

NASA Ungkap Penyebab Kerusakan Antena DSS-14

Date:

Related stories

Kim Min-jae Didekati Juventus dan Manchester United, Bayern Turunkan Harga

Bek tengah Korea Selatan, Kim Min-jae, menjadi sorotan bursa...

Peneliti Ubah Beras Jadi Material Pintar yang Bisa Sesuaikan Kekerasan Otomatis

Tim peneliti internasional yang dipimpin oleh University of Birmingham...

Korea Selatan vs Czechia: Duel Sengit Pembuka Grup A Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 resmi bergulir dan salah satu laga...

Kode Redeem FC Mobile Terbaru: Klaim 2.000 Gems dan Bocoran Pemain OVR 120

EA Sports FC Mobile kembali membagikan puluhan kode redeem...

Kode Redeem FC Mobile Juni 2026: Daftar Lengkap 47 Kode Aktif dan Cara Klaim Gems Gratis

EA Sports FC Mobile kembali merilis rangkaian kode redeem...
spot_imgspot_img

NASA merilis laporan akhir investigasi atas kerusakan antena Deep Space Station 14 atau DSS-14 di kompleks Goldstone Deep Space Communications Complex, dekat Barstow, California. Insiden itu terjadi pada 16 September 2025 saat antena raksasa berdiameter 70 meter tersebut melacak misi Juno, wahana NASA yang meneliti Jupiter. Dalam laporan yang diumumkan pada 5 Juni 2026, badan antariksa Amerika Serikat itu menyatakan DSS-14 mengalami over-rotasi, memicu kerusakan kabel, struktur pendukung, serta sistem air pemadam kebakaran. NASA mengklasifikasikan peristiwa ini sebagai mishap Type A karena nilai kerusakan diperkirakan mencapai sekitar US$4,1 juta hingga US$4,6 juta.

Kerusakan DSS-14 menjadi perhatian penting karena antena ini merupakan salah satu aset utama Deep Space Network, jaringan komunikasi antariksa NASA yang digunakan untuk mengirim perintah, menerima data sains, dan melacak posisi berbagai misi luar angkasa. Bagi pembaca Indonesia, kasus ini menunjukkan betapa kompleksnya infrastruktur pendukung eksplorasi antariksa modern: misi ke Jupiter, Mars, Bulan, asteroid, hingga observatorium ruang angkasa tidak hanya bergantung pada roket dan wahana, tetapi juga pada jaringan antena Bumi yang bekerja hampir tanpa henti.

Kronologi Kerusakan DSS-14

Menurut NASA, DSS-14 mengalami over-rotasi ketika sedang aktif melakukan pelacakan terhadap misi Juno pada 16 September 2025. Over-rotasi berarti antena bergerak melewati batas rotasi yang seharusnya, sehingga menimbulkan tekanan berlebihan pada kabel dan komponen struktural terkait. Dampaknya tidak hanya mekanis. Jalur air yang terhubung dengan sistem pemadam kebakaran antena ikut rusak dan menyebabkan banjir signifikan di fasilitas tersebut.

Tidak ada korban luka dalam insiden ini. Namun, kerusakan fisik yang ditimbulkan cukup besar sehingga NASA membentuk Mishap Investigation Board, sebuah dewan investigasi internal yang melibatkan para pakar lintas lembaga. Tim ini memeriksa lokasi, mewawancarai personel, serta meninjau dokumen teknis dan catatan operasional dari tiga lokasi Deep Space Network: California di Amerika Serikat, Canberra di Australia, dan Madrid di Spanyol.

Laporan akhir dewan investigasi selesai pada April 2026 dan kemudian diterima NASA sebagai laporan final. Dalam pengumumannya, NASA menyatakan DSS-14 akan tetap offline untuk menjalani perbaikan serta peningkatan sistem yang sebelumnya memang telah dijadwalkan. Masa pemeliharaan panjang itu semula direncanakan mulai Agustus dan diperkirakan selesai pada Oktober 2028.

Penyebab Utama: Software, Operator, dan Sistem Hidrolik

Investigasi NASA menemukan bahwa kerusakan DSS-14 tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. Dewan investigasi menyimpulkan insiden ini terutama berakar pada kombinasi kelemahan software, kesalahan manusia, dan kegagalan yang tidak terdeteksi pada sistem pembatas hidrolik antena.

Masalah dimulai dari gangguan listrik pada hari sebelumnya. Gangguan tersebut membuat sistem kontrol salah melaporkan kondisi rotasi antena. Kesalahan pembacaan ini tidak terdeteksi, lalu memicu beberapa kondisi limit-stop ketika DSS-14 melacak Juno pada 16 September. Dalam proses mencari sumber masalah limit-stop itu, operator melakukan sejumlah langkah pemecahan masalah yang tanpa sengaja melewati pengaman software dan hardware.

