WASHINGTON — Anthropic, salah satu perusahaan kecerdasan buatan terkemuka dunia, resmi menghapus akses ke dua model AI andalannya, Fable dan Mythos, menyusul arahan langsung dari administrasi Presiden Donald Trump. Keputusan yang diumumkan pada Jumat (13/6/2026) ini menandai eskalasi terbaru dalam ketegangan antara Silicon Valley dan pemerintah federal AS terkait regulasi teknologi AI.
Latar Belakang Penghentian Model
Menurut laporan Ars Technica, Anthropic menghentikan operasional Fable dan Mythos sebagai respons terhadap arahan eksekutif dari Gedung Putih yang menuntut pembatasan akses terhadap model-model AI yang dianggap memiliki risiko keamanan nasional. Kedua model tersebut sebelumnya tersedia untuk pengembang dan mitra bisnis, namun kini aksesnya ditutup sepenuhnya.
Model Fable dikenal sebagai salah satu sistem AI generasi terbaru yang dikembangkan Anthropic dengan kemampuan pemrosesan bahasa alami tingkat lanjut. Sementara itu, Mythos dirancang untuk tugas-tugas yang lebih kompleks termasuk analisis data skala besar dan pemecahan masalah multi-langkah. Keduanya merupakan bagian dari portofolio produk Anthropic yang bersaing langsung dengan model-model dari OpenAI dan Google DeepMind.
Arahan Trump dan Alasan Keamanan Nasional
Administrasi Trump berdalih bahwa penghentian kedua model ini diperlukan untuk melindungi kepentingan keamanan nasional AS. Dalam pernyataan resmi, Gedung Putih menyebut bahwa model-model AI canggih berpotensi disalahgunakan untuk tujuan yang mengancam kedaulatan negara, termasuk pengembangan senjata otonom dan operasi siber ofensif.
Arahan ini juga menginstruksikan perusahaan-perusahaan teknologi untuk melakukan tinjauan menyeluruh terhadap model-model AI mereka sebelum dirilis ke publik. Pemerintah menuntut proses evaluasi yang lebih ketat dengan melibatkan lembaga-lembaga keamanan seperti Department of Defense dan National Security Agency.
“Keamanan nasional tidak bisa dikompromikan demi keuntungan komersial,” ujar seorang pejabat senior administrasi Trump dalam konferensi pers singkat usai pengumuman arahan tersebut.
Reaksi Anthropic
Anthropic menyatakan kepatuhannya terhadap arahan pemerintah federal, meskipun keputusan ini berdampak signifikan terhadap operasional bisnis dan hubungan dengan mitra pengembang. Perusahaan teknologi yang didirikan oleh mantan eksekutif OpenAI, Dario Amodei, ini dikenal dengan pendekatan “AI safety first” yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama.
Dalam pernyataannya, Anthropic berjanji akan bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan framework regulasi AI yang seimbang antara inovasi dan keamanan. Perusahaan juga mengindikasikan bahwa mereka akan mengalihkan fokus pengembangan ke model-model yang lebih sesuai dengan standar regulasi baru.
- Fable dan Mythos dikembangkan sebagai model AI generatif canggih dengan kemampuan multimodal
- Kedua model ini memiliki basis pengguna yang mencakup perusahaan teknologi, institusi akademik, dan lembaga pemerintah
- Penghentian ini mempengaruhi ribuan pengembang yang telah mengintegrasikan API kedua model ke dalam produk mereka
- Anthropic belum memberikan timeline kapan atau apakah kedua model ini akan kembali tersedia
Dampak Global terhadap Industri AI
Keputusan Anthropic untuk menghapus Fable dan Mythos memiliki implikasi yang jauh melampaui batas-batas AS. Industri AI global kini menghadapi ketidakpastian regulasi yang dapat menghambat inovasi dan kolaborasi internasional. Perusahaan-perusahaan teknologi di Eropa dan Asia mulai mengevaluasi posisi mereka terhadap model-model AI yang dikembangkan di AS.
