Kembalinya Invincible dengan Nuansa Musikal yang Mendalam
Serial animasi dewasa yang telah meraih banyak penghargaan, Invincible, akhirnya kembali hadir untuk musim keempatnya. Episode perdana musim ini langsung menyapa penonton dengan sebuah montase pembuka yang penuh emosi dan aksi. Adegan tersebut menampilkan Mark Grayson, yang dikenal sebagai Invincible, bersama adik laki-lakinya Oliver dan kekasihnya Atom Eve. Mereka terlihat bertarung melawan berbagai penjahat super kelas bawah, termasuk Kursk yang memiliki kemampuan listrik dan Slaying Mantis dengan armor serangga. Namun, di balik aksi visual yang memukau, terdapat elemen audio yang menjadi sorotan utama bagi para penggemar setia serial ini.
Dunia dalam serial ini belum sepenuhnya pulih dari peristiwa mengerikan pada musim ketiga, di mana Bumi mengalami invasi oleh 16 varian Invincible yang jahat. Belum sempat penonton menarik napas lega, ancaman baru dari Viltrumite bernama Conquest muncul dan hampir menewaskan Mark serta Eve. Untuk menetapkan suasana hati yang tepat dalam montase pembuka tersebut, penyunting musik memilih sebuah trek yang sangat spesifik. Lagu yang terdengar adalah “If I Get High”, yang dibawakan oleh band rock asal Inggris, Nothing but Thieves. Pilihan ini mungkin terlihat tidak biasa untuk adegan aksi superhero, namun lirik dan melodinya conveying rasa kehilangan yang mendalam.
Analisis Lagu dan Profil Nothing but Thieves
Lagu “If I Get High” memiliki lirik chorus yang berakhir dengan kalimat poignant, “If I get high enough, will I see you again?”. Kalimat ini secara langsung menyentuh tema kesedihan dan kerinduan yang sedang dirasakan oleh para karakter utama. Meskipun adegan menampilkan pertarungan, musik latar memberikan lapisan melancholy yang menunjukkan beban emosional yang dipikul oleh Mark. Band Nothing but Thieves sendiri terbentuk pada tahun 2012 dan terdiri dari lima personel yang merupakan teman sekolah sejak lama. Formasi band ini meliputi vokalis Conor Mason, drummer James Price, gitaris Dominic Craik dan Joe Langridge-Brown, serta bassist Philip Blake.
Hingga tahun 2025, Nothing but Thieves telah merilis empat album studio. Lagu “If I Get High” sendiri terdapat dalam album debut mereka pada tahun 2015 yang berjudul sama dengan nama band. Gaya vokal Mason yang tinggi dan androgini sering kali membuat pendengar baru mengira mereka sedang mendengarkan Thom Yorke dari Radiohead. Mason sendiri pernah menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa Radiohead adalah band terbaik di planet ini, sehingga perbandingan tersebut mungkin akan ia hargai. Penulisan lagu yang emosional menjadi ciri khas mereka, menjadikan trek ini pilihan yang sempurna untuk momen reflektif dalam serial animasi yang penuh kekerasan ini.
Tradisi Needle Drop dalam Soundtrack Invincible
Serial Invincible memang bukanlah hal baru dalam menggunakan teknik needle drop untuk memperkuat narasi visual. Sejarah soundtrack serial ini menunjukkan pola konsisten dalam memilih lagu yang bernuansa lembut dan melodius untuk momen-momen montase. Pada musim kedua, tepatnya di episode “It’s Been A While”, serial ini menggunakan lagu “Avalanche” karya Leonard Cohen yang dibawakan ulang oleh Nick Cave. Lagu tersebut mengiringi adegan Omni-Man yang tertekan dan melayang tanpa tujuan di luar angkasa. Pemilihan lagu klasik dengan lirik yang berat selalu menjadi tanda tangan dari penyunting musik serial ini.
- Musim 2: “Avalanche” oleh Nick Cave (cover Leonard Cohen) untuk adegan Omni-Man.
- Musim 3: “Your Man” oleh Joji untuk kencan pertama Mark dan Eve.
- Musim 3: “when the party’s over” oleh Billie Eilish setelah pengorbanan Rex Splode.
Pola ini terus berlanjut hingga musim keempat. Lagu “If I Get High” sangat cocok dengan tradisi tersebut. Pengulangan pada bagian awal chorus, “And we run, and we run, and we run, and we run…”, secara metaforis tapping into tantangan tanpa henti yang dihadapi Mark. Lirik tersebut menggambarkan perasaan bahwa ia tidak bisa terbang menjauh dari masalah yang menghadang. Soundtrack Invincible secara umum lebih menyukai lagu-lagu dengan vokal lembut untuk momen-momen seperti ini, menciptakan kontras yang tajam dengan visual aksi yang sering kali brutal.
Variasi Tempo dan Intensitas Musikal
Namun, soundtrack Invincible tidak selalu terbatas pada lagu yang sedih atau lembut. Serial ini juga menunjukkan fleksibilitas dalam memilih genre musik sesuai dengan kebutuhan adegan. Pada musim keempat episode 3 yang berjudul “I Gotta Get Some Air”, penonton disuguhkan dengan perubahan tempo yang drastis. Adegan tersebut menampilkan Mark dan Oliver bertarung melawan Mr. Liu, seorang bos kejahatan yang dapat berubah menjadi naga. Untuk adegan aksi intens ini, musik latar beralih ke lagu “Crazy” oleh rapper Doechii.
Lagu tersebut jarang sekali memiliki beat di bawah tingkat “intens”, dan Doechii bahkan berteriak pada bagian chorus. Film-film seperti Black Panther dan Spider-Man: Into the Spider-Verse telah membuktikan bahwa hip-hop dan rap dapat menawarkan soundtrack yang sempurna untuk aksi superhero. Invincible memberikan bukti lebih lanjut mengenai hal tersebut. Kombinasi antara lagu melankolis untuk momen karakter dan lagu agresif untuk momen pertarungan menunjukkan kedewasaan dalam produksi musik serial ini. Penonton dapat menikmati pengalaman audiovisuall yang lengkap saat menonton serial ini melalui layanan streaming Prime Video.




