HomeFilmFilm Horor Indonesia 'Ibu' Dibawa ke Cannes 2026, Intan Kieflie Incar Pasar...

Film Horor Indonesia ‘Ibu’ Dibawa ke Cannes 2026, Intan Kieflie Incar Pasar Global

Date:

Related stories

Status Nemesis Season 2 di Netflix: Tayang atau Batal?

Para penggemar serial Nemesis di Indonesia maupun penonton global...

Teleskop Webb Ungkap Detail Galaksi Spiral Terdekat

Teleskop Webb Ungkap Detail Galaksi Spiral Terdekat Badan Antariksa Amerika...

Sisi Dekat Bulan: Wajah yang Selalu Menghadap Bumi

Setiap malam, jutaan pasang mata di Indonesia dan seluruh...

NASA X-59 Kini Resmi Berlogo Freedom 250

NASA X-59 Kini Resmi Berlogo Freedom 250 NASA secara resmi...

Film Primetime Rilis Teaser Kilas Balik Karier Chris Hansen

Studio film independen asal Amerika Serikat, A24, secara resmi...
spot_imgspot_img

Film Horor Indonesia ‘Ibu’ Dibawa ke Cannes 2026, Intan Kieflie Incar Pasar Global

Festival Film Cannes 2026 sedang berlangsung di Riviera Prancis (12–23 Mei), dan tahun ini delegasi Indonesia hadir dengan misi ambisius: membawa film horor lokal ke pasar distribusi global. Produser Intan Kieflie memperkenalkan “Ibu: Mother of the Lost” di pasar film Cannes, sebuah langkah yang bisa membuka pintu untuk perfilman Indonesia di kancah internasional.

“Ibu: Mother of the Lost” — Film Horor Indonesia yang Dikenalkan di Cannes

Intan Kieflie, produser yang dikenal dengan karya-karya horor Indonesia, membawa “Ibu: Mother of the Lost” ke Marché du Film — pasar film yang menyertai Festival Cannes dan menjadi salah satu ajang jual-beli hak distribusi film terbesar di dunia.

Tujuan utamanya jelas: mencari distributor internasional yang bisa membawa film ini ke bioskop dan platform streaming di luar Indonesia. Ini bukan sekadar festival — ini tentang bisnis. Marché du Film Cannes dihadiri oleh ribuan pembeli film dari lebih dari 90 negara, menjadikannya tempat strategis untuk menjual konten Indonesia ke audiens global.

Film horor Indonesia sudah memiliki reputasi yang cukup kuat di Asia Tenggara. Dengan platform seperti Netflix dan Disney+ yang terus mencari konten regional berkualitas, momentum ini bisa menjadi titik balik bagi industri perfilman Indonesia.

Dukungan Pemerintah: Menbud Fadli Zon Janjikan Penguatan Ekosistem Film

Kehadiran delegasi Indonesia di Cannes 2026 tidak lepas dari dukungan pemerintah. Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara publik menyatakan dukungannya dan menjanjikan penguatan ekosistem perfilman nasional serta kolaborasi internasional yang lebih erat.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjadikan konten kreatif Indonesia sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif nasional. Film horor, dengan basis penggemar yang kuat di Indonesia dan Asia, menjadi salah satu genre yang paling potensial untuk diekspor.

Cannes 2026: Bintang-Bintang yang Mencuri Perhatian

Selain urusan bisnis film, Cannes 2026 juga menjadi magnet perhatian dunia fashion dan selebritas. Beberapa momen yang paling banyak dibicarakan:

Charles Leclerc dan Vin Diesel di Red Carpet. Pembalap Ferrari yang juga merupakan figur populer di dunia entertainment, Charles Leclerc, tampil memukau di Cannes 2026 bersama Vin Diesel. Kehadiran keduanya menambah daya tarik festival yang biasanya didominasi oleh perfilman murni.

Barbara Palvin Pamer Baby Bump Pertama Kali di Cannes. Model dan aktris asal Hungaria ini tampil anggun bak princess di red carpet Cannes, menampilkan baby bump-nya untuk pertama kali di hadapan publik. Penampilannya langsung menjadi viral di media sosial.

Kontroversi: Dua Artis China Diusir dari Red Carpet

Tidak semua momen di Cannes 2026 berjalan mulus. Qi Wei dan Yuan Shanshan — dua artis China — ditegur dan diusir dari red carpet oleh petugas keamanan. Alasannya: mereka dinilai terlalu lama berpose, mengganggu alur acara dan peserta lainnya.

Insiden ini memicu perdebatan di media sosial tentang etiket red carpet dan perlakuan terhadap selebritas dari negara tertentu. Bagi media, ini jelas menjadi angle yang menarik dan viral-worthy.

Bong Joon Ho Umumkan Film Animasi Pertama: “Ally”

Dari sisi perfilman serius, sutradara legendaris Bong Joon Ho — di balik Parasite dan Mickey 17 — mengumumkan film animasi pertamanya yang berjudul “Ally”. Film ini akan didistribusikan oleh Neon, studio yang sama di balik kesuksesan Parasite di pasar internasional.

Ini adalah langkah menarik karena Bong Joon Ho dikenal sebagai sutradara live-action murni. Transisi ke animasi menunjukkan fleksibilitas kreatif yang bisa membuka genre baru baginya.

“The Fast and the Furious” Rayakan 25 Tahun di Cannes

Film tahun 2001 yang memulai franchise miliaran dolar itu akan diputar khusus di Cannes 2026 untuk merayakan ulang tahun ke-25. Langkah nostalgia ini menunjukkan bahwa Cannes tidak hanya tentang film-film festival — tapi juga tentang merayakan warisan sinema populer.

Prospek Film Indonesia di Pasar Global

Kehadiran “Ibu: Mother of the Lost” di Cannes 2026 bukan sekadar simbolik. Ini adalah bagian dari tren yang semakin jelas: konten Indonesia mulai dilirik secara serius oleh pembeli internasional. Genre horor, dengan basis penggemar yang kuat dan biaya produksi yang relatif efisien, menjadi salah satu genre yang paling menjanjikan untuk ekspansi global.

Dengan dukungan pemerintah dan momentum festival sebesar Cannes, tahun 2026 bisa menjadi tahun bersejarah bagi perfilman Indonesia. Pertanyaannya bukan lagi “apakah bisa”, tapi “seberapa jauh bisa melangkah”.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here