Beberapa pengamat industri memperingatkan bahwa regulasi yang terlalu ketat di AS justru dapat mendorong negara-negara lain untuk mengembangkan AI secara independen tanpa mengindahkan standar keamanan internasional. Hal ini berpotensi menciptakan fragmentasi dalam ekosistem AI global, di mana masing-masing blok negara mengembangkan standar dan regulasi yang berbeda-beda.
Uni Eropa, yang telah lebih dulu menerapkan AI Act sebagai regulasi komprehensif untuk kecerdasan buatan, kini menghadapi tekanan untuk merespons langkah AS. Para pembuat kebijakan di Brussels khawatir bahwa pendekatan yang diambil Trump dapat melemahkan upaya internasional untuk membangun konsensus global tentang regulasi AI.
Implikasi bagi Pengembang dan Bisnis
Penghentian akses ke Fable dan Mythos menimbulkan tantangan serius bagi ribuan pengembang yang telah membangun aplikasi dan layanan di atas infrastruktur AI Anthropic. Banyak startup teknologi yang mengandalkan kedua model ini untuk fitur-fitur canggih seperti analisis sentimen, generasi konten, dan otomasi proses bisnis.
Asosiasi industri teknologi AS mengekspresikan kekhawatiran mereka terhadap dampak ekonomi dari keputusan ini. Mereka berargumen bahwa regulasi yang tidak terkoordinasi dapat merusak daya saing AS dalam perlombaan AI global, terutama terhadap China yang terus menginvestasikan miliaran dolar dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Beberapa perusahaan teknologi besar dilaporkan telah mulai mengevaluasi alternatif dari penyedia AI lainnya, termasuk model open-source yang tidak tunduk pada regulasi pemerintah. Namun, para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa model open-source juga memiliki risiko tersendiri yang memerlukan pengawasan ketat.
Pandangan Para Pakar
Komunitas peneliti AI terbelah dalam menanggapi keputusan ini. Sebagian mendukung langkah pemerintah AS sebagai upaya yang diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan teknologi AI. Mereka berargumen bahwa model-model canggih seperti Fable dan Mythos memiliki potensi risiko yang belum sepenuhnya dipahami, sehingga pembatasan akses merupakan langkah prudent.
Namun, kubu yang berlawanan menganggap regulasi ini sebagai hambatan terhadap kemajuan ilmiah. Mereka khawatir bahwa precedent yang diciptakan oleh kasus Anthropic ini dapat membuka jalan bagi intervensi pemerintah yang lebih luas terhadap penelitian AI, yang pada akhirnya merugikan masyarakat secara keseluruhan.
Dr. Stuart Russell, profesor ilmu komputer dari UC Berkeley dan salah satu pionir riset AI safety, menyatakan bahwa diskusi tentang regulasi AI perlu dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “Kita butuh keseimbangan antara keamanan dan inovasi, bukan salah satu atau yang lain,” ujarnya.
Masa Depan Regulasi AI di AS
Kasus Anthropic ini menjadi preseden penting dalam perdebatan tentang peran pemerintah dalam mengatur pengembangan AI. Para pengamat politik memprediksi bahwa Kongres AS akan semakin aktif dalam menyusun legislasi komprehensif untuk kecerdasan buatan, terutama menjelang pemilihan presiden 2028.
Beberapa proposal legislatif yang sedang dibahas di Senat termasuk pembentukan lembaga pengawas AI independen, persyaratan audit keamanan wajib untuk model-model AI frontier, dan mekanisme pelaporan insiden AI yang mirip dengan sistem yang berlaku di industri penerbangan.
Industri teknologi kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, mereka harus mematuhi regulasi yang semakin ketat. Di sisi lain, mereka juga menghadapi tekanan kompetitif untuk terus berinovasi dan tidak tertinggal dari pesaing global. Bagaimana keseimbangan ini tercapai akan menentukan arah perkembangan AI dalam dekade mendatang, tidak hanya di AS tetapi juga di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang mulai mengembangkan ekosistem AI nasionalnya sendiri.




