Film ‘Children of Heaven’ Gerakkan Aksi Sosial — Donasi 2.500 Sepatu untuk Anak-Anak Aceh
Ada anak-anak yang setiap pagi berjalan bertelanjang kaki menuju sekolah karena tidak punya sepatu. Ada juga yang nekat memakai sepatu kekecilan — lalu kaki lecet, luka terinfeksi, dan berakhir fatal. Kisah terakhir itu bukan fiksi. Seorang siswa di Samarinda benar-benar meninggal karena sepatu yang ia kenakan terlalu kecil.
Kisah itulah yang diungkapkan Andri Mashadi — pemeran Karim dalam film Children of Heaven — saat menghadiri nobar eksklusif di Pondok Indah 2 XXI, Jakarta, 1 Juni 2026. Dan bukan hanya kata-kata. Dalam event yang sama, MD Entertainment Foundation menyerahkan 500 pasang sepatu untuk anak-anak Aceh, sementara Kemendikdasmen berkomitmen menambah 2.000 pasang lagi. Total 2.500 pasang sepatu untuk anak-anak yang butuh.
Film Hanung Bramantyo ini bukan hanya tayang di bioskop. Ia benar-benar menggerakkan aksi sosial nyata — sesuatu yang semakin jarang ditemukan di industri film Indonesia saat ini.
Menteri Abdul Mu’ti Hadiri Nobar: “Sinema Mengolah Hati”
Nobar Children of Heaven di Pondok Indah 2 XXI bukan sekadar pemutaran biasa. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti hadir langsung — dan yang ia sampaikan setelah menonton tidak sekadar pujian sinematik.
“Film ini menajamkan olah hati,” kata Abdul Mu’ti. Ia menyebut bahwa sinema, ketika menyentuh nilai-nilai kemanusiaan, bisa menjadi alat pendidikan yang lebih efektif daripada sekadar kurikulum di kelas.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti juga mengumumkan komitmen Kemendikdasmen untuk mendonasikan 2.000 pasang sepatu bagi anak-anak Aceh — melengkapi 500 pasang yang diserahkan MD Entertainment Foundation. Angka total: 2.500 pasang sepatu yang akan sampai ke anak-anak yang selama ini kesulitan ke sekolah karena alas kaki yang tidak layak.
Langkah ini menarik karena jarang terjadi: menteri datang bukan untuk pencitraan, tapi langsung memberi komitmen konkret yang terukur.
MD Entertainment Foundation: 500 Sepatu untuk Aceh, Lewat Kampanye “Sepasang Sepatu, Berjuta Mimpi”
Sairaa Punjabi dari MD Entertainment Foundation menyerahkan donasi 500 pasang sepatu secara simbolis dalam event nobar tersebut. Kampanye yang mereka usung bertajuk “Sepasang Sepatu, Berjuta Mimpi” — bukan sekadar slogan marketing, tapi kerangka kerja nyata.
Yang membuat kampanye ini berbeda dari aksi CSR kebanyakan: drop box. MD Entertainment memasang kotak pengumpulan sepatu layak pakai di bioskop-bioskop yang menayangkan Children of Heaven. Siapa pun yang menonton bisa membawa sepatu bekas layak pakai dan menitipkannya di drop box tersebut.
Ini inovasi sederhana tapi brilian. Alih-alih mengandalkan donasi dari korporasi saja, industri film membuka kanal bagi penonton biasa untuk ikut berkontribusi. Model ini bisa ditiru oleh film-film lain — bahkan bisa di-scale ke seluruh jaringan bioskop di Indonesia.
Pemeran Karim Buka Suara: Ada Film yang Jadi Penggerak
Andri Mashadi — yang memerankan tokoh Karim, anak kecil yang berjuang demi sepasang sepatu — tidak hanya berakting di depan kamera. Ia juga aktif menyuarakan realita yang banyak diabaikan.
“Ada film yang jadi inisiasi, penggerak foundation lain,” ujarnya dalam event nobar. Pernyataan ini ia sambungkan dengan kisah siswa Samarinda yang meninggal karena sepatu kekecilan — sebuah kasus yang luput dari sorotan media nasional, tapi justru menjadi inti emosional yang membuat Children of Heaven bukan sekadar tontonan.
Dalam film ini, sepasang sepatu bukan properti. Ia simbol harapan. Dan dalam realita, sepatu layak memang masih menjadi barang mewah bagi banyak anak Indonesia — terutama di daerah-daerah yang aksesnya terbatas.
Children of Heaven — Tentang Sepatu dan Jutaan Mimpi yang Tidak Terbeli
Children of Heaven disutradarai oleh Hanung Bramantyo — sineas yang dikenal konsisten mengangkat tema-tema sosial dalam karyanya. Film ini mengisahkan perjuangan seorang anak kecil yang kehilangan sepatu saudaranya dan berupaya menggantinya, tanpa memberitahu orang tuanya.
Tema ini universal — tetapi konteksnya sangat Indonesia. Di negara di mana jutaan anak masih bersekolah tanpa alas kaki layak, cerita sederhana tentang sepasang sepatu bisa menjadi pengingat yang keras tentang ketimpangan yang sering kita abaikan.
Film ini juga mengangkat isu yang jarang dibahas: bahwa kemiskinan tidak hanya soal uang. Ia soal harga diri. Anak-anak yang malu ke sekolah karena tidak punya sepatu bukan hanya kehilangan pendidikan — mereka kehilangan rasa percaya diri yang membentuk karakter mereka bertahun-tahun ke depan.
Drop Box di Bioskop — Model CSR Baru yang Bisa Ditiru Industri Film
Sistem drop box yang dipasang MD Entertainment di bioskop adalah terobosan yang patut dicatat. Selama ini, aksi sosial dari industri film Indonesia biasanya terbatas pada gala premiere untuk penggalangan dana atau kampanye media sosial yang tidak terukur.
Drop box menawarkan tiga keunggulan:
- Aksesibel — Penonton yang sudah datang ke bioskop bisa langsung berpartisipasi tanpa harus mencari informasi lebih lanjut.
- Kontekstual — Donasi sepatu langsung terkait dengan tema film yang baru saja ditonton. Emosi film masih segar, motivasi memberi lebih tinggi.
- Terukur — Jumlah sepatu yang terkumpul bisa dihitung dan dilaporkan secara transparan.
Jika model ini diadopsi oleh lebih banyak film, bioskop di Indonesia bisa menjadi titik kumpul aksi sosial — bukan hanya tempat menonton, tapi tempat berkontribusi.
Apa Selanjutnya?
Donasi 2.500 pasang sepatu adalah awal. MD Entertainment Foundation dan Kemendikdasmen perlu memastikan distribusi sepatu benar-benar sampai ke anak-anak Aceh yang membutuhkan — bukan hanya jadi angka di laporan.
Yang lebih penting: apakah industri film Indonesia akan menjadikan ini preseden? Apakah film-film berikutnya akan memiliki komponen sosial yang terukur, bukan sekadar pencitraan? Seperti yang terlihat dari momentum film-film Indonesia yang semakin berani mengangkat tema-tema sosial, sinema lokal memang tengah bergerak ke arah yang lebih bermakna.
Children of Heaven sudah membuktikan bahwa sinema bisa mengolah hati — dan menggerakkan tangan. Pertanyaannya sekarang: siapa yang akan mengikuti?
Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari Liputan6.com yang tersedia pada 1 Juni 2026. Untuk informasi terbaru tentang kampanye “Sepasang Sepatu, Berjuta Mimpi”, kunjungi situs resmi MD Entertainment Foundation.