Situasi memburuk ketika banjir terlihat di bagian dasar antena. Operator kemudian mencoba mengembalikan antena ke posisi aman atau stow. Namun, karena sistem sudah melewati batas rotasi, tindakan tersebut justru mendorong antena makin jauh ke kondisi over-rotasi dan menambah kerusakan.

NASA juga menemukan bahwa sistem pembatas hidrolik, yang seharusnya menjadi pengaman mekanis terakhir, tidak berfungsi pada 16 September 2025. Sistem itu ternyata telah rusak dalam insiden sebelumnya yang tidak terdokumentasi. Selain itu, pengujian terhadap sistem tersebut tidak dilakukan secara memadai dalam periode yang tidak dapat dipastikan.

Budaya Kerja dan Prosedur Ikut Disorot

Selain aspek teknis, laporan NASA menyoroti faktor organisasi dan budaya kerja di Goldstone. Investigasi menyebut adanya tekanan kepada operator untuk bekerja secepat mungkin agar antena tetap beroperasi. Dalam kondisi itu, personel kerap melampaui peran, keahlian, dan pelatihan normal mereka.

Temuan ini penting karena memperlihatkan bahwa kegagalan teknologi tinggi sering kali lahir dari gabungan masalah sistemik. Software yang tidak cukup tangguh, pengamanan mekanis yang tidak diuji, prosedur yang tidak lengkap, praktik kerja tidak terdokumentasi, serta tekanan operasional dapat saling memperbesar risiko.

Joel Montalbano, penjabat associate administrator untuk Space Operations Mission Directorate NASA, mengatakan lembaganya menanggapi serius keselamatan dan penyimpangan dari prosedur. Ia menyebut investigasi Goldstone menunjukkan NASA harus memperkuat proses, memperbarui prosedur, membangun kembali kapabilitas inti internal, dan menegakkan disiplin operasional di seluruh Deep Space Network.

Kevin Coggins, deputy associate administrator untuk program Space Communications and Navigation NASA, juga menyatakan tim NASA telah mulai menerapkan pelajaran dari insiden ini. Fokusnya adalah memperkuat dan menstandarkan proses serta pelatihan di tiga lokasi Deep Space Network agar jaringan tersebut tetap tangguh, konsisten, dan siap mendukung generasi misi berikutnya.

Implikasi bagi Misi Antariksa Global

DSS-14 bukan antena biasa. Dengan diameter sekitar 70 meter atau 230 kaki, antena ini merupakan salah satu perangkat komunikasi paling penting di Goldstone. Deep Space Network sendiri menjadi tulang punggung komunikasi untuk lebih dari 40 misi, termasuk misi sains planet, observasi antariksa, dan eksplorasi masa depan.

Meski DSS-14 offline, NASA menegaskan Deep Space Network tetap memberikan cakupan penuh. Sebanyak 13 antena lain di California, Australia, dan Spanyol masih mendukung seluruh kebutuhan pelacakan tanpa gangguan. Tim penjadwalan khusus mengalokasikan waktu antena untuk memenuhi kebutuhan sains dan pengembalian data setiap misi, termasuk saat ada antena yang menjalani pemeliharaan atau mengalami gangguan mendadak.

Bagi komunitas antariksa global, insiden DSS-14 menjadi pengingat bahwa infrastruktur komunikasi adalah komponen strategis dalam eksplorasi luar angkasa. Ketika satu antena besar berhenti beroperasi, beban jaringan harus dialihkan ke aset lain. Dalam jangka pendek, hal ini dapat dikelola melalui penjadwalan. Dalam jangka panjang, keandalan sistem, redundansi, modernisasi perangkat, dan standar operasional menjadi semakin penting karena jumlah misi antariksa terus bertambah.

  • Insiden terjadi pada 16 September 2025 saat DSS-14 melacak misi Juno.
  • Kerusakan dipicu over-rotasi antena 70 meter di Goldstone, California.
  • NASA memperkirakan biaya perbaikan mencapai US$4,1 juta hingga US$4,6 juta.
  • Penyebab utama mencakup kelemahan software, kesalahan manusia, dan kegagalan sistem pembatas hidrolik.
  • DSS-14 akan tetap offline selama perbaikan dan peningkatan hingga sekitar Oktober 2028.

NASA menyebut peningkatan DSS-14 menjadi bagian dari perbaikan jaringan yang lebih luas untuk mendukung eksplorasi dan misi sains masa depan, termasuk kemampuan pertahanan planet. Dengan kata lain, kerusakan ini bukan sekadar masalah satu antena di California, melainkan pelajaran bagi seluruh ekosistem eksplorasi antariksa: misi jauh ke luar angkasa membutuhkan teknologi komunikasi yang kuat, prosedur yang disiplin, dan budaya operasional yang mampu mencegah kesalahan kecil berubah menjadi kerugian jutaan dolar.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here