Warner Bros. dan DC Studios kembali memanaskan antisipasi penonton dengan merilis dua TV spot terbaru untuk Supergirl, film superhero terbaru yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 26 Juni 2026. Spot berdurasi 30 detik itu menampilkan beberapa cuplikan aksi yang belum pernah terlihat sebelumnya, sekaligus mengonfirmasi bahwa Kara Zor-El akan menjalani perjalanan antariksa yang penuh bahaya — lengkap dengan anjing kesayangannya, Krypto, yang jadi motivasi utama misi penyelamatannya.
Film ini merupakan sekuela spiritual dari Superman arahan James Gunn yang tayang tahun lalu, namun kali ini mengambil perspektif yang jauh lebih personal. Disutradarai oleh Craig Gillespie — yang dikenal lewat I, Tonya (2017), Cruella (2021), dan Dumb Money (2023) — Supergirl mencoba sesuatu yang jarang dilakukan film superhero modern: menempatkan karakter perempuan muda sebagai pusat narasi tanpa menjadikan gender sebagai satu-satunya hook cerita.
Plot: Ulang Tahun ke-21 yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan
Menjalani perayaan ulang tahun ke-21 dengan terbang melintasi galaksi bersama Krypto, Kara Zor-El bertemu dengan Ruthye Marye Knoll dan menghadapi tragedi yang mengubah perjalanan hidupnya. Krypto — anjing super dari Krypton — diculik, dan Kara terpaksa bersekutu dengan sekutu yang tidak terduga dalam misi balas dendam yang brutal.
Dari dua TV spot terbaru, terlihat beberapa adegan pertarungan yang lebih intens dibanding trailer sebelumnya. Salah satu cuplikan menunjukkan Kara dalam pose bertarung yang mengingatkan pada gaya Cruella — berani, stylish, dan penuh percaya diri. Cuplikan lain menampilkan adegan luar angkasa yang terlihat lebih epik, dengan latar galaksi yang luas dan Krypto yang tampak terjebak dalam bahaya.
Tim Pemeran: Dari Milly Alcock hingga Jason Momoa
Milly Alcock, yang namanya melejit lewat serial House of the Dragon sebagai Rhaenyra Targaryen muda, mengemban peran utama ganda sebagai Kara Zor-El dan Supergirl. Ini adalah peran blockbuster pertamanya, dan dari materi promosi yang dirilis sejauh ini, Alcock tampil meyakinkan — membawa energi yang berbeda dari incarnasi Supergirl sebelumnya.
Barisan pemeran pendukung juga tidak main-main. Matthias Schoenaerts (dari The Drop dan The Order) berperan sebagai antagonis utama, sementara Eve Ridley, David Krumholtz, dan Emily Beecham melengkapi ensemble. Yang paling ditunggu-tunggu: Jason Momoa kembali ke DC Universe sebagai Lobo — meskipun karakter ikonik ini tidak muncul di kedua TV spot terbaru, kehadirannya dalam film sudah dikonfirmasi.
Craig Gillespie: Pilihan Sutradara yang Menarik
Penunjukan Gillespie sebagai sutradara sempat menimbulkan tanda tanya bagi sebagian penggemar. Bagaimana sutradara yang dikenal dengan film-film karakter-driven seperti Lars and the Real Girl (2007) dan I, Tonya bisa menangani blockbuster superhero? Namun setelah melihat trailer dan TV spot yang dirilis, pilihan itu mulai terlihat masuk akal.
Gillespie memiliki kemampuan unik untuk menyeimbangkan momen-momen emosional yang intim dengan aksi berskala besar. Di I, Tonya, ia berhasil membuat penonton berempati dengan tokoh yang kontroversial. Di Cruella, ia memadukan estetika fashion yang mencolok dengan narasi origin story yang compelling. Kedua keahlian itu — empati karakter dan visual yang striking — adalah persis yang dibutuhkan untuk membuat Supergirl terasa berbeda dari banjir film superhero yang beredar.
Skenario ditulis oleh Ana Nogueira, berdasarkan karakter DC ciptaan Otto Binder dan Al Plastino, serta terinspirasi dari komik karya Tom King. Film ini diproduseri oleh Peter Safran dan James Gunn, dua arsitek utama DC Studios di era baru.
Posisi dalam DC Universe Era James Gunn
Supergirl hadir di momen yang krusial bagi DC Studios. Setelah Superman (2025) berhasil diterima dengan cukup baik, tekanan sekarang bergeser ke film-film pendampingnya. Apakah Supergirl bisa membuktikan bahwa DC Universe versi Gunn bukan sekadar proyek satu film, melainkan ekosistem karakter yang saling terhubung?
Kehadiran Jason Momoa sebagai Lobo — karakter anti-hero yang terkenal kasar, lucu, dan unpredictable — bisa menjadi jembatan yang menarik antara Supergirl dan film-film DC lainnya. Lobo selama ini adalah karakter yang lebih sering muncul di komik dan animasi daripada live-action, dan penampilannya di Supergirl bisa membuka jalan untuk proyek-proyek spin-off di masa depan.
Dengan rilis Supergirl yang semakin dekat, film-film besar 2026 semakin memanaskan persaingan box office musim panas. Supergirl akan bersaing dengan sejumlah judul lain yang juga ditunggu penonton bioskop.
Apakah Supergirl Layak Dinanti?
Dari semua materi promosi yang sudah dirilis — teaser pertama, trailer utama, behind-the-scenes featurette, dan sekarang dua TV spot terbaru — Supergirl semakin terlihat menjanjikan. Film ini tidak mencoba menjadi Avengers versi DC. Alih-alih, ia fokus pada satu karakter, satu misi, dan satu perjalanan emosional yang relatable: menyelamatkan seseorang yang kamu cintai.
Untuk penggemar superhero yang mulai lelah dengan formula “tim hero vs villain raksasa dengan CGI berlebihan”, pendekatan yang lebih personal dan karakter-driven ini bisa menjadi penyegar. Apalagi dengan tanggal rilis yang sudah semakin dekat — 26 Juni 2026 — tidak lama lagi kita akan tahu apakah Supergirl benar-benar bisa kick ass atau tidak.
Kesuksesan film superhero sangat bergantung pada timing dan kualitas cerita. Sejarah sinema menunjukkan bahwa film-film yang diingat penonton adalah yang punya cerita kuat, bukan sekadar efek visual. Supergirl tampaknya memahami hal itu.
Informasi Rilis
- Tanggal rilis: 26 Juni 2026 (bioskop worldwide)
- Sutradara: Craig Gillespie
- Penulis skenario: Ana Nogueira
- Produser: Peter Safran, James Gunn
- Pemeran utama: Milly Alcock, Matthias Schoenaerts, Eve Ridley, David Krumholtz, Emily Beecham, Jason Momoa (Lobo)
- Distributor: Warner Bros. Pictures / DC Studios




