Tarique Rahman, ketua Partai Nasionalis Bangladesh BNP dan perdana menteri designate, menegaskan bahwa kepentingan nasional Bangladesh akan menjadi prioritas utama dalam pemerintahan yang akan datang. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers pertamanya sejak pengumuman hasil pemilu yang menunjukkan kemenangan telak bagi koalisinya.
Rahman, yang telah memimpin BNP sejak 2009, menekankan pentingnya stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Bangladesh membutuhkan pemerintahan yang bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir elite, ujarnya di hadapan ratusan pendukung yang berkumpul di kantor pusat partai di Dhaka.
Visi Ekonomi dan Pembangunan
Dalam paparannya, Rahman menguraikan rencana ekonomi ambisius yang mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi asing, dan reformasi sektor perbankan. Target pertumbuhan ekonomi ditetapkan sebesar 8 persen per tahun, dengan fokus pada sektor manufaktur, teknologi informasi, dan agro-industri.
Program prioritas meliputi pembangunan infrastruktur transportasi massal di kota-kota besar, ekspansi jaringan listrik ke daerah pedesaan, dan digitalisasi layanan publik. Rahman juga berkomitmen untuk memberantas korupsi melalui pembentukan komisi anti-korupsi independen dengan kewenangan penyidikan yang lebih luas.
Sektor garment yang menjadi tulang punggung ekonomi Bangladesh akan terus didukung dengan insentif pajak dan kemudahan ekspor. Industri ini menyerap lebih dari 4 juta tenaga kerja dan menyumbang sekitar 80 persen dari total ekspor negara. Pemerintah berencana meningkatkan nilai tambah produk garment melalui pengembangan desain lokal dan branding internasional.
Hubungan Internasional
Mengenai politik luar negeri, Rahman menyatakan bahwa Bangladesh akan mempertahankan kebijakan luar negeri bebas aktif. Hubungan baik dengan negara-negara tetangga seperti India, Myanmar, dan Tiongkok akan terus dijalin, sambil menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional.
Isu pengungsi Rohingya juga menjadi perhatian utama. Rahman berjanji akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk menemukan solusi berkelanjutan bagi jutaan pengungsi Rohingya yang masih berada di wilayah Bangladesh. Ini adalah beban kemanusiaan yang tidak bisa ditanggung Bangladesh sendirian, katanya.
Hubungan dengan India akan difokuskan pada kerjasama perdagangan, konektivitas, dan pengelolaan sumber daya air bersama. Kedua negara berbagi 54 sungai lintas batas yang memerlukan pengelolaan bersama untuk kepentingan kedua belah pihak.
Relevansi bagi Indonesia
Perkembangan politik di Bangladesh memiliki relevansi signifikan bagi Indonesia, mengingat kedua negara memiliki banyak kesamaan sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim dengan tantangan pembangunan yang serupa. Kerjasama bilateral dalam bidang perdagangan, investasi, dan pertukaran budaya diharapkan dapat diperkuat di bawah pemerintahan baru.
Sektor tekstil Bangladesh, yang merupakan salah satu eksportir terbesar dunia, juga menjadi mitra kompetitif sekaligus potensial bagi industri tekstil Indonesia. Peluang kerjasama dalam hal transfer teknologi dan best practices dapat saling menguntungkan kedua belah pihak.
Kedua negara juga dapat memperkuat kerjasama dalam forum-forum internasional seperti OKI dan D-8 untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang. Pertukaran delegasi bisnis dan misi dagang dijadwalkan akan meningkat pada tahun-tahun mendatang.
Sumber: economictimes.indiatimes.com